Wednesday, March 23, 2011

Pengaruh Jenis Kelamin Pada Kesehatan Mental


Schizoprenia adalah gangguan mental yang berbeda manifestasinya pada setiap jenis kelamin, terkait dengan pengaruh umur kejadian, gejala, respon pengobatan, dan abnormalitas struktur otak.

Studi terbaru dari Universitas Montreal menunjukkan, bahwa ada perbedaan gender antara pria dan perempuan terkait dengan kemampuan mental masing-masing. Dalam riset ini, dibuktikan bahwa perempuan lebih baik daripada pria. Penemuan ini telah dipublikasi pada jurnal Schizoprenia Research.
' Kami adalah yang pertama dalam melaporkan pengaruh perbedaan jenis kelamin pada fungsi otak pasien schizoprenia,' demikian kata Adrianna Mendrek, Profesor Kedokteran dari Universitas Montreal. 'Kami memilih untuk melakukan kajian yang melibatkan rotasi mental dari gambar tiga dimensi, sebab pria dan perempuan menunjukkan perbedaan waktu reaksi dan akurasi', lanjut Mendrek.
Hasil yang berbeda antara kontrol versus pasien
Mendrek dan koleganya membandingkan fungsi otak dari sukarelawan/wati sehat dengan pasien schizoprenia yang menyelesaikan tugas rotasi gambar dengan magnetic resonance imaging (fMRI). Penemuan mereka mengkonfirmasikan, bahwa pria sehat memiliki hasil lebih baik dibanding perempuan sehat pada tugas ini, namun perempuan schizoprenia memiliki hasil lebih baik dibandingkan dengan pria schizoprenia.
' Hormon seks seperti testosterone dan estrogen dapat menjelaskan mengapa hasilnya berbeda,'kata Mendrek. 'Penemuan dari kajian yang lain telah menunjukkan bahwa kadar testosteron memiliki korelasi positif dengan aktivitas di pria sehat, namun tidak pada perempuan sehat. Kebalikannya, perempuan schizoprenia memiliki kadar hormon testosteron yang lebih tinggi'.
Hasil mengejutkan: Perbedaan gender pada otak 'beristirahat'
Menurut Mendrek, Fase istirahat otak dari pria dan perempuan sehat tidaklah sama. Area dari otak yang aktif ketika beristirahat ( Mode Jaringan Default ) lebih aktif pada perempuan dibandingkan pria. 'Kami adalah kelompok pertama yang melaporkan perbedaan seks pada jaringan ini dengan menggunakan fMRI,' kata Mendrek. ' Otak perempuan fase istirahat yang lebih aktif dapat mejelaskan mengapa mereka dapat melakukan multi tugas dan lebih introspektif dibandingkan pria'.
Kajian sebelumnya telah menunjukkan, bahwa jaringan default akan terganggu pada orang yang mengalami depresi, Alzheimer, atau Schizoprenia. Berkurangnya aktivitas Mode Jaringan default telah diasosiasikan dengan autisme, dan aktivitas mode yang berlebihan diasosiasikan dengan Schizoprenia, terutama dengan gejala Schizoprenia positif seperti halusinasi dan delusi.
Kajian ini didanai oleh Institut Riset Kesehatan Kanada, Institut Kesehatan dan Gender dan Hibah Penelitian Quebec, dan Rumah Sakit Yayasan Louis-H Lafontaine.
Diterjemahkan dari sciencedaily.com
sumber: netsains.com

0 comments:

Post a Comment

Adds

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More