Showing posts with label komputer. Show all posts
Showing posts with label komputer. Show all posts

Wednesday, October 24, 2012

Design Rumah dengan Google SketchUp

Teringat kembali pelajaran seni budaya 1 tahun lalu ketika di SMA. Saat itu saya pernah mendapat tugas untuk membuat design rumah dengan teknik proyeksi perspektif, cukup ribet emang. Tapi saat itu aku pernah berfikir untuk membuat design itu di komputer. Akhirnya aku ketemu sama google sketchUp. software yang jauh lebih mudah digunkan untuk membuat design rumah atau benda lain daripada AutoCad. Ini contoh design yang aku buat









read more

Friday, August 3, 2012

Cuma 5% Orang Tua yang Khawatir Anaknya Akses Konten Dewasa

Ada banyak bahaya yang mengancam anak-anak di dunia maya, dan tidak semua anak maupun orang tua siap menghadapinya. Ternyata jumlah orang tua yang punya prioritas melindungi anaknya dari konten dewasa masih cukup minim. Dari survei yang dilakukan Harris Interactive pada 9000 user internet di Amerika, Rusia, dan Eropa pada Februari hingga Maret 2012, hanya 5% saja user yang memprioritaskan proteksi anak mereka dari konten dewasa.
Di sisi lain, komunitas online saat ini semakin banyak yang berusia muda, dengan laptop atau ponsel pintarnya. Bahkan anak-anak sekolah pun sudah terbiasa dengan perangkat elektronik canggih tersebut. Sebanyak 35% dari mereka mengakses internet dari ponsel, dan 62% dari ponsel pintar.
Dengan kondisi tersebut, selayaknya makin banyak orang tua yang mengkhawatirkan anak-anak mereka yang kian banyak menghabiskan waktu di chat room atau social media. Sebesar 10% dari responden mengkhawatirkan hal tersebut. Mereka takut anak-anaknya mengalami atau terlibat kekerasan virtual, atau mengakses konten terlarang. Hal lain yang juga dikhawatirkan adalah anak-anak memberikan informasi penting ke orang tak dikenal.
Adabeberapa software yang bisa dipakai orang tua untuk memonitor perilaku online anak-anak mereka, khususnya yang masih di bawah umur. Salah satunya modul Parental Control dari Kaspersky Internet Security 2012 yang dapat mengatur akses anak ke web dan aplikasi, serta memantau komunikasi mereka dengan teman-teman di social media. Selain diinstal di komputer, software ini juga bisa diintal di ponsel pintar maupun tablet, seperti Kaspersky Parental Control for Android. Program ini dapat memblokir web yang berisi konten dewasa atau berbahaya bagi anak-anak.
Selain memasang software pelindung, orang tua juga sebaiknya mengajak anak berkomunikasi dan berdiskusi mengenai bahaya yang mengancam di dunia maya.

from netsains.net
read more

Friday, May 11, 2012

Holographic Memory: Teknologi Penyimpan Data Populer

Jika dulu kita sulit menentukan di tempat mana lagi kepingan-kepingan CD harus disimpan, karena 1 kepingan CD yang hanya mampu memuat 1 atau beberapa film saja sehingga kita harus mengumpulkan banyak CD untuk mengoleksi banyak film. Jika dulu hanya ada perpustakaan sebagai satu-satunya tempat untuk membaca dan meminjam buku yang membuat waktu membaca dan menikmati buku-buku tersebut menjadi terbatas, atau buku ensiklopedia yang sangat besar dan tebal untuk ukuran normal yang merepotkan kita ketika dibawa ke mana-mana, dan keterbatasan alat penyimpan data yang besar untuk menyimpan arsip-arsip dokumen penting kita.
Kini, kita tidak perlu direpotkan lagi oleh hal-hal yang demikian, karena dewasa ini semakin banyak buku-buku dan ensiklopedia elektronik beserta teknologi penyimpan data modern dengan kapasitas yang bervariasi, ekonomis, dan terjangkau seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita bisa mengoleksi banyak buku-buku elektronik atau film-film favorit, sehingga kita tidak direpotkan lagi dengan jam berapa perpustakaan akan tutup, tanggal berapa buku ini harus dikembalikan, atau di mana lagi kita harus menyimpan kepingan-kepingan CD film ini, karena kita bisa menyimpan semuanya dengan hanya sebuah teknologi penyimpan data, dan kita bisa menikmati bacaan dari buku ensiklopedi yang tebal di mana pun dan kapan pun kita inginkan hanya dengan membuka laptop atau netbook saja. Bahkan, kini semakin banyak pula perangkat-perangkat elektronik selain laptop dengan layar sentuh dan ukuran yang praktis untuk bisa kita bawa ke mana-mana seperti tablet.
Tentunya, kita sudah tidak asing lagi dengan teknologi penyimpan data seperti Compact Disc (CD), Digital Versatile Disc (DVD) dan sejenisnya. Namun, Holographic Versatile Disc (HVD) dengan prinsip holographic memory masih hangat dalam perbincangan dunia sains modern saat ini, karena dapat menyimpan 100 milyar bit data atau informasi, mentransfer informasi dengan kecepatan 1 milyar atau lebih bits per sekon, dan proses pembacaan data secara acak hanya dalam waktu 100 mikrosekon, bahkan kurang. Sangat cepat!
Sistem ini diawali dengan penemuan metode holografis pada tahun 1940-an oleh Dr. Dennis Gabor, seorang fisikawan hongaria yang dianugerahi hadiah Nobel pada tahun 1971. Holographic memory adalah teknologi yang memanfaatkan cahaya untuk menyimpan dan merekonstruksi kembali informasi, tepatnya hasil aplikasi dari sebuah fenomena interferensi cahaya. Interferensi adalah hasil kerja sama (superposisi) antara dua gelombang atau lebih yang bertemu di satu titik pada saat yang sama.
Salah satu cahaya yang dimanfaatkan teknologi ini adalah sinar laser karena bersifat monokromatik (memiliki satu panjang gelombang) dan koheren untuk menghasilkan sebuah interferensi cahaya. Syarat terjadinya interferensi cahaya ini adalah koheren, yaitu gelombang-gelombang dengan perbedaan fase yang konstan dan memiliki frekuensi yang sama, atau fase beserta frekuensi dari gelombang-gelombang harus memiliki perbandingan yang tetap satu dengan yang lainnya, dan berasal dari sumber yang sama atau dua sumber yang disinkronisasi.
Prinsip dari holographic memory ini menggunakan optical storage method atau metode penyimpanan optik dengan prinsip interferensi, yaitu ketika cahaya mengenai suatu permukaan yang transparan, sebagian berkas cahaya dipantulkan dan sebagiannya lagi ditransmisikan. Permukaan yang digunakan pada holographic memory ini adalah permukaan dari suatu alat yang dapat memecah sinar laser menjadi dua bagian, alat ini disebut dengan beam splitter. Dua bagian dari sinar laser yang dipecah ini diantaranya adalah bagian signal beam sebagai pembawa kode-kode informasi dan reference beam sebagai sinar acuan. Signal beam ditransmisikan menuju sebuah cermin agar bisa dipantulkan pada Spatial Light Modulator (SLM) sebagai penerjemah informasi dalam sebuah kode-kode biner 0 dan 1 yang tampak pada layar sebagai kotak-kotak gelap dan terang.
Kode-kode biner ini diteruskan oleh SLM, kemudian dipantulkan dan ditransmisikan kembali oleh cermin dan lensa hingga sampai pada sebuah kristal yang sangat sensitif sekali terhadap cahaya seperti kristal Lithium-Niobate (LiNbO3) sebagai media perekam. Sedangkan reference beam dipantulkan oleh beam splitter dan diarahkan dengan bantuan cermin dan lensa menuju sebuah kristal yang sama, sehingga berkas sinar signal beam dan reference beam ini bertemu kembali pada saat bersamaan dan membentuk pola-pola interferensi yang menghasilkan sebuah hologram, salah satu alasan mengapa alat ini dinamakan holographic memory. Data tersimpan dalam kristal LiNbO3 sebagai hologram. Setelah hologram pada kristal LiNbO3 terbentuk, gabungan berkas signal beam dan reference beam yang keluar dari kristal tesebut diarahkan kembali oleh sebuah lensa menuju Charge-coupled device (CCD) camera sebagai pembaca hologram, merubahnya dalam informasi digital dan diteruskan pada komputer. Apabila ingin mendapatkan atau merekonstruksi kembali data-data hologram yang telah tersimpan tadi, kita cukup mengarahkan kembali reference beam dengan sudut dan panjang gelombang sinar acuan yang sama seperti proses pemisahan reference beam oleh beam splitter pada saat penyimpanan informasi dalam kristal LiNbO3 sebagai efek dari fotorefraksi
Siapa sangka interferensi cahaya yang sebelumnya kita anggap sebagai fenomena optik biasa, ternyata diaplikasikan dalam sebuah teknologi penyimpan data yang modern, salah satunya adalah holographic memory. Namun, apa bedanya holographic memory dengan teknologi-teknologi penyimpan data lain seperti CD, DVD, dan Blu-Ray Disc? Seberapa besar keuntungan dan kelebihan dari holographic memory dibandingkan dengan teknologi penyimpan data lainnya? Jelas beda dan lebih unggul! Sebenarnya CD, DVD, Blu-Ray Disc, maupun holographic memory sama-sama menyimpan data dalam kode-kode biner dengan memanfaatkan sifat magnetik dan optik, dan cara kerja CD, DVD, dan Blu-Ray Disc hampir sama, yaitu dengan memberi sinar laser pada permukaan layer dari suatu piringan dan dipantulkan kembali oleh CD/DVD ke sensor yang dikonversi menjadi data elektronik, hanya perbedaannya terletak pada numeric aparture dan panjang gelombang sinar laser yang digunakan (wavelength multiplexing). Sedangkan prinsip holographic memory seperti yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu sinar laser yang dipecah menjadi dua bagian, salah satu bagian diterjemahkan dalam kode-kode biner dan kedua bagian tersebut saling berinterferensi membentuk hologram dalam media perekam. Kapasitas yang dimiliki oleh CD hanya sekitar 783 MB atau setara dengan film selama 1 jam 15 menit. Sebelum adanya holographic memory, Blu-Ray begitu populer dengan kapasitasnya yang mencapai 25 GB atau setara dengan film selama 12 jam 30 menit. Tapi, Semenjak adanya holographic memory, pamor Blu Ray perlahan meredup. Pasalnya, kapasitas yang dimiliki oleh holigraphic memory bisa mencapai 100 TB. Data yang tersimpan dalam media perekam pada holographic memory tergantung pada sudut (angle multiplaxing) dan panjang gelombang sinar laser yang digunakan (wavelength multiplaxing)
Apabila kita ingin menyimpan informasi yang lain kita hanya perlu memvariasikan keduanya. Fantastis bukan? Selain itu pembacaan informasi pada holographic memory bisa dilakukan dengan sangat cepat dan mampu menyimpan informasi 3 dimensi karena informasi disimpan dalam keseluruhan volume dari media perekam yang sebelumnya tidak bisa dilakukan pada CD, DVD, maupun Blu-Ray Disc karena hanya menyimpan data pada permukaan media perekam saja.
Perbandingan keunggulan antara Holographic Versatile Disc (HVD) dengan DVD dan Blu-Ray Disc bisa dilihat pada tabel di bawah ini:
Parameters DVD BLU-RAY HVD
Capacity 4,7 GB 25 GB 12,5 TB
Laser wavelength 650 (red) 406 nm (blue) 532 nm (green)
Disc diameter 120 mm 120 mm 120 mm
Hard coating No Yes Yes
Data transfer rate 11,08 mbps 36 mbps 1 gbps
Percobaan demi percobaan dalam menyimpan informasi dengan holographic memory terus dilakukan oleh para ilmuwan dengan pengujian media perekam lain seperti bahan-bahan photopolymer atau menggunakan media perekam yang telah dimodifikasi seperti Iron-Doped Lithium Niobate Crystal. Mulai dari tahun 1970 oleh Juan J. Amodei, William Phillips and David L. Staebler yang berhasil menyimpan 500 hologram plane wave dalam sebuah Iron-Doped Lithium Niobate Crystal, kemudian Robert A Bartolini dan kawan-kawan berhasil menyimpan 550  gambar hologram  beresolusi tinggi dalam media perekam material polymer yang amat sensitif terhadap cahaya. Pada tahun 1991 ketika masa renaissance dimulai, Fai Mok dalam tulisannya yang dimuat Scientific American berjudul “Holografies Memories” berhasil mendemonstrasikan gambar hologram beresolusi tinggi dari tank dan kendaraan militer lainnya dalam sebuah Iron-Doped Lithium Niobate Crystal atas pendanaan dari U.S. Air Force dan Department of Defense’s Advanced Research Projects Agency. Penelitian demi penelitian terus dilakukan untuk sebuah perubahan besar dalam dunia sains. Setelah diketahui bahwa media perekam dalam  holographic memory tidak hanya menggunakan kristal Lithium Niobate atau modifikasi dari kristal tersebut seperti Iron-Doped Lithium Niobate Crystal, tapi bisa juga menggunakan bahan-bahan photopolymer. Maka, ada harapan besar! Setelah diteliti bahan-bahan photopolymer memberikan hasil penyimpanan yang luar biasa sebagai media perekam jika dibandingkan dengan kristal lithium niobate. Luar biasa!
Bisa dibayangkan di masa yang akan datang ketika holographic memory telah dikembangkan dengan maksimal, kita akan mempunyai teknologi penyimpan data yang mampu menyimpan semua data-data penting kita, baik berupa dokumen, gambar, suara, maupun video. Siapakah yang terbaik dalam mengembangkan holographic memory ini? Di jepang metode holografik ini sedang dikembangkan, salah satunya oleh perusahaan Fuji Film. Di Indonesia? Jangan mau kalah! Ayo kita lakukan riset!

