Showing posts with label Remaja. Show all posts
Showing posts with label Remaja. Show all posts

Tuesday, September 18, 2012

Atasi Gejala PMS dengan Minum Susu

Sobat Dunia Sains, gimana nih kabarnya? Udah lama Dunia Sains ngga posting, pasti banyak yang nunggu artikel-artikel dari Dunia Sains. Maklum, admin lagi sibuk kuliah. Masuk jurusan gizi menjadi tiaada hari tanpa tugas dan laporan praktikum. hahaha, malah jadi curhat. Dengan sedikit tenaga yang tersisa yang habis dikuras dari pagi saya mencoba share informasi nih. Kali ini Dunia Sains mau share info tentang PMS. Berhubung baru dapet ilmu baru yang nyangkut pas kuliah.(tumben nyangkut)hahahaha. Apa sih PMS? yang jelas yang dibahas disini bukan PMS = Penyakit Menular Seksual. Tapi PMS disini adalah Pre Menstrual Syndrome (ribet banget bacanya) heeee. PMS merupakan gejala-gejala yang dialami karena akan datangnya menstruasi. Gejala tersebut meliputi perubahan mood, pegal-pegal, dan nyeri perut yang dialami saat akan datang bulan. Menurut penelitian dari profesor bidang psikiatri klinis di University of Miami Miller School of Medicine, M. Beatriz Currier, MD  menjelaskan bahwa sebanyak 75 perempuan akan mengalami PMS dalam kadar ringan, dan 5 persen yang mengalami gejala cukup parah. Tentu saja ini dialami sama cewe. Tapi buat cowo yang udah terlanjur baca ini jangan nyesel karena artikel cewe. Artikel ini juga berguna lho buat cowo, terutama buat yang punya pacar nih. Biasanya cowo-cowo pasti pada ngrasain kan si dia jadi sensitif gitu, tiba-tiba ngambek, BT lah dan sebagainya tanpa alasan yang jelas. Apalagi kalau yang namanya cewe udah ngambek, huh,,,sebagai cowo semua serba salah. Bingung kan??? Jadi ikut BT juga kan??? Makannya ayo lanjutkan pembahasannya.HeHeHe......

Fakta yang membuktikan bahwa kadar kalsium pada saat PMS lebih rendah dibandingkan setelah mentruasi, sehingga membuat para ilmuan tergerak untuk meneliti lebih lanjut tentang efek kalsium terhadap gejala-gejala PMS. Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kalsium dan vitamin D dapat mengurangi gejala PMS secara signifikan. Selain kalsium dan vitamin D, magnesium, vitamin B1, B2 dan vitamin E juga dilaporkan dapat mengurangi gejala PMS. Vitamin dan mineral yang terdapat dalam makanan lebih efektif untuk mengurangi keluhan PMS dibandingkan dengan vitamin dan mineral yang berasal dari suplemen. Wanita dan remaja putri yang rutin mengkonsumsi susu rendah lemak dan produk olahannya seperti yoghurt dan keju terbukti memiliki keluhan PMS lebih sedikit. Hal ini disebabkan karena susu mengandung tinggi kalsium, vitamin D, serta vitamin dan mineral lainnya yang teruji dapat mengurangi keluhan PMS.

Jadi, buat cewe yang mau mengatasi gejala PMS ini, konsumsi lah susu dan makanan yang mengandung vitamin dan mineral. Ngga mau kan ngrasain nyeri atau ngambek-ngambek ke cowonya? Kasihan lho cowonya.hehehehehe. Penting juga untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi (Fe). Karena pada cewe yang menstruasi sangat rawan terkena anemi. Dan dampaknya ngga kecil lho. Anemi ngga cuma buat kamu jadi ngga konsentrasi and semangat. Tapi bisa menjadi resiko tinggi saat hamil. Hmmmm....buat cowo-cowo kasih tau cewenya. Biar cewenya ngga ngambek-ngambek lagi tuh pas mau mens. Heeeeeee