From netsains.net
read more

Friday, March 23, 2012

Symbian Carla Akan Hadir Pada Kuartal Ketiga Tahun Ini

Setelah update Symbian Anna, yang dilanjutkan dengan Symbian Belle, Nokia terus melanjutkan update berikutnya dengan nama Symbian Carla.
Symbian Carla direncanakan baru akan tiba pada kuartal 3 tahun ini, dan baru akan diterapkan pada ponsel-ponsel Nokia pada kuartal terakhir tahun ini.
Nokia juga diduga sedang merencanakan pengiriman Nokia 603, Nokia 700 dan Nokia 701 bersama Carla di kuartal ketiga tahun ini. Daftar perangkat yang akan segera diupdate termasuk Nokia N8, C7, E7, X7, E6 dan C6-01.
Nokia dikabarkan berencana untuk menghadirkan handset flagship Symbian sebagai penerus Nokia N8, dan kemudian fokus hanya pada Windows Phone dan Seri 40 saja.
Setidaknya Nokia akan menyiapkan dua handset tambahan selain penerus Nokia N8, dan semuanya akan dilengkapi dengan Carla.

From beritateknologi.com
read more

Google Akan Luncurkan OS Android 5.0 Jelly Bean Pada Kuartal Ketiga Tahun Ini


Baru-baru ini muncul sebuah rumor yang menyatakan bahwa Android 5.0 Jelly Bean akan diluncurkan pada kuartal ketiga tahun ini. Sebelumnya ada rumor yang menyatakan bahwa Google akan meluncurkan Android Jelly Bean pada kuartal kedua tahun ini.
Dikutip dari BGR, Pada kuartal ketiga, Google akan meluncurkan generasi OS selanjutnya Android 5.0 Jelly Bean. Google selalu menggunakan nama makanan penutup dalam urutan abjad sebagai rujukan untuk versi Android.
Pada kuartal kedua ini, OS terbaru Google yang telah hadir, Ice Cream Sandwich akan segera diluncurkan pada hanset Samsung, HTC, Sony dan beberapa vendor ponsel lainnya. HTC telah mengumumkan tiga perangkat Android 4.0 mereka, One X One S dan One V. Dan Samsung berencana meluncurkan Android 4.0 pada Galaxy S III di bulan April.
read more

Thursday, March 22, 2012

Nokia Rombak Antarmuka Windows Phone di Lumia?


Konsep tampilan antarmuka yang dikostumisasi Nokia untuk produk Windows Phone



Nokia memang punya hubungan "mesra" dengan Microsoft ketika keduanya fokus mengembangkan perangkat Windows Phone.

Saking "mesranya," Microsoft memberikan wewenang kepada Nokia untuk mengkostumisasi tampilan antarmuka Windows Phone.

Situs teknologi PocketNow mengabarkan, ada sebuah screenshoot berupa tampilan antarmuka yang telah dikostumisasi Nokia untuk ponsel Windows Phone besutan mereka, Nokia Lumia.

Hal ini dilakukan agar produk Windows Phone dari Nokia punya identitas tersendiri.

Jika tampilan Windows Phone 7.5 (Mango) terkenal dengan antarmukanya yang serba kotak-kotak, maka Nokia disebut mengkostumisasi tampilan tersebut menjadi lebih ceria dan nampak lebih cocok untuk kaum perempuan.

Kabarnya, desainer yang merancang antarmuka tersebut adalah karyawan senior Nokia dari divisi penelitian dan pengembangan. Namun, karyawan yang bersangkutan telah pindah ke perusahaan lain.

Ketika dikonfirmasi ke pihak Nokia, juru bicara mengatakan bahwa gambar tersebut hanyalah proyek pribadi desainer yang telah hengkang dari Nokia tersebut. Pabrikan asal Finlandia ini tdak akan menjadikannya sebagai proyek resmi Nokia.

Meski telah dibantah, bisa jadi antarmuka tersebut akan benar-benar digunakan karena kabar Nokia akan membuat desain antarmuka sendiri telah bergulir sejak tahun lalu.

From kompas.com
read more

"New iPhone" Akan Pakai Layar 4,6 Inci?

Setelah beberapa generasi iPhone selalu menggunakan layar berukuran 3,5 inci, Apple akhirnya "menyerah" akan menggunakan layar yang lebih besar di iPhone 5 atau bisa juga akan disebut "New iPhone".

Apple dikabarkan akan membuat iPhone terbaru dengan layar 4,6 inci pada kuartal II-2012.

Seperti dikutip dari sebuah media Korea Selatan dan dilansir Reuters, Apple telah memutuskan untuk memakai rentang layar yang lebih besar dan lebih tajam untuk iPhone terbaru. Kabarnya, Apple juga telah mulai memesan layar ke perusahaan pemasok.

iPhone terbaru nanti juga akan menggunakan layar Retina Display dan akan lebih memiliki tampilan "high definition". Bahkan, jumlah kerapatan piksel di iPhone terbaru nanti akan sama dengan yang ada di iPad terbaru.

Sekadar catatan, iPad generasi ketiga memakai resolusi 2048 x 1536 pixel dengan kepadatan 264 piksel per inci. Artinya, tampilannya mendekati tampilan cetak/majalah jika dilihat dari jarak 15 inci.

Sementara resolusi iPhone 4 atau 4S yaitu 640 x 960 piksel dengan 330 ppi, serta iPod touch (326 ppi).

Ketika dikonfirmasi, perusahaan pemasok layar utama Apple seperti LG Display dan Samsung Electronics Co enggan memberikan komentar atas rencana Apple tersebut.

From kompas.com
read more

Monday, March 19, 2012

2012, Telkomsel Siap Implementasikan 4G LTE

Jaringan 4G LTE merupakan teknologi yang ikut mengubah gaya hidup digital.
Jaringan dan layanan data memang sudah menjadi kebutuhan penting. Ini menyebabkan perangkat mobile terbaru pun kini dilengkapi jaringan 4G, dengan teknologi Long Term Evolution (LTE). Contoh teranyar adalah saat Apple mulai memasang teknologi 4G LTE di The New iPad.

Perkembangan teknologi jaringan pun diperkirakan akan mengubah gaya hidup digital (digital lifestyle). Pengguna perangkat mobile kini tidak membutuhkan gadget mereka sebatas untuk telepon atau SMS semata, tapi membutuhkannya untuk akses layanan data.

Tapi jaringan 4G LTE di Indonesia belum tersedia secara optimal, terutama untuk penggunaan komersial. Salah satu provider seluler, Telkomsel, kemudian menyatakan siap memenuhi jaringan 4G LTE.

"Telkomsel memiliki pondasi kuat dan siap mengimplementasikan jaringan 4G dengan teknologi Long Term Evolution (LTE), didukung oleh ketersediaan ekosistem device dan layanan data.” kata Ricardo Indra, Head of Corporate Communications Division Telkomsel, dalam keterangan tertulisnya.

Indra kemudian menjelaskan, LTE memang penting karena memungkinkan kecepatan transfer data dan memberikan coverage dan kapasitas layanan yang lebih besar. "Perkembangan teknologi telekomunikasi ini lahir karena meningkatnya kebutuhan layanan data,“ tutur Indra.

Saat ini, Telkomsek memiliki lebih dari 44.000 jumlah Base Transceiver Station (BTS), termasuk 9.500 Node B atau BTS untuk jaringan 3G. Adapun kapasitas bandwidth-nya sebesar 20 Gbps.

Untuk menunjang penggunaan jaringan data packet switch, tahun 2011 Telkomsel telah menyiapkan 27 SGSN (Serving GPRS Support Node) dan 10 GGSN (Gateway GPRS Support Node). Semakin besar kapasitas SGSN dan GGSN, semakin besar pula jumlah pelanggan data yang dapat diakomodir oleh jaringan Telkomsel.

“Ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan kecepatan akses terhadap beragam layanan komunikasi data yang juga memicu pertumbuhan ekonomi dan masyarakat Indonesia," kata Indra.

From vivanews.com
read more

Resolusi New iPad dalam 'Mata' Mikroskop

Kehadiran The New iPad, yang juga sudah dijual secara luas, sepertinya sudah mengobati kerinduan pecinta tablet besutan Apple ini. Dengan resolusi 2048 x 1536 pixel, yang merupakan resolusi terbaik pada tablet saat ini, Apple cukup sukses meraih keuntungan di pekan pertama penjualan iPad terbarunya.

Namun, mengutip laman Mashable, jika melihatnya dengan menggunakan mikroskop, resolusi layar New iPad lebih kecil dibandingkan dengan yang digunakan dalam layar iPad 2.

Ini dibuktikan oleh desainer antarmuka, Lukas Mathis. Ia yang memiliki mikroskop digital dan baru punya New iPad, memutuskan untuk memasang beberapa screenshot dari layar, dengan diperbesar 80 kali. Sebagai perbandingan, ia juga memiliki gambar dari smartphone dan tablet lain dengan perbesaran yang sama.

Seperti yang Anda lihat pada gambar, perbedaan antara pixel dari iPad 2 dan New iPad ini cukup mengejutkan. Bahkan, hanya dua perangkat lainnya dari galeri Mathis itu yang memiliki piksel lebih kecil dari New iPad, yaitu iPhone 4S dan Xperia iPhone, yang memiliki resolusi layar 4-inci 854 x 480 piksel.

Perangkat lain yang termasuk dalam kelompok ini adalah Kindle Fire, Google Nexus One, dan Nintendo 3DS.
Berikut foto-foto perbandingannya:
The New iPad



iPad 2


iPhone 4S

(art)

From vivanews.com
read more

New iPad dikeluhkan Cepat Panas

Kehadiran The New iPad di sepuluh negara disambut penuh antusias oleh pecinta Apple, dengan antrean yang mengular di penjualan hari pertama. Namun, antusiasme tablet terbaru Apple ini juga disertai masalah: overheat atau cepat panas.

Mengutip DeviceMag, Beberapa hari sejak Apple menjual iPad baru ini di sepuluh negara, sejumlah post di forum-forum internet mulai banyak yang mengeluh tentang masalah ini. Para pengguna merasakan tidak nyaman dengan iPad anyar mereka yang lebih cepat panas.

Kabar soal overheating ini bukan hanya terjadi pada New iPad saja. Seri iPad sebelumnya juga disebut memiliki masalah sama. Namun analis merasa bahwa iPad baru ini seperti merangkum semua masalah sebelumnya, dengan bagian dalamnya yang khas.

New iPad ini dilengkapi dengan baterai yang lebih besar dari pendahulunya. Tak hanya baterai, iPad baru ini juga dilengkapi dengan chip A5X, yang disebut memiliki kinerja lebih baik ketimbang A5 di iPad 2.

Kedua faktor ini dianggap cukup kuat untuk membuat New iPad menjadi lebih cepat panas lebih dari seri sebelumnya.

Menariknya, di sejumlah posting forum tentang New iPad, banyak pengguna yang mengeluh tentang cepat panas di sudut kiri bawah, saat iPad dipegang dalam orientasi portrait atau posisi berdiri.

Selain itu, ada juga kasus saat New iPad baru saja dimatikan, kemudian muncul pesan pop up yang mengatakan, "iPad harus didinginkan terlebih dahulu". Setidaknya sekali pesan tersebut datang pada saat pemakaian digunakan di bawah sinar matahari.

Hal ini tidak tidak mengherankan, karena gadget seperti iPad dan iPhone tidak dilengkapi kipas di bagian dalam. Selain itu, suhu operasi kisaran untuk New iPad adalah antara 32° sampai 95° F (sekitar 0° hingga 35° C).

Sepertinya Apple telah menyadari masalah ini. Ada laporan dari staf Apple yang menegaskan bahwa iPad terbaru ini semakin panas dari yang sebelumnya karena ukuran baterainya lebih besar.

Namun, pengguna iPad tak perlu khawatir, setidaknya satu orang telah melaporkan bahwa Toko Apple telah mengganti iPad secara mudah, ketika ia mengeluh tentang masalah overheating ini.

From vivanews.com
read more

Air pengganti Joystick Untuk Main Game

Masih ingatkah kalian saat bermain game menggunakan Joystick? Sekarang ini penggunaan Joysctick sudah banyak digantikan dengan game yang menggunakan touchscreen atau sekarang ini kalian cukup menggoyang-goyangkan ponsel saja saat bermain game, seperti saat bermain game Asphalt pada iPad? Memang perkembangan dalam dunia game tak akan pernah ada habisnya, pasti ada saja inovasi-inovasi baru dari para penciptanya.

Akhir-akhir ini, cara bermain game yang unik sedang dikembangkan oleh Luc Geurts dan Vero Vanden Abeele dari Fakultas Teknik Leuven, Belgia. Mereka mengembangkan cara bermain game dengan menggunakan semangkuk air, yang disebut dengan Splash Controller. Splash Controller ini terbuat dari mangkuk kayu yang diliputi elektroda pada permukaan dalamnya. Isi mangkuk dengan air untuk melengkapi rangkaian dan aktifkan elektroda, hal ini memungkinkan komputer untuk mendeteksi keberadaan cairan dan akan menfsirkan berbagai gerakan seperti memutar-mutarkan mangkuk atau memercikkan airnya. Dengan hanya 5 volt tidak mungkin kita akan tersetrum listrik. Jadi cukup aman.

Sejauh ini, Geurt baru menciptakan pengenalan pola sederhana untuk game yang digunakan bersama dengan controller, tapi dia bilang sesegera mungkin bisa untuk mengontrol karakter pada layar dengan membolak-balikkan air. Mungkin masa depan bisa saja permainan air pintar yang bisa digunakan untuk mainan anak kecil atau bisa juga game yang dirancang untuk orang yang cacat fisik dengan mengajarkan mereka cara memanipulasi controller.

Memang perkembangan teknologi di dunia ini tak akan bisa dihentikan. Bagaimana komentar anda tentang hal ini?
 
From http://www.notwish.com/2012/03/air-pengganti-joystick-untuk-main-game.html
read more

Sunday, March 18, 2012

Distance does not matter: Kuliah jarak jauh yang murah dan efektif

KulOn: Kulian Online :)
Saat terjadi gonjag-ganjing anggota DPR yang studi banding ke Australia pada tahun 2011, banyak yang berpendapat bahwa studi banding itu tidak perlu. Setidaknya ada dua alasan. Pertama biayanya sangat mahal dan kedua ketersediaan teknologi informasi sudah memungkinkan interaksi tanpa harus datang ke seberang benua. Untuk alasan kedua ini, saya setuju dari awal dan kini lebih setuju lagi.
Tanggal 5 Maret 2012 saya memberi kuliah online untuk mahasiswa program Master Teknik Industri ITS, Surabaya. Sementara saya sendiri berada di Wollongong, Australia. Kuliah yang berlangsung lebih dari satu jam itu berjalan sangat nyaman, lancar dan nyaris tanpa gangguan koneksi internet. Interaksi bisa berlangung sangat baik sehingga saya dan peserta lupa bahwa jarak yang memisahkan kami sesungguhnya sekitar 5000 kilometer dengan empat jam perbedaan waktu. Menariknya, saya bisa memberi kuliah dari unit apartemen saya di Wollongong tanpa perlu menyiapkan perangkat khusus. Saat persiapan kuliah dilakukan, saya bahkan bisa sambil masak lele bumbu sere kesukaan saya. Singkat kata, kuliah online lintas benua itu begitu mudah, sangat sederhana dan tanpa tambahan investasi apapun. Kalaupun ada, investasi ini bernama waktu. Sara rasa ini adalah salah satu bentuk kontribusi kecil yang bisa diberikan oleh mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di luar negeri.

Adalah Dr. Imam Baihaqi, kawan baik saya yang merupakan dosen di Teknik Industri ITS, yang mengusulkan kuliah online ini. Kami berteman sejak 2003 ketika sama-sama mengikuti pendidikan Bahasa Inggris (English for Academic Purposes) di Jakarta tahun 2003 silam, saat kami siap-siap berangkat ke Australia untuk pendidikan lanjut dengan beasiswa Australian Development Scholarship (ADS). Persahabatan yang baik memang bisa jadi cikal bakal kolaborasi professional yang tidak terduga manfaatnya.
Kuliah online itu menggunakan dua perangkat komunikasi yaitu Skype yang sudah sangat umum dan Team Viewer, sebuah perangkat mirip skype yang memiliki fasilitas “meeting”. Menariknya, kedua perangkat ini gratis segratis-gratisnya. Meski demikian, keduanya juga memiliki versi berbayar untuk keperluan yang lebih kompleks. Yang jelas, untuk kepentingan kuliah umum tersebut, versi gratis sudah lebih dari cukup.
Sebelum kuliah online saya mengunduh Team Viewer dari websitenya, www.teamviewer.com, dan menginstalnya di laptop. Semuanya dilakukan sangat mudah, hanya dalam hitungan menit. Setelah terinstal, Team Viewer bisa dijalankan dengan tampilan seperti Gambar 1 (kiri):
Gambar 1 Jendela awal (kiri) dan meeting (kanan) Team Viewer
Untuk memulai menggunakannya, saya harus memilih tab “Meeting” lalu mengklik tombol “Start instant meeting” sehingga muncul jendela baru seperti Gambar 1 (kanan). Dengan ini, artinya saya sedang merancang sebuah pertemuan dan saya menjadi “tuan rumah” atau host dari pertemuan tersebut. Di jendela yang baru ini juga akan muncul “Meeting ID” yaitu sebuah identitas unik yang akan digunakan oleh pihak lain jika ingin bergabung dengan “meeting” yang saya rencanakan. Dalam contoh ini, “Meeting ID” saya adalah m47-628-783.
Dalam kuliah online hari ini, Pak Imam sudah siap dengan sebuah komputer di kelasnya di ITS Surabaya yang terhubung ke internet. Dalam hal ini, mengikuti kuliah online pada dasarnya adalah mengikuti (join) meeting yang sudah saya rancang dengan menjalankan Team Viewer. Dengan demikian, Pak Imam di Surabaya cukup memasukkan “Meeting ID” yaitu m47-628-783 di jendela Team Viewer (lihat Gambar 1 – kiri) lalu mengklik “Join meeting”. Alternatifnya, Pak Imam tidak harus menginstal Team Viewer, cukup dengan browser yang memiliki flash add on. Disarankan menggunakan Google Chrome atau Mozila FireFox. Dengan browser ini, “join meeting” bisa dilakukan dengan mengunjungi http://go.teamviewer.com/ dan memasukkan “Meeting ID” seperti pada tampilan Gambar 2.
Gambar 2 Team Viewer yang diakses dari Browser
Sesaat setelah itu, saya akan melihat di jendela meeting saya ada koneksi dari 1 pengguna yang artinya ada satu pihak yang sedang mengikuti meeting saya. Saya harus memastikan bahwa “screen sharing” sudah diaktifkan (lihat “screen sharing” pada Gambar 1 – kanan) sehingga Pak Imam, atau siapapun yang mengikuti meeting saya, bisa melihat layar komputer saya melalui komputernya. “Peserta” meeting ini bisa lebih dari satu di lokasi berbeda dengan memasukkan Meeting ID seperti penjelasan sebelumnya. Artinya, memungkinkan bagi saya untuk memberi kuliah dari Wollongong dengan beberapa kelompok peserta di Surabaya, Yogyakarta, Amerika atau tempat lain. Selain itu, partisipasi juga bisa dilakukan dengan mobil device lain seperti iPhone dan iPad. Saya belum pernah mencoba menggunakan merek lain, tetapi saya yakin perangkat berbasis Android juga memiliki kemampuan menggunakan Team Viewer.
Mulai saat ini, layar komputer saya sudah ‘terkloning’ pada komputer Pak Imam di Surabaya. Karena komputer di Surabaya terhubung ke LCD proyektor maka apa yang Nampak di layar komputer saya, nampak juga di sebuah layar besar di depan kelas. Jika saya menampilkan bahan kuliah berupa presentasi Power Point maka yang nampak di Surabaya adalah presentasi yang sama. Inilah inti dari kuliah online itu. Saya menjalankan presentasi di laptop saya di Wollongong dan mahasiswa melihat hal yang sama di Surabaya melalui layar besar di depan kelas seperti pada Gambar 3.
Gambar 3 Tampilah bahan kuliah/presentasi di layar besar di Surabaya
Bagaimana dengan suara? Meskipun Team Viewer memiliki fasilias transfer suara yang bernama “Voice over IP”, kami memilih untuk menggunakan perangkat lain yaitu Skype. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualias gambar presentasi dan suara sama-sama bagus karena ditangani secara terpisah menggunakan perangkat yang berbeda. Konsekuensinya, saya dan Pak Imam masing-masing harus memiliki dua komputer yaitu satu komputer untuk interaksi Team Viewer (untuk gambar hasil kloning layar komputer saya) dan satu komputer lagi untuk interaksi dengan Skype (suara dan video). Misalnya di Surabaya ada dua komputer A dan B maka komputer A adalah untuk interaksi dengan Team Viewer yang terkoneksi ke LCD proyektor dan komputer B adalah untuk interaksi menggunakan Skype dengan volume speaker yang dibesarkan agar suaranya terdengar oleh semua peserta kuliah. Selain untuk suara, koneksi Skype juga digunakan untuk mentransfer video. Dengan demikian, saya bisa melihat suasana di kelas dengan leluasa dan peserta kuliah bisa mendengar sekaligus melihat saya karena komputer B juga terhubung ke LCD proyektor. Hal ini bermanfaat secara psikologis mengingat saya merasa benar-benar mengajar secara langsung karena bisa melihat reaksi peserta. Ini berarti bahwa kamera pada komputer B mengarah ke ruang kelas.
Sementara itu saya di Wollongong menghadapi dua komputer yang saling berdekatan, sebut saja komputer 1 dan 2. Komputer 1 adalah host Team Viewer untuk menjalankan presentasi saya (terhubung dengan komputer A di Surabaya) dan kompuer 2 untuk koneksi Skype yg mentransfer suara dan video saya ke Komputer B di Surabaya. Saya menggunakan iPad sebagai komputer 2 dan bisa mengamati suasana di Surabaya seperti yang nampak pada Gambar 4.
Gambar 4 Tampilan di iPad menggambarkan suasana di ruang kelas di Surabaya
Dengan pengaturan seperti ini, pengalaman memberi kuliah benar-benar seperti live, sangat mengesankan dan interaktif. Saya bisa berkelakar dan mahasiswa merespon dengan baik. Saya juga bisa melihat ekspresi mereka. Pengalaman kuliah tanggal 5 Maret 2012 sangat baik, saya melihat wajah-wajah antusias. Saya yakin, kuliah online ini juga menjadi sesuatu yang baru bagi kebanyakan peserta. Tentu menjadi pengalaman yang baru melihat seorang dosen muncul di layar seperti pada Gambar 5 berikut.
Gambar 5 Tampilan video dosen yang ditayangkan dengan LSD proyektor
Harus diakui ada jeda dalam transisi animasi atau dari satu lembar tayang ke lembar tayang berikutnya tetapi itu sama sekali tidak mengganggu jalannya kuliah. Pemberi dan peserta kuliah memang perlu sedikit lebih sabar karena transisi antarlembar tayang bisa berlangsung 5-7 detik. Jika sudah diantisipasi, hal ini tidak menimbulkan masalah sama sekali.
Selain kuliah monolog, interaksi tanya jawab juga berlangsung sangat lancar. Rupanya Pak Imam menggunakan komputer dengan microphone yang cukup sensitive sehingga peserta cukup berada di deretan bangku terdepan dan saya sudah bisa mendengar suara mereka. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta kuliah dapat saya dengar dan tanggapi dengan baik. Selain itu, saya juga mengawali kuliah dengan menyebut akun twitter saya dan meminta peserta untuk bertanya lewat twitter dengan metode mention saat kuliah berlangsung. Dengan demikian, saya bisa melihat pertanyaan melalui twitter untuk dibahas saat diskusi. Hal ini juga untuk membantu mereka yang masih kesulitan dalam berekspresi secara verbal di depan umum. Dalam kuliah pagi tadi, saya menerima beberapa pertanyaan lewat twitter.
Harus diakui, pengalaman memberi kuliah online ini sangat berkesan bagi saya. Tidak saja saya telah berkesempatan berbagi, saya juga belajar banyak dan terinspirasi untuk menerapkan metode ini secara berkala. Kalau banyak orang yang mengatakan anggota DPR tidak perlu studi banding dan teknologi informasi sudah bisa menggantikannya, maka istilah dosen terbang mungkin juga perlu ditinjau lagi. Rupanya perlu adanya revisi terhadap pemahaman bahwa jarak bisa menjadi tirani seperti yang diungkapkan Geoffrey Blainey dalam bukunya “The Tyranny of Distance”. Dengan adanya teknologi informasi yang semakin terjangkau, distance does not matter. Bahwa jarak yang jauh sudah tidak layak lagi mendikte sebuah interaksi.