Biasakan konsumsi makanan bergizi dan seimbang!!!
Salam Sains ^_^
read more

Friday, August 3, 2012

AADB ( Ada Apa Dengan Benci? )


“Benci” merupakan sebuah kata yang “kuat” dan sering digunakan. “Aku benci hujan”, “Aku benci mantan kekasihku” dan selanjutnya merupakan kalimat-kalimat yang mengandung kata “benci” dan bermakna negatif. Kita menggunakan kalimat ini setiap hari dengan mudah dan tanpa kita sadari. Mungkin beberapa menit yang lalu pembaca baru saja menggunakan kata tersebut.
Saya ingin sekali mengatakan bahwa saya tidak membenci apapun, akan tetapi tentu saja, itu adalah sebuah kebohongan. Kita semua memiliki kebencian. Kebencian merupakan sebuah kondisi emosional yang mana kita semua lahir dengan hal tersebut dan harus mengatasinya dalam kehidupan sehari-hari. Bilamana kebencian menjadi liar dan tidak terkendali dalam diri kita, hal tersebut akan berubah menjadi perilaku dalam wujud prasangka, kekerasan dan lain sebagainya. Jika kebencian ini merupakan perilaku bukan bawaan lahir, seperti hal yang dipelajari, maka saya yakin itu dapat diubah.
Hampir sebagian besar hal negatif yang terjadi di dunia ini berasal dari kebencian seperti rasisme, anarkisme, vandalisme dan separatisme. Perang adalah salah satu contoh paling nyata dan merupakan produk riil dari sebuah kebencian baik antar individu hingga negara. Dan contoh kecil seperti sepakbola dapat menjadi pelajaran berharga.
Sebagaimana kita ketahui pergelaran Euro 2012 telah berakhir, dimana Spanyol keluar sebagai juara. Ini merupakan gelar Euro kedua mereka berturut-turut setelah tahun 2008. Siapapun yang menonton pertandingan malam Senin itu tahu benar bahwa Italia yang menjadi lawan dibuat tidak berkutik dan kalah telak 4-0.
Jujur, saya adalah penggemar Italia sejak era Roberto Baggio dan Paolo Maldini pada tahun 1994 dan cukup sedih melihat kekalahan Italia. Namun, jauh lebih bersedih ketika melihat pada keesokan harinya banyak beredar di media sosial FacebookTwitter dan jurnal-jurnal onlinememajang gambar lelucon mengenai salah seorang pemain Italia. Beberapa bahkan saya terima via BlackBerry Messenger.
Mungkin mereka yang membuat gambar tersebut tidak sadar sedang menyebarkan kebencian, jika diperbolehkan dapat juga dikatakan rasis. Mungkin juga bagi mereka itu semua hanya lelucon ringan. Mungkin juga saya yang memandang hal tersebut berbeda dan melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang kurang baik. Atau, seperti beberapa teman saya mengatakan saya terlalu serius.
Pada akhirnya, ketika saya mencoba melihat hal tersebut dari sudut pandang yang berbeda, saya menyadari bahwa “semakin besar seseorang, maka semakin besar pula perhatian tertuju padanya, baik positif maupun negatif”. Perhatian negatif, tetaplah merupakan perhatian, karena mereka menyempatkan waktu untuk membuat lelucon tersebut dan menyebarkannya.
Hidup disusun atas kebaikan dan keburukan, Hal-hal buruk dapat mengajarkan kita untuk menyadari hal-hal yang baik. Satu-satunya hal yang dapat membatasi kebencian merajalela adalah rasa hormat kepada satu sama lain (respek). Sebagaimana Raja Priam dari Troy pernah menghadap Achilles dari Yunani, sang musuh dan berujar “you’re still my enemy tonight, but even enemy can show some respects”.
Semua kembali kepada pribadi masing-masing dan bagaimana tiap individu melihat dunia ini. Tapi, jika memungkinkan, janganlah membenci.
“Don’t hate, it’s too big a burden to bear.” – Martin Luther King.
read more