from netsains.net
read more

Saturday, March 10, 2012

Digital Native dan Sekolah Hari Ini

Digital native sebuah istilah sempat dipopulerkan Marc Prensky pada awal tahun 2001, sebuah bagi generasi yang lahir pada era digital, sementara yang lahir pada generasi sebelumnya namun akrab dengan teknologi digital disebut digital immigrant. Menurut Prensky, generasi digital native adalah mereka yang sejak lahir telah dilingkupi oleh berbagai macam peralatan digital seperti komputer, videogame, digital music player, kamera video, telpon seluler serta berbagai macam boneka dan perangkat yang khas era digital. Mereka sangat fasih dengan bahasa teknologi digital dan Internet. Bagi anak digital native, penggunaan Internet entah melalui PC, laptop atau telpon seluler bukan lagi menjadi hal yang mewah atau singkatnya generasi ini sangat akrab dengan Internet.
Setidaknya itulah yang menyebabkan saya dapat memahami Dodo, bocah kecil yang baru 6 tahun itu dengan tangkas menyalakan laptop dan membuka situs game online kesukaannya. Dia main games dengan serius seperti orang dewasa nonton berita. Matanya nyaris tak berkedip dan penuh konsentrasi. Sesekali dia berteriak kegirangan, terkadang juga mengeluh kesal. Seru sekali. Lama kelamaan dia bosan juga. Akhirnya dia membuka situs youtube dan menonton film kartun Ipin Upin kesukaannya. Asyiknya…
Itulah fenomena yang terjadi di sekitar kita saat ini. Bukan hal yang aneh lagi melihat anak kecil bisa mengakses internet. Mereka juga sudah biasa menggunakan perangkat seluler untuk menelepon atau sms. Bahkan menggunakan aneka gadget modern seperti mp3, camera digital, tablet pc dan semacamnya sudah menjadi keseharian mereka. Sungguh berbeda anak kecil saat ini dengan anak-anak di masa lalu.
Mengubah Cara Bukan Isi

Agus Sampurno pernah menyatakan bahwa akan tiba saatnya sekolah tidak lagi terkungkung pada empat tembok yang membatasi. Tapi akan meluas dan melewati batas yang ada sekarang. Banyak sekali tipe kurikulum yang sudah dirancang dan diluncurkan namun sedikit banyak siswa-siswi kita sekarang bukan lah menjadi pengguna atau sasaran yang tepat dari kurikulum-kurikulum tersebut.
Siswa dan siswi kita sekarang tumbuh dalam dunia pertumbuhan dunia digital yang sangat cepat. Ada yang mengatakan perbandingannya 1:7 artinya satu tahun didunia nyata sama dengan 7 tahun di dunia digital. Sebuah percepatan yang luar biasa. Apa mau dikata siswa dan siswi kita berpikir dan berbicara dalam bahasa yang berbeda dengan kita. Mereka adalah pemilik dan penduduk asli dunia digital.
Disinilah para guru dituntut untuk mampu merubah cara atau metode pembelajarannya dalam menyampaikan materi kepada siswa. Sebagai guru kita perlu juga menyadari benar bahwa dunia terus berubah sedemikian cepatnya, sehingga sejatinya sangatlah sulit untuk memastikan gambaran sekolah seperti apa yang cocok untuk abad 21 dan sesudahnya. Demikian halnya dengan  industri dan pekerjaan yang tersedia dan ditawarkan di masa depan hingga kini belum ada dan mungkin akan sangat berbeda dengan yang ada di masa lalu dan masa kini. Namun satu hal yang pasti, apa yang dikatakan John Dewey pada masa lalu tetap relevan dan benar hingga kini, yakni bahwa “If we teach our children as we did yesterday, we rob them of the future” (Gateway, 2008: 6).
Menurut beberapa pakar, banyak sekolah yang ada sekarang sudah ketinggalan zaman. Sistem yang digunakan di sekolah-sekolah itu (termasuk di Indonesia) merupakan sistem yang dirancang untuk dunia agraria dan manufaktur. Sistem yang diterapkan pada sekolah-sekolah itu sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dunia abad 21. Berkaitan dengan itu, Schlechty mengatakan, “The unfortunate fact is that our educational system is working as it was designed to work, but the way it was designed to work is not adequate to our present needs and expectations” (Schlechty 2005, xii). Sekolah-sekolah di masa lalu (sekolah konvensional) dirancang untuk membuat siswanya mengenal huruf, dapat membaca dengan baik, mengenal angka, dan kemudian mampu untuk mencapai standar akademis yang tinggi bagi para siswanya. Itu semua telah tercapai kini (Schlechty 1997, 11). Tetapi, dunia telah berubah dan terus berubah sedemikian cepatnya (fast-placed manner). Lingkungan para siswa yang ada sekarang berbeda dari lingkungan para siswa di masa lalu untuk siapa sekolah-sekolah itu dirancang. Oleh karena itu, guru dan sekolah konvensional sudah tidak zamannya lagi, sekarang merubah cara mengajar lebih penting daripada mempermasalahkan banyaknya materi yang harus disampaikan.
Dengan semua kondisi ini, pertanyaan terakhir yang harus segera dijawab adalah sekolah seperti apakah yang diperlukan untuk dunia pendidikan abad 21? Secara sederhana dapat dikatakan bahwa sesuai dengan lingkungan pertumbuhan anak-anak era digital dan tuntutan dunia kerja di masa depan yang akan sangat berbeda dengan yang sekarang ada, maka sekolah abad 21 harus menyertakan dan memperhitungkan keahlian-keahlian abad 21 di dalam kurikulumnya demi memenuhi harapan dan kebutuhan para siswa era digital ini. Secara umum, keahlian yang harus dikuasai dan dimiliki oleh siswa era digital adalah keahlian di bidang informasi dan komunikasi, keahlian berpikir dan memecahkan masalah, keahlian interpersonal dan pengarahan diri (self- directional). Keahlian-keahlian ini sejatinya telah tercakup dalam kurikulum standar dunia pendidikan dewasa ini, namun dalam abad 21, keahlian- keahlian ini semakin jauh berkembang (meluas) dari yang ada di masa lalu.
Materi pembelajaran yang diajarkan pada abad 21 perlu dilengkapi dengan contoh-contoh yang relevan dari dunia abad 21; siswa harus mampu melihat keterkaitan antara apa yang mereka pelajari dengan kenyataan yang mereka lihat pada lingkungan di sekitar mereka. Siswa mesti mendapatkan dan menggunakan perangkat atau piranti-piranti yang mereka perlukan yang dapat menggambarkan lingkungan pekerjaan yang nyata agar mereka mendapatkan keahlian-keahlian yang diperlukan pada level yang tinggi sebagaimana yang diharapkan dari mereka untuk menghadapi tantangan abad 21 (Barriors: 8).
Untuk itu maka, sekolah abad 21 harus mengintegrasikan teknologi (laptop, notebook, ipad, smartboard, termasuk internet) ke dalam seluruh proses pembelajarannya. Sekolah abad 21 harus menyediakan suatu lingkungan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan sikap ingin tahunya, mengajarkan ketrampilan-ketrampilan yang bermanfaat untuk kehidupan siswa di masa depan dan memungkinkan mereka untuk mempraktekan kemampuan untuk bekerja secara kolaboratif di dalam tim untuk mencari tahu, memecahkan masalah, membuat dan mengkomunikasikan hasil pekerjaan mereka melalui wadah dan bentuk yang paling sesuai dengan kondisi dan kapasitas anak abad 21 yang digital-based. Dalam hal ini secara tidak langsung peran guru pun beralih dari menjadi sumber informasi tunggal ke pendamping atau mentor bagi para siswa.
 
from netsains.net
read more

Sunday, February 19, 2012

Mesin Tik Jadul jadi Keyboard I-Pad


 


Tahukah Anda, tak sedikit penulis senior yang hingga kini masih sulit menyesuaikan diri untuk berkarya lewat perangkat komputer atau laptop?

Misalnya saja, penulis gaek Remy Sylado, yang masih terus menulis lewat mesin ketik lawasnya.
Nah, kini orang-orang seperti Remy, bakal semakin mudah untuk terus berkarya, karena kini telah tersedia mesin ketik lama yang bisa terhubung dengan komputer melalui pangkalan USB.
Dengan sistem ciptaan Jack Zylkin, asal Philadelphia, Pennsylvania AS, informasi yang ditulis melalui sebuah mesin ketik bisa dikonversi menjadi informasi digital yang dapat diolah oleh komputer modern.
Jadi, dengan mesin bernama USB typewriter ini, setiap orang bisa mengetik di kertas menggunakan mesin ketik lama, sekaligus mengetik di layar komputer manapun, yang telah memiliki pangkalan USB. Baik komputer Windows, maupun komputer Mac.
Tak perlu pengkabelan yang rumit, sebuah mesin ketik lawas bisa disulap menjadi papan kunci komputer modern, dengan menambahkan adapter USB di bagian belakang alat ini.
Nih Video nya

read more

Saturday, January 14, 2012

Mengubah Dunia dengan Lenovo DoNetworkID Program


Jika ditilik, kualitas orang Indonesia sesungguhnya tak kalah dengan bangsa lain.  Terbukti ada begitu banyak prestasi dunia yang kita cetak dalam bisa sains.  Sudah sering kan baca berita tentang pelajar kita yang jadi langganan juara Olimpiade Fisika, Kimia, atau Matematika? Nah, itu bukti dari sisi akademis kita cukup gemilang.

Dari sisi teknologi juga tak kalah.  Sebut saja Onno W Purbo yang cukup dikenal di komunitas teknologi informasi dunia, khususnya penggiat Open Source, dan banyak diundang ke berbagai negara berkat aplikasi rancangannya.  Tidak ketinggalan Satya Witoelar, anak negeri yang membangun layanan sosial media pertama di dunia yang berbasis lokasi, Koprol. Dan masih banyak nama lainnya.



Bisakah kita menjadi seperti mereka, para innovator itu?  Mengapa tidak? Dengan membajirnya arus informasi yang kian deras, didukung aneka fitur teknologi yang mempermudah proses belajar dan membangun jaringan, hidup kita sesungguhnya kian dimudahkan.  Untuk menyerap ilmu pengetahuan, kita tak perlu lagi berkutat di depan kelas berlama-lama.  Cukup klik sana sini di depan layar komputer, dan informasi berdatangan dari segala penjuru dunia.  Masih kurang?  Bergabung dengan jejaring sosial, menemukan orang-orang yang menekuni minat sama, atau bahkan berkomunikasi dengan idola kita bukan hal yang mustahil. Era teknologi informasi membuat kompetisi makin berat, namun juga memancing kreativitas.  Siapa yang paling kreatif dan penuh ide, dia akan unggul di bisangnya.  Teknologi pendukungnya sudah ada di depan mata, yaitu internet beserta semua aplikasinya yang menarik.
Siapa Pun Bisa Jadi Inovator
Intinya, siapa saja sebenarnya bisa menjadi penemu atau inovator. Wow, bagaimana caranya? Ikuti saja apa yang manjadi minatmu selama ini, passion-mu.  Dengan menekuni bidang yang kita suka, otomatis kita akan bersemangat belajar segala sesuatu yang berhubungan dengan bidang tersebut. Kemudian, analisa sekelilingmu, apa yang menjadi problematika orang-orang di sekitar kita dan belum ada solusinya?  Lalu, cobalah gunakan kreativitasmu untuk mencari solusi dari problem tersebut.  Sudah dapat? Segeralah beraksi untuk mengembangkannya menjadi sebuah inovasi baru.
Masih buntu juga? Bisa ikuti sebuah program yang baru saja dugulirkan, bernama Lenovo DoNetworkID Program. Tak harus sendirian kok, kamu bisa membentu suatu tim untuk mengikuti program ini.  Carilah teman-teman yang seide denganmu, lalu ajukan ide kreatifmu.
Lenovo DoNetworkID Program ini menantang kita semua.  Setiap 90 hari, ada tantangan untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Untuk memulai, fokus temanya adalah Penemuan. Bagaimana caranya menciptakan hari esok yang lebih baik? Dan apa yang bisa kita capai apabila kita bekerja sama? Mari kita lihat apa tantangannya.
Tantangan pertama adalah  mendesain sebuah “classroom in a box” yang bisa dikirim ke daerah terpencil dimana pendidikan berkualitas masih kurang. Tantangan kedua, menciptakan solusi baru untuk menjawab masalah kemacetan. Tantangan ketiga adalah, temukan produk konsumen baru yang dirancang untuk membawa efek positif bagi lingkunganmu. Lalu terakhir adalah tantangan beragam, yaitu untuk memfasilitasi mereka punya ide yang tidak ada dalam kategori tantangan apapun.Oh ya, temuanmu harus didukung dengan teknologi, memiliki hasil akhir yang menakjubkan tetapi bisa dilakukan dalam waktu yang telah ditentukan. Syarat lain adalah temuan tersebut harus mempunyai dampak positif terhadap tantangan tersebut.  Dan tentu saja karena ini kerja tim, maka harus menampilkan/menunjukkan kerjasama antara anggota tim. Hadiahnya cukup menggiurkan lho.  Pemenang dari program ini selain jelas akan dikenal sebagai innovator, juga akan mendapatkan dana sebesar 25.000 dollar Amerika! Dengan dana sebesar itu, kamu bisa lebih banyak mewujudkan ide-ide kreatif, dan bahkan terjun di dunia bisnis.
Menarik bukan? Mulai saja pikirkan ide-idemu, dan bentuk tim yang solid.  Pendaftaran akan dibuka pada  8 Desember 2011 s/d 25 Januari 2012. Pemilihan peserta favorit: dilakukan pada 5 s/d 25 Januari 2012. Pengumuman f inalis pada 26 Januari s/d 29 Februari 2012. Dan pengumuman pemenang pada 1 Maret 2012.
Mentor top yang akan memandu kamu adalah  Budi Putra (konsultan teknologi), Nurdiansyah (peneliti dan pemerhati pendidikan), dan Onno W Purbo (independent IT writer).  Informasi lebih lengkap mengenai program menantang ini bisa diklik di  http://bit.ly/t5zUmm.
Mentor Lenovo Do Network Indonesia Onno Widodo Purbo adalah seorang penulis IT independen yang telah banyak menerima berbagai penghargaan dari instansi internasional, dan telah berperan besar dalam hadirnya internet murah di Indonesia. Beliau menaruh harapan besar pada generasi muda Indonesia yang inovatif.
Mentor Lenovo Do Network Indonesia Nurdiansah adalah seorang peneliti dan pemerhati pendidikan yang telah mengantar banyak siswa-siswi Indonesia meraih prestasi pada kompetisi-kompetisi ilmiah baik skala nasional maupun internasional.
Mentor Lenovo Do Network Indonesia Budi Putra adalah seorang full-time blogger dan konsultan teknologi, mantan country editor Yahoo! Indonesia. Tulisan-tulisannya di CNET dan SlashPhone merupakan bukti nyata dari pengetahuan dan insightnya yang dalam mengenai perkembangan teknologi.***

from netsains.com
read more

Thursday, December 29, 2011

Arti Name Server dalam Dunia Komputer



Arti name server dalam dunia komputer adalah sebuah program atau komputer server yang mengimplementasikan nama layanan sebuah
protokol . Ini peta untuk manusia lebih mengenal sistem internal, identifikasi numerik, atau penangaan komponen.
ns1 & ns 2 Jenis yang paling menonjol dari name server dalam operasi hari ini adalah name server dari Domain Name System (DNS), salah satu dari dua pokok ruang nama dari internet . Fungsi yang paling penting dari server DNS adalah terjemahan (resolusi) dari memori manusiawi dari nama domain dan nama host ke yang sesuai numerik alamat Internet Protocol (IP), Internet utama yang kedua ruang nama yangdigunakan untuk mengidentifikasi dan menemukan sistem komputer dan sumber daya pada Internet.
Arti Name Server dari DNS
Arti Name Server dari DNS (Domain Name System) Internet mempertahankan dua ruang nama utama, hirarki nama domain dan sistem alamat Internet Protocol (IP). Domain Name System mempertahankan ruang nama domain dan menyediakan layanan terjemahan antara dua ruang nama. Internet server nama mengimplementasikan Domain Name System. Sebuah server nama DNSadalah server yang menyimpan catatan DNS , seperti alamat (A, aaaa) catatan, nama server (NS) catatan, dan mail exchanger (MX) record untuk nama domain (lihat juga Daftar jenis catatan DNS ) dan merespon dengan jawaban atas query terhadap database-nya. Hirarki atas Sistem NamaDomain Internet dilayani oleh root server nama dipelihara oleh delegasi oleh Internet untuk Corporation Ditugaskan Nama dan Nomor (ICANN).
Arti Name Server Resmi
Arti name server resmi otoritatif adalah server nama yang memberikan jawaban dalam menanggapi pertanyaan yang diajukan tentang nama-nama dalam zona . Server nama otoritatif-satunya hanya mengembalikan jawaban atas pertanyaan tentang nama domain yang telah dikonfigurasi secara khusus oleh administrator. Nama server juga dapat dikonfigurasi untuk memberikan jawaban otoritatif untuk beberapa zona queries, sementara bertindak sebagai server nama caching untuk semua zona lainnya. Sebuah nama server otoritatif dapat menjadi server master atau server budak. Sebuah server master untuk zona adalah server yang menyimpan versi definitif dari semua catatan dalam zona itu. Sebuah server budak untuk zona menggunakan mekanisme update otomatis untuk menjaga salinan  identik dari catatan master. Contoh mekanisme tersebut termasuk transfer zona DNS dan protokol transfer
file. DNS menyediakan mekanisme dimana master untuk zona dapat memberitahu semua budak yang dikenal untuk zona bahwa ketika isi dari zona tersebut telah berubah. Isi zona baik secara manual dikonfigurasi oleh administrator, atau dikelola menggunakan Dynamic DNS. Source : http://en.wikipedia.org/wiki/Name_server * Arti Name Server .
Sumber : www.belajaropensource.com
read more