Cuma 5% Orang Tua yang Khawatir Anaknya Akses Konten Dewasa

Ada banyak bahaya yang mengancam anak-anak di dunia maya, dan tidak semua anak maupun orang tua siap menghadapinya. Ternyata jumlah orang tua yang punya prioritas melindungi anaknya dari konten dewasa masih cukup minim. Dari survei yang dilakukan Harris Interactive pada 9000 user internet di Amerika, Rusia, dan Eropa pada Februari hingga Maret 2012, hanya 5% saja user yang memprioritaskan proteksi anak mereka dari konten dewasa.
Di sisi lain, komunitas online saat ini semakin banyak yang berusia muda, dengan laptop atau ponsel pintarnya. Bahkan anak-anak sekolah pun sudah terbiasa dengan perangkat elektronik canggih tersebut. Sebanyak 35% dari mereka mengakses internet dari ponsel, dan 62% dari ponsel pintar.
Dengan kondisi tersebut, selayaknya makin banyak orang tua yang mengkhawatirkan anak-anak mereka yang kian banyak menghabiskan waktu di chat room atau social media. Sebesar 10% dari responden mengkhawatirkan hal tersebut. Mereka takut anak-anaknya mengalami atau terlibat kekerasan virtual, atau mengakses konten terlarang. Hal lain yang juga dikhawatirkan adalah anak-anak memberikan informasi penting ke orang tak dikenal.
Adabeberapa software yang bisa dipakai orang tua untuk memonitor perilaku online anak-anak mereka, khususnya yang masih di bawah umur. Salah satunya modul Parental Control dari Kaspersky Internet Security 2012 yang dapat mengatur akses anak ke web dan aplikasi, serta memantau komunikasi mereka dengan teman-teman di social media. Selain diinstal di komputer, software ini juga bisa diintal di ponsel pintar maupun tablet, seperti Kaspersky Parental Control for Android. Program ini dapat memblokir web yang berisi konten dewasa atau berbahaya bagi anak-anak.
Selain memasang software pelindung, orang tua juga sebaiknya mengajak anak berkomunikasi dan berdiskusi mengenai bahaya yang mengancam di dunia maya.