Friday, December 16, 2011

Beberapa Teori tentang Dampak Media terhadap Individu

 Dampak (efek) komunikasi massa bisa dibagi dua: Efek yang bersifat umum dan efek khusus. Efek umum menyangkut efek dasar yang diperkirakan dapat terjadi akibat pesan-pesan yang disiarkan melalui media massa. Komunikasi massa memiliki efek yang ”mengembang” sebab dalam banyak hal komunikasi massa telah mengambil alih fungsi komunikasi sosial. Secara umum atau luas, komunikasi massa melalui media massa telah menciptakan suatu jaringan pengertian, yang tanpa itu tidak mungkin tercipta masyarakat yang besar dan modern.
Efek seperti itu merupakan efek dasar yang terjadi dari hari ke hari secara terus-menerus. Ia tidak dapat dilihat, didengar, atau diraba, tetapi ia benar-benar terjadi.
Dapat disimpulkan bahwa terpaan media massa pada waktunya akan menimbulkan perubahan-perubahan yang mengejutkan.
Efek khusus menyangkut efek yang diperkirakan akan timbul pada individu-individu dalam suatu massa audiens pada perilaku mereka, dalam menerima pesan-pesan media massa.
Karena ada kombinasi yang berbeda-beda antara situasi, kepribadian dan kelompok di antara anggota-anggota suatu massa audiens dalam peneriman pesan, jenis efek yang mungkin timbul (the possible effect) akan berbeda-beda pula.
Intensitas perhatian individu-individu terhadap pesan-pesan media juga akan mempengaruhi efek. Misalnya: setiap hari berbagai media menawarkan sejumlah besar pesan kepada perorangan-perorangan dari penduduk yang tinggal di perkotaan. Pesan itu berbentuk: berbagai acara televisi; berbagai berita dan artikel suratkabar, majalah atau buku; berbagai pilihan film di bioskop; rekaman-rekaman kaset; iklan-iklan; dan lain-lain.
Semua itu saling bersaing untuk meraih perhatian penduduk selaku massa audiens yang potensial. Namun semua orang punya keterbatasan. Seseorang tidak mungkin menerima semua tawaran tadi, sehingga ia akan melakukan seleksi. Seleksi yang dilakukan seseorang bisa sangat berbeda dengan yang dilakukan orang lain. Bahkan, jika sudah menyeleksi, intensitas perhatiannya juga tidak terlalu tinggi.
Bagaimana media mempengaruhi audiens? Ada beberapa teori tentang ini, antara lain:
Teori Peluru Ajaib (Magic Bullet) atau Jarum Suntik (Hypodermic Needle):
Teori yang populer pada sekitar tahun 1930-an ini mengatakan, pesan media berdampak pada orang secara langsung, bisa diukur, dan dampak itu bersifat segera (immediate) kepada khalayak. Jadi, dampaknya seperti peluru yang menghantam tubuh, atau seperti tubuh yang ditusuk jarum suntik. Model jarum suntik pada dasarnya adalah aliran satu tahap (one step flow).
Namun, sekarang banyak ilmuwan berpendapat, dampak semacam ini jarang terjadi. Misalnya: Seseorang yang melihat iklan sepeda motor Honda dan dia langsung membeli motor Honda itu, persis dengan model sepeda motor yang diiklankan di TV. Atau ada orang yang melihat tayangan tentang teroris yang mengebom Hotel Marriott dan orang ini pun segera membuat bom untuk menyerang hotel.
Pendekatan ini sangat simplistik, karena mengasumsikan bahwa individu itu hanya bersikap pasif. Individu dianggap akan menyerap semua yang disodorkan media massa tanpa sikap kritis dan tanpa syarat. Padahal kenyataannya para individu membaca koran, mendengarkan siaran radio, dan menonton acara TV dengan cara yang berbeda. Bahkan para individu juga terekspos pada banyak media, sehingga yang diterima bukan cuma satu suara atau pesan tunggal.
Teori Peluru Ajaib atau Teori Jarum Suntik adalah teori dampak kuat. Dalam perkembangan berikutnya, muncul teori-teori yang merevisi model Peluru Ajaib, dan memandang dampak itu lebih bersifat minimalis. Misalnya, model Aliran Dua-Tahap (two-step flow of communication) yang diperkenalkan pertama kali oleh Paul Lazarsfeld dan Elihu Katz.
Model Aliran Dua Tahap (Two Step Flow):
Model ini dikembangkan pada tahun 1940-an oleh Paul Lazarsfeld dkk, dalam kasus pemilihan Presiden Amerika. Tidak seperti teori Peluru Ajaib, yang menganggap dampak media bersifat langsung, model aliran dua-tahap menekankan peran manusia perantara (human agency) atau tokoh-tokoh pemuka pendapat (opinion leader).
Temuan Lazarsfeld menunjukkan, peran media massa justru sangat kecil dalam mempengaruhi opini publik. Media massa hanya berhasil dalam menyampaikan atau meneruskan informasi atau pengetahuan dasar, namun sangat kurang efektif dalam mengubah sikap dan perilaku. Yang lebih besar perannya justru adalah para pemuka pendapat (opinion leaders) sebagai perantara. Temuan ini pun membuyarkan teori Jarum Suntik.
Model aliran dua-tahap ini intinya menyatakan, pesan-pesan media tidak seluruhnya mencapai massa audiens secara langsung. Sebagian besar pesan-pesan itu malah berlangsung dua tahap. Tahap pertama, dari media massa kepada orang-orang tertentu di antara massa audiens, atau kalangan yang kita sebut pemuka pendapat (opinion leaders).
Pemuka pendapat adalah orang yang memiliki akses terbesar terhadap media, dan memiliki pemahaman yang lebih tinggi terhadap konten media. Merekalah yang kemudian menjelaskan dan menyebarkan konten tersebut kepada orang-orang lain. Mereka berfungsi sebagai penjaga gawang (gate keepers) atas pesan media. Dari sini, pesan media diteruskan kepada anggota massa audiens lainnya (tahap yang kedua), sehingga pesan-pesan media akhirnya mencapai seluruh penduduk.
Para opinion leaders dan pengikutnya (followers) secara keseluruhan adalah massa audiens. Pada umumnya, opini leaders lebih banyak bersentuhan dengan media massa ketimbang para followers. Karena posisinya, opinion leaders mempunyai pengaruh terhadap followers. Atas peran para leaders-lah, pelan-pelan media memperoleh efek-efek yang kuat.
Tanpa opinion leaders, walaupun pesan-pesan media sampai kepada massa audiens secara langsung, komunikasi cenderung tidak efektif. Pada tahap kedua ini, yang terjadi adalah komunikasi antarpribadi.
Opinion leader tidak harus merupakan pemimpin dengan otoritas resmi di masyarakat (presiden, menteri, gubernur, walikota, dan sebagainya). Tetapi orang-orang yang dekat dan dipercaya oleh warga. Pemuka pendapat bisa merupakan orangtua, suami/istri, kakak, pacar, sahabat dekat, ustadz setempat, guru sekolah, pedagang sekitar, dan sebagainya. Walaupun tentu saja tidak semua ustadz atau guru bisa menjadi pemimpin opini.
Model Aliran Banyak Tahap (Multistep Flow Model):
Pada perkembangannya kemudian, setelah riset komunikasi massa semakin canggih, pendekatan aliran dua tahap ini pun dianggap kurang memadai, dan berkembang menjadi Multistep Flow Model (Model Aliran Banyak Tahap).
Model Aliran Banyak Tahap Model ini diharapkan bisa mencakup jaringan hubungan-hubungan sosial yang kompleks, yang mempengaruhi individu-individu.
Teori Pembudidayaan atau Kultivasi (Cultivation):
Teori Kultivasi atau Pembudidayaan lebih berfokus pada bagaimana sikap orang dipengaruhi oleh media, ketimbang sekadar perilaku orang tersebut. Walau sikap (attitude) dan perilaku (behavior) berkaitan erat, para penganut teori kultivasi berfokus pada bagaimana orang berpikir ketimbang pada apa yang diperbuat orang tersebut.
Banyak dari riset ini melibatkan perbandingan sikap dari para pengguna berat, pengguna menengah, dan pengguna ringan media.
Salah satu temuan riset ini adalah bahwa ketika orang terekspos oleh kekerasan yang sarat di media, mereka tampaknya akan memiliki salah konsepsi dalam penyikapan, yang dinamakan sindrom dunia yang ganas (mean world syndrome). Ini berarti mereka melebih-lebihkan besarnya tingkat kekerasan yang benar-benar terjadi dalam komunitasnya dan di bagian dunia lain. Orang yang kurang terekspos pada kekerasan di media memiliki rasa yang lebih realistis dalam memandang tingkat kekerasan di dunia nyata.
Pendekatan Sosiologis terhadap (kekerasan di) Media:
Cara yang kurang umum dalam mempelajari kekerasan di media adalah pendekatan sosiologis. Teori-teori sosiologis tentang kekerasan di media mengeksplorasi cara-cara di mana media berdampak dan memperkuat ideologi-ideologi dan nilai-nilai yang dominan dalam sebuah budaya.
Misalnya, seorang peneliti mungkin melihat saling-hubungan (korelasi) antara kekerasan di media dan sikap-sikap tentang maskulinitas (kelaki-lsakian) dalam sebuah budaya, atau bagaimana kekerasan media memperkuat dan mencerminkan kebijakan luar negeri yang kasar dari sebuah negara. Teori-teori sosiologis tentang media itu tidak bisa diukur. Namun, itu lebih merupakan cara-cara teoretis tentang bagaimana melihat hubungan media dengan budaya.
Teori Pudarnya Kepekaan (Desensitization):
Teori ini mengatakan, karena orang sudah terlalu banyak terekspos oleh kekerasan di media, misalnya, maka kekerasan tidak lagi memberi dampak emosional pada dirinya. Banyak orang tampaknya akan setuju dengan pandangan bahwa karena sering melihat tayangan kekerasan di TV, maka seseorang tidak akan terlalu terganggu jika disuruh melihat film yang mengandung adegan kekerasan.
Yang kini menjadi perdebatan, apakah orang juga akan kehilangan kepekaan terhadap kekerasan dalam kehidupan nyata. Jika seseorang meninggalkan gedung bioskop sehabis menonton film berisi adegan kekerasan, dan lalu melihat sesosok mayat nyata yang tergeletak di jalan, apakah dia tetap mengalami hilangnya kepekaan?
Teori Narcoticizing Dysfunction:
Teori ini menyatakan, media jarang memberi energi pada orang untuk bertindak, seperti mendorong orang untuk ke luar rumah dan memberi suara pada seorang kandidat dalam Pilkada. Sebaliknya, media justru mendorong orang untuk bersikap pasif.
Banyak orang tenggelam dalam arus informasi dan berita yang begitu melimpah, sehingga mereka justru cenderung menarik diri dari keterlibatan dalam isu-isu publik. Jadi, keterlibatan intelektual mereka telah menjadi pengganti dari keterlibatan aktif konkret.
Misalnya: orang yang terlalu banyak mengunyah informasi tentang isu kemiskinan, dan ia percaya telah melakukan sesuatu untuk menangani problem kemiskinan. Padahal, faktanya ia hanya sangat tahu dan mendalami informasi tentang kemiskinan.
Teori Spiral of Silence:
Teori ini diperkenalkan oleh ilmuwan politik Jerman, Elisabeth Noelle-Neumann, dan berangkat dari pendekatan psikologis.
Teori ini menegaskan, orang cenderung untuk tidak mengekspresikan opininya tentang topik tertentu, jika orang itu merasa hanya sebagai minoritas, karena takut akan pembalasan, pengucilan, atau dampak buruk lain dari pihak mayoritas. Maka, bisa terjadi, orang-orang yang merasa mewakili suara mayoritas, dengan penuh percaya diri akan mudah menyuarakan opininya di media.
Opini yang dimuat di media itu tidak mendapat tantangan, karena orang yang merasa minoritas cenderung tidak membantahnya. Maka, meski sering digembar-gemborkan bahwa media adalah wahana yang menerima opini seluruh kalangan masyarakat, nyatanya hanya kalangan yang merasa mewakili suara mayoritas yang akan muncul di media.
Teori Penetapan Agenda (Agenda Setting):
Menurut teori ini, media menetapkan agenda bagi opini publik, dengan cara mengangkat isu-isu tertentu. Sesudah mempelajari cara peliputan kampanye politik, ternyata dampak utama media berita adalah dalam penetapan agenda. Misalnya, dengan memberitahu masyarakat untuk berpikir tentang topik-topik tertentu.
Topik-topik yang tidak diangkat oleh media menjadi kurang atau tidak dianggap penting oleh publik. Jadi, pengaruh media bukanlah dalam persuasi (bujukan) atau perubahan sikap audiens. Penetapan agenda ini biasanya lebih sering dirujuk sebagai fungsi media, dan bukan teori.
Agenda setting adalah kemampuan media untuk menentukan isu atau berita apa yang dianggap penting, yang harus diperhatikan oleh publik, atau harus segera ditangani oleh pemerintah. Isu yang dianggap penting itu bisa diberi porsi yang lebih besar dan penempatan yang lebih menarik perhatian.
Untuk media suratkabar, hal itu berarti penempatan di halaman 1 dan pemberian space yang lebih luas. Untuk media TV, hal itu bisa berarti penayangan pada alokasi slot prime time (antara jam 18.00-22.00, saat jumlah pemirsa terbanyak) dan pemberian durasi penayangan yang lebih panjang.
Penetapan agenda oleh media bisa berpengaruh pada banyak hal. Misalnya: Popularitas calon legislatif atau kandidat kepala daerah, yang sedang bertarung pada pemilihan umum di wilayah tertentu. Kandidat yang dianggap lebih berkualitas bisa mendapat porsi pemberitaan yang lebih besar, sehingga mereka menjadi lebih populer dan lebih berperluang untuk menang.
Atau, media menentukan isu-isu apa –yang menyangkut kepentingan publik—yang harus segera ditangani pemerintah. Misalnya, isu kenaikan harga BBM, tarif dasar listrik, kenaikan harga sembako menjelang bulan puasa, dan sebagainya.
 
from netsains.com
read more

Belajar Design Grafis Menggunakan SofwareOpen Source

Dengan semakin berkembangnya software Open source, tentu akan semakin memberikan banyak pilihan untuk kita agar bisa berkreasi tanpa harus terkendala dengan keterbatasan dana untuk bisa dapat menggunakan software legal yang di negeri Indonesia kita ini, sudah tidak terasa lagi mana software yang legal dan ilegal karna maraknya pembajakan berbagai jenis Software.
Software design grafis seperti Corel draw, photohop dan lain sebagainya tentu merupkan makanan wajib bagi para designer untuk lebih produktif dalam berkarya, tapi sangat disayangkan kita harus membayar cukup mahal untuk bisa menggunakan software tersebut. Tapi bagi kita yang kurang mampu untuk  membeli software-software design grafis tersebut, sebenarnya tidak perlu berkecil hati karna ada banyak software Open source yang kita bisa gunakan dan tidak kalah tangguh dengan software berbyar lainnya. Anda pengguna Linux mungkin sudah tidak asing dengan Inkscape dan GIMP, kedua software ini merupakan software Open Source yang juga tersedia dalam Versi Windows dan Linux yang saya rasa cukup bisa menggantikan peran Corel draw dan Photoshop.
Dalam tutorial ini sebenarnya saya hanya ingin berbagai sumber tutorial yang bisa anda gunakan untuk belajar GIMP dan Inkscape
FOSSGRAFIS.COM
  • Dapatkan update artikel desain grafis baru tiap minggu, GIMP dan Inkscape
  • Ebook tutorial tentang GIMP Download di Sini
Untuk sementara, ini saja yang bisa saya bagi, Artikel ini akan terus saya update jika ada kesempatan untuk berbgai sumber-sumber belajar tutorial belajar Grafis menggunakan Software Open Source

from netsains.com
read more

Friday, November 25, 2011

Aplikasi Video Conference Gratis dan Open Source

Homer adalah cross-platform gratis software video conferencing. Ini mendukung jumlah tak terbatas simultan hidup video / audio  chatting. Film serta file audio dapat disajikan dalam setiap sesi chat. Dengan bantuan software ini juga memungkinkan untuk remote mengamati layar desktop. Tidak ada infrastruktur server yang dibutuhkan. Perangkat lunak ini mendukung kualitas suara rendah dan transmisi gambar, serta memakan bandwidth yang berkualitas tinggi transmisi .
Fitur-Fitur Teknis :
Kegunaan

  • Berjalan di bawah Linux/32Bit, Linux/64Bit, Windows/32Bit dan Windows/64Bit (sebagai aplikasi 32 bit)
  • Gratis berbasis Qt GUI dengan user-friendly dialog
  • Mendukung suara gratis / video / teks chatting dengan pengguna lain
  • Kompatibel untuk ponsel berbasis SIP / stasiun / perangkat lunak
  • Mendukung playlist untuk video / audio / pemutaran film / Streaming
  • Bekerja tanpa perlu untuk pusat SIP server (download dan menggunakan out-of-the-box-)
  • Disimpan secara lokal kontak database dalam format XML
  • Memberikan umpan balik jika kontak tersedia
  • Mendukung drag + drop file untuk mentransfer mereka
  • Mendukung drag + drop dari blok teks untuk mengirim pesan instan
Dukungan Jaringan
  • Dukungan untuk IPv4 dan IPv6
  • Aliran dikonfigurasi relay melalui UDP, TCP atau UDPlite transportasi
  • Port Fleksibel tugas untuk NAT lingkungan
  • Desentralisasi sesi manajemen dan transmisi streaming
  • Dukungan untuk jaringan secara simultan beberapa diaktifkan (atas) link
Audio
  • Codec: MP3, G.711 hukum-, G.711 μ-hukum, PCM16 dan AMR
  • Mengabadikan audio lokal melalui ALSA, OSS atau Windows sistem multimedia
  • Output melalui SDL
  • Disesuaikan pengaturan kualitas
  • Siaran file audio lokal: format yang didukung adalah AVI, MKA, MKV, MP3, WAV
Video
  • Codec: H.261, H.263, H.263 +, H.264, MJPEG (tanpa RTP) dan MPEG4
  • Video capture lokal melalui V4L2 (termasuk tv / capture card dengan sinyal masukan beberapa) atau Microsoft VFW
  • Mendukung hingga 10 perangkat menangkap per host
  • Output melalui Qt dengan dukungan mulus zoom dan layar penuh
  • Disesuaikan kualitas dan pengaturan resolusi
  • Siaran screenshot dari segmen layar
  • Broadcast file video lokal: format yang didukung adalah AVI, ASF, DV, MKV, MOV, MPEG, MP4, MP4A, SWF dan WMV
  • Resolusi: dikonfigurasi dari 128 * 96 piksel ke piksel 1408 * 1152, tergantung pada jenis sumber video
  • Merekam video streaming ke disk dalam format file seperti AVI, ASF, DV, MOV, WMV SWF dan
  • Foto dalam format seperti BMP, JPG, PGM, PNG, PPM, XBM dan XPM
Info Lengkap di : www.homer.org
read more

Saturday, November 5, 2011

Peran Teknologi, Netizen dan Leadership untuk Kemandirian Bangsa

Berbicara kekuatan dunia, tak akan lepas dari kekuatan ekonomi, karena inilah kapital penting dalam mendukung sebuah negara-bangsa menjadi respectable dan menjadi “leader” negara-negara lain. Dari sekian banyak negara mapan, ternyata saat ini sudah menjadi “aging nations”, negara yang “menua” akibat sedikitnya generasi produktif (18-50 tahun).
Dari kapasitas Produk Domestik Bruto (PDB)[1] atau bahasa internasionalnya, GDP (Gross Domestik Bruto), pertumbuhan setiap tahunnya sangat kecil, berkisar 1% hingga 2% saja, bandingkan dengan negara-negara baru seperti Chindia (China India) dan Korsel. Dan saya ingin menyebut satu lagi, yaitu Indonesia. Bayangkan, PDB 6000 Trilyun rupiah, dengan peningkatan PDB 6% pertahun, Indonesia dipastikan bakal menjadi raksasa ekonomi baru.
Masalahnya, pertumbuhan ini apakah juga diiringi dengan kepemimpinan yang membuat bangsa ini bisa menjadi pemimpin dunia sebagaimana teori mengenai kekuatan ekonomi yang merupakan juga saling resiprokal sebagai kekuatan politik dunia? Bahkan kekuatan politik mencari sumberdaya ekonomi untuk dikuras, demi menghidupi dirinya, sebagaimana layaknya “War for Oil” yang dipertontonkan dunia barat yang sedang stagnan saat ini?
Indonesia dan Teknologi
Dari sudut pandang berbeda, penguasaan teknologi adalah kunci dari persaingan internasional. Perekonomian yang baik seyogyanya diratakan dengan teknologi yang mumpuni, sebab teknologi menjamin perlindungan negara dari penyusupan intelijen asing, dus kedaulatan negara. Teknologi menjamin maksimalisasi pemanfaatan potensi Sumber daya alam untuk membangun perekonomian itu. Tak hanya sekedar seremonial memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional [2] atau Hari Nusantara [3] yang bahkan Anda pembaca belum tentu tahu peringatan hari tersebut bukan?
Kasus RIM (Research In Motion) versus Menkominfo, UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang kontroversial dan “Perlawanan Blogger dan Facebooker” ala Prita Mulyasari dan Bibit-Chandra menjadi bagian dari tapak menuju masa depan bangsa ini. Jika tertinggal, tak bisa dipastikan bahwa Indonesia mampu menjadi pemimpin di ranah yang lebih luas, tak hanya masalah perekonomian ala pertanian, sebab Industri kreatif [4] (Creative Industry) adalah penunjang dari perekonomian masa depan. Tak hanya hasil bumi atau hasil laut, namun masa depan akan dikuasai oleh yang empunya sistem informasi dalam memasarkan, mendistribusikan dan mengolah hasil tersebut. To say the least, computerize management.
Generasi “digital native” yang lahir di tahun 2000-an akan menyerap lebih banyak model sosial-budaya berbasiskan internet yang kini sudah “dalam genggaman tangan” akibat konvergensi dunia IT. Bayangkan, kita akan menjadi pemain domestik dan konsumen setengah mati. Sebab, apabila dilihat, konsumerisme sudah merasuk. PDB yang besar sebagian besar, sekitar 63% dikonsumsi oleh konsumen dalam negeri juga. Artinya yang belanja ya orang Indonesia juga. Ini sekilas kabar baik, karena peningkatan taraf hidup, namun mengkhawatirkan karena adanya gap yang semakin renggang antara si kaya dan si miskin.
Cina, negara kekuatan ekonomi baru, berpanglima-kan Teknologi Informasi. Divisi laptopnya IBM, nama besar di dunia IT, pun bisa diakuisisi oleh perusahaan lokal, yaitu Lenovo lewat tangan dingin Yang Yuanqin. Taiwan dengan brand international misalnya Gigabyte, MSI dan tak boleh dilupakan, Stan Shih dengan Acernya. Juga Korsel lewat Samsung dan LG serta Hyundai dan KIA. Bahkan Malaysia dengan Protonnya mulai menggurita dikawasan Asia. Semua brand global dewasa ini yang muncul dari serpihan ide dan didukung iklim perindustrian dalam negeri yang tentunya, sangat dipengaruhi oleh kebijakan dalam negeri pemerintahnya. Apa kabar Indonesia?
India, sebagaimana dilihat oleh Thomas Friedman dalam World is Flat [5], juga berperan besar dalam kemajuan negerinya adalah Teknologi. NR Narayana Murthy dan Nandan M. Nikelani mengembangkan Infosys Technologies Ltd., yang menjadi perusahaan teknologi informasi berskala internasional dan menduduki peringkat kedua terbesar di India. Perusahaan minyak goreng, Wipro saja bisa diubah menjadi perusahaan IT kelas kakap oleh Azim Premji, menjadi Wipro Technologies Ltd.
Bagaimana dengan Singapura dan Malaysia? Tidak kurang dana trilyunan dolar singapura digunakan negeri singa ini membangun Bio Valley di Jurong. Sedangkan Malaysia membangun super corridor di kota baru Putra Jaya. Apa kabar Indonesia? kabar terkini dari Indonesia, pembangunan Cyber Park di daerah Bogor terkendala dana dan bangkrutnya perusahaan pengembang. Saat ini, sungguh ironis, sudah berubah fungsi menjadi ladang jagung, walau menurut penjaga lahan, hanya sementara karena keisengan dia semata.
Belum lagi kita melihat geliat industri elektronik dan otomotif. Home appliances dikuasai Korsel dan Cina, Smartphone dan gadget juga sama. Redupnya Nokia melawan Samsung dan LG. Bahkan Samsung “harus” dipengadilankan oleh Apple karena merambah ranah “jajahan” pemasaran Apple di eropa, dengan dalih plagiasi desain dan HKI. Hanya Blackberry yang bertahan karena memiliki fitur karakteristik khas Indonesia, suka mengobrol, dengan teknologi BBM (Blackberry Messenger) dan keypad yang mana sangat nyaman bagi masyarakat untuk mengetik, tak lewat layar sentuh semata, sebagaimana biasanya Android (Sistem Operasi pesaingnya). Juga ada sisi-sisi emosional dengan model kelas “menengah atas” yang dimainkan atas nama “Brand”.
Untuk itu, kita, Indonesia, jika ingin maju perlu
penguasaan teknologi. Untuk itu pulalah kita perlu teknologi yang mandiri, sebab terkait national security, dan terkait Sumberdaya manusia lokal yang mumpuni dan globalisasi. Bocornya pipa gas di Siberia [6] akibat aktivitas CIA (Central Intelligence Agency) nya Amerika Serikat merupakan penyesalan dikemudian hari dalam penggunaan peranti lunak yang “tertutup” dan “buatan asing”.
Langkah tepat, Indonesia Go Open Source (IGOS) [7] dicanangkan. Gerakan ini merupakan gerakan Kemandirian sebab perangkat lunak yang di-develop dengan pola open source (kode sumber program tersebut disertakan dan dibuka), membuat tidak  ada yang ditutup-tutupi dari sebuah perangkat lunak. Dengan demikian anak bangsa bisa membuat hal yang serupa dan bahkan memperbaikinya. Gerakan ini juga mengisyaratkan Be Legal dan Go Open Source guna memerangi pembajakan peranti lunak yang selama ini, Indonesia menjadi salah satu yang terbesar [8].
Sementara Internet masuk desa dan Desa berdering sebagai program Kementrian Komunikasi dan Informatika masih berjalan, teman-teman relawan TIK [9] berjuang keras melakukan edukasi ke masyarakat mengenai dunia teknologi informasi khususnya penggunaan internet yang sehat, aman. Sebab berkembangnya jejaring sosial dan media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube menjadikan kita semua melek teknologi, tapi mungkin dari 50 juta pengguna internet 10, tak banyak yang bijak dalam menggunakannya. Ini tantangan sekaligus peluang besar bagi bangsa ini. Mereka ini akan menjadi intelektual baru atau malah menambah lost generation?
Kemandirian dan Masa Depan
Untuk mandiri, kita perlu menguasai teknologi, bukan dikuasai teknologi. Untuk bersaing dan menjadi bagian dari masyarakat dunia (world society) kita perlu berkomunikasi. Globalisasi tak dapat dilawan, yang ada adalah mempersiapkan diri. Masuknya ekspatriat sebagai sumberdaya manusia dan produk-produk asing ke dalam negeri adalah bagian dari globalisasi. Mau tidak mau, baik sumberdaya manusia Indonesia maupun produk Indonesia harus mampu bersaing secara global, dan meminjam istilah Friedman, secara datar (flat). Penguasaan teknologi adalah jalan utamanya.
Untuk menjadi pemenang, selain sumberdaya, perlu mental juga pemenang bukan pecundang. Disini leadership dari tokoh-tokoh negarawan bangsa ini diuji. Kepemimpinan di ASEAN Misalnya, bisa menjadi batu pijakan yang jelas untuk menjadi manajer komunitas ASEAN 2015 [11] yang menjadi satu benteng dalam menghadapi gempuran, misalnya Uni Eropa yang sudah bersatu padu.
Teknologi Informasi dan Komunikasi menjadi sangat penting dalam merajut keunggulan global dari negara-bangsa. Tak hanya  berpatokan PDB. Tapi juga kita mencoba menyelamatkan generasi yang akan datang dari konsumerisme sejati dan selalu menjadi tempat melempar produk, sebagai pasar dan dilihat bagai potongan kue Tart yang besar dan dibagi-bagi oleh negara maju. Kita akan lihat, dengan penerapan visi teknologi dan merangkul netizen, merupakan fondasi yang jelas bagi bangsa ini untuk bangkit dan maju. Di luar negeri, media sebagai pilar kelima sudah berubah menjadi media (sosial). Revolusi twitter di Moldova salah satunya [12], atau kemenangan Obama yang memanfaatkan Facebook dan Twitter. Juga Kasus Iran, Libya dan Timur Tengah yang juga secara independen, masyarakat membuat gerakan sosial via jejaring sosial guna memantapkan langkah menuju perubahan.
Carut marut sistem politik dan pemerintahan pun bisa diharapkan hilang, apabila adanya Sistem IT yang maju, teknologi yang khas dibangun bangsa, dan adanya transparansi sebagai bagian dari akuntabilitas. Tanpa terang benderang inilah kecenderungan korupsi banyak terjadi. Untuk itu, teknologi akan mentransparankan, akan mengefektifkan, mengefisienkan penyelenggaraan negara dan segala sesuatunya. Tentu dengan “penjagaan” kita semua selaku “LSM” era baru, yaitu Blogger dan Netizen (dari ranah maya) dan akademisi dan praktisi ahli dari ranah nyata. Semua bahu-membahu untuk Indonesia yang lebih baik, men-support sekaligus memberi kritik membangun atas kebijakan publik para penyelenggara negara. Jika demikian, maka kita baru bisa melihat masa depan bangsa yang lebih baik, tak buram dan durjana!
Kemandirian adalah masa depan dan tak ada masa depan bagi negeri ini. Tanpa kemandirian di bidang teknologi informasi dan komunikasi, Indonesia akan selalu menjadi konsumen dan tak pernah memperoleh kembali kewibawaan di kancah internasional apabila tak ada faktor penyeimbang sekaligus pembeda antara Indonesia dengan negara lain yang –maaf sebenarnya kecil jika dibandingkan Indonesia. Kepemimpinan yang efektif, konsistensi kepada kemandirian dan entah apa namanya Visi 2020 ataupun 2045 (100 tahun Indonesia merdeka) silakan, asal pemimpin tak mau ditekan oleh pemimpin bangsa lain dan mengubah “jalan hidup” bangsa ini yang sudah dalam goresan darah harus ditentukan sendiri, adalah syarat mutlak.
Jika demikian, seharusnya, dalam 20 tahun kedepan, sekali lagi jika arahnya benar, negara lain bagi Indonesia adalah benar-benar kecil baik dari sisi demografis maupun sisi politis. Bukan ancaman apa-apa bagi bangsa besar ini. Nantikan episode Sriwijaya dan Majapahit dalam belasan tahun kedepan. Waktu yang tak begitu lama, kawan!
catatan kaki :
[1] PDB adalah indikator untuk melihat pertumbuhan suatu negara, yaitu total output produksi dari negara tersebut.
Selain jumlah, tingkat persentase pertumbuhan menjadi acuan. Di Indonesia, PDB sangat tinggi bahkan menurut
beberapa ahli pemasaran misalnya Yuswohady (2010) melihatnya sebagai era “Consumer 3000” dan pertumbuhan
PDB Indonesia ternyata empat kali lipat dari Amerika Serikat. Pakar Manajemen Strategik seperti Yodhia Antariksa (2011) bahkan     berani menyebut kata “Pasti!”
[2] Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ternyata sudah berjalan selama 16 kali (tahun 2011 adalah yang
ke-16). Mengenai Hakteknas dan Inovasi ini, bisa dibaca juga tulisan saya di http://netsains.com/2011/06/inovasi-
anak-negeri-untuk-bangsa-yang-mandiri/
[3] Peringatan Hari Nusantara dimulai pada Pemerintahan KH. Abdurahman Wahid (tahun 1999) dengan menjadikan
hari dimana Deklarasi Djuanda, pada 13 Desember 1957 sebagai tonggak peringatan Hari Nusantara. Deklarasi
yang dicetuskan oleh Perdana Menteri Indoenesia, Djuanda Kartawidjaja itu menegaskan kepada dunia, bahwa laut
Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemudian ditetapkan konsepsi negara kepulauan (Archipelago) oleh PBB
melalui Konvensi Hukum Laut PBB, United Nation Convention on Law of the Sea (UNCLOS) pada tahun 1982.
[4] Industri Kreatif ini bisa dilihat ditulisan saya di http://www.unggulcenter.org/2010/04/25/momentum-kebangkitan-
bangsa-melalui-industri-kreatif-tik/ yang memperoleh penghargaan
[5]Dalam bukunya “World is Flat” Sejarah Ringkas Abad 21 (2006), Thomas L Friedman, seorang kolumnis senior
terkagum-kagum dengan pesatnya perkembangan India khususnya di ranah Teknologi Informasi. Bahkan jaringan
“India” merambah Silicon Valley dan saat ini banyak CEO dan Profesional IT berasal dari India.
[6] Pada tahun 1982, terjadi ledakan dahsyat dijalur pipa gas Uni Sovyet di Siberia. Kekuatan ledakan tersebut sekitar 3
kiloton atau berkekuatan 25% dari Bom Hiroshima. 16 tahun kemudian baru diketahui oleh publik bahwa ledakan
tersebut disebabkan oleh software komputer proprietary/ tertutup yang telah diubah oleh CIA. Software Open
Source bebas dari bahaya ini, karena bisa dilakukan audit terhadap kode programnya. Selengkapnya bisa dibaca di
http://www.damninteresting.com/?p=829
[7] Gerakan ini ditandangani Ditandangani oleh empat (4) Kementrian yang berkaitan yaitu Kementrian Riset dan
Teknologi (Kemristek), Kementrian Komunikasi dan Informatika (dulu Departemen Komunikasi dan Informatika),
Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara, Kementrian Hukum dan HAM ( dulu Departemen Kehakiman dan
HAM), dan Kementrian Pendidikan Nasional (dulu Departemen Pendidikan Nasional) pada tanggal 30 Juni 2004.
Kemudian Gerakan ini di­redeklarasi pada tanggal 27 Mei 2008 (biasanya disebut Deklarasi IGOS II), dengan
memperluas penggunaannya meliputi 18 (delapan belas) kementrian dan Lembaga Pemerintah Non Departemen
(LPND).
[8] Sebagai Sebagai pedoman untuk menjalankan strategi ini dilapangan, kampanye “be legal” dan atau “go open
source” tersebut diperkuat oleh beberapa produk hukum dalam menjerat pelaku pelanggaran Hak Cipta. Misalnya
saat ini sudah ada UU No.14 tahun 2001 tentang paten, UU No.15 tahun 2001 tentang merk, UU No.19 tahun 2002
tentang Hak Cipta. Dasar itu-lah yang mendasari penerbitan Surat Himbauan dari Bareskrim Polri mengenai
Himbauan Penanggulangan Pembajakan Hak Cipta No. B/2/08/XI/2006/Bareskrim. Bagi yang beragama Islam
mungkin Fatwa MUI No.1/Munas VII/MUI/15/2005 yang menyatakan bahwa Pembajakan itu Haram hukumnya
perlu jadi pertimbangan. Bagi Pegawai negeri dan aparatur pemerintahan, Surat Edaran Menteri Pendayagunaan
Apartur Negara No. SE/01/M.PAN/3/2009 sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Komunikasi dan
Informatika No. 05/SE/M.KOMINFO/10/2005 bisa jadi acuan. Pada Surat tersebut secara jelas mewajibkan
penggunaan peranti lunak Open Source di kalangan pemerintahan dan diberikan “deadline” hingga 31 Desember
2011.
[9] Relawan TIK (www.relawan-tik.org) adalah organisasi sosial yang melakukan banyak kegiatan sosialisasi TIK baik
internet, jaringan, penggunaan peranti lunak legal dan seterusnya kepada masyarakat secara langsung dan
terorganisir.
[10] Seperti dilansir oleh http://www.indonesiafinancetoday.com/read/2041/Pengguna-Internet-di-Indonesia-Tahun-Ini-
Naik-Jadi-50-Juta-Orang dan http://www.teknojurnal.com/2011/09/26/data-pengguna-internet-di-kawasan-asia-dan-
indonesia-di-tahun-2011/
[11] Terdapat deklarasi mengenai pembentukan ASEAN COMMUNITY pada KTT ASEAN di Bali tahun 2003 yang
sering disebut Deklarasi Bali Concord II yaitu : Masyarakat Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community),

Masyarakat Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-cultural Community), Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN
Economic Community)
[12] Revolusi ini pernah saya bahas dalam sebuah kesempatan forum diskusi, dengan judul presentasi “Ada Revolusi di
Dunia Maya” bisa dilihat slide presentasinya di http://www.slideshare.net/unggulux/peran-generasimudainternet

From netsains.com
read more

Adds

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More