from netsains.net
read more

Monday, June 11, 2012

Memahami Penggunaan Narkoba pada remaja dan Upaya Pencegahannya


Istilah NARKOBA sudahlah sangat familiar di kalangan masyarakat kita saat menyebut segala hal yang terkait dengan narkotika, psikotropika, dan obat-obatan terlarang lainnya. Masyarakat sudah sangat sering menggunakan istilah ini, bahkan di slogan-slogan untuk memerangi bahaya Narkoba khususnya bagi kaum muda penerus bangsa. Kaum muda sebagai cikal bakal budaya bangsa, diharapkan memiliki potensi yang luar biasa sehingga mampu mengangkat budaya bangsanya. Membekali diri dengan segala pengetahuan dan keterampilan untuk mengasah potensi yang mereka punya, sehingga mampu bersaing di dunia kerja yang sangat kompetitif. Namun sayangnya ketika dikaitkan dengan penyalah gunaan zat, masa remaja memiliki peringkat tertinggi sebagai pintu awal perkenalan mereka dengan Narkoba. Lebih dari 80% pengguna Narkoba memulai perkenalan mereka dengan Narkoba pada usia remaja antara 12 hingga 15 tahun. Mengapa hal ini bisa terjadi? Dalam tulisan ini akan dipaparkan beberapa fakta tentang remaja, proses hingga mereka dapat menjadi ketergantungan dengan narkoba, serta bagaimana terapi dan upaya mencegahnya.
Mengapa dari sebagian besar kasus penyalahgunaan Narkoba, remaja menduduki peringkat tertinggi? Faktor pertama adalah karakter khas remaja dan tahap perkembangan yang sedang terjadi di usia ini. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas, adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi. Lain halnya dengan pendapat Smith & Anderson (dalam Fagan, 2006), menurutnya kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok, alkohol dan narkoba (Rey, 2002). Tiga jenis pengaruh yang memungkinkan munculnya penggunaan alkohol dan narkoba pada remaja:
1. Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari orangtua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif dari orangtua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orangtua.
2. Pengaruh budaya dan tata krama: memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol penolakan atas standar konvensional, berorientasi pada tujuan jangka pendek dan kepuasan hedonis, dll.
3. Pengaruh interpersonal: termasuk kepribadian yang temperamental, agresif, orang yang memiliki lokus kontrol eksternal, rendahnya harga diri, kemampuan koping yang buruk, dll.
Saat remaja mulai mencoba mengkonsumsi narkoba, proses selanjutnya dijelaskan oleh pendekatan perilaku. Mengapa perilaku tertentu cenderung bertahan atau mungkin akan hilang? Prinsipnya adalah perilaku itu akan diperkuat atau bertahan ketika mendapatkan reinforcement atau penguatan, sebaliknya perilaku akan melemah atau hilang ketika mendapatkan hukuman. Saat pertama kali mencoba alkohol terasa pahit, mual atau mungkin pusing. Rasa tidak mengenakkan ini mungkin bisa menjadi hal negatif atau hukuman bagi seseorang untuk tidak mengkonsumsinya lagi. Namun mengapa tidak demikian? Mengapa perilaku mengkonsumsi alkohol justru meningkat? Sebab hukuman yang didapatkan tidak setara dengan penguatan perilaku yang diberikan oleh teman-teman atau kelompok mereka. Rasa pahit, mual atau pusing tidak seberapa jika dibandingkan dengan rasa bangga dipuji teman, mendapatkan pengakuan sebagai pribadi yang berani, atau sebagai rasa kebersamaan dalam kelompok. Atau bisa jadi, hukuman yang lebih besar yang mungkin akan ia dapatkan ketika tidak terlibat dalam perilaku mengkonsumsi alkohol, membuat perilaku “tidak minum alkohol” menjadi lemah. Saat “tidak ikut mengkonsumsi alkohol” maka seseorang akan dikucilkan, diejek, atau mungkin tidak mendapatkan pengakuan lagi. Sehingga perilaku “tidak mengkonsumsi alkohol” ini menjadi tidak diperkuat, dan sebaliknya “perilaku mengkonsumsi alkohol”lah yang diperkuat. Contoh lainnya misalnya saat mencoba meminum alkohol membuat seseorang lebih percaya diri, lebih ekspresif, kreatif, dan dapat mengemukakan pendapat dengan baik ketika berbicara di depan publik. Hal ini juga dapat menjadi sebuah penguat mengapa perilaku mengkonsumsi alkohol meningkat.
Proses ini terus berlajut dan sulit untuk dilepaskan ketika sudah menjadi sebuah pola perilaku dan kebiasaan. Diawali dengan proses di atas, lalu yang membuat susah lepas dari narkoba adalah konsekuensi negatif saat tidak mengkonsumsinya lagi. Kali ini konsekuensi negatif bukan lagi dari teman atau lingkungan, melainkan dari individu itu sendiri. Saat tubuh telah terbiasa mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan psikotropika, maka efek obat atau zat yang dirasakan setahap demi setahap akan meningkat ambang toleransinya. Jika semula cukup dengan 1 dosis, kali ini butuh dua hingga tiga dosis untuk dapat merasakan efeknya (intoksikasi). Hal inilah yang disebut dengan meningkatnya toleransi zat pada tubuh seseorang. Saat ingin berhenti mengkonsumsi, menurunkan dosis atau kembali ke dosis semula sangatlah berat karena tubuh akan merasakan kesakitan yang luar biasa. Inilah yang disebut dengan withdrawal effect atau sering kita kenal dengan istilah sakaw. Pada tahap inilah konsekuensi negatif didapatkan dari tubuh individu itu sendiri bukan lagi dari orang lain, oleh karenanya sulit sekali melepaskan ketergantungan pada narkoba ketika sudah pada tahap ini.
Namun, beberapa pendekatan psikososial mampu membantu individu untuk lepas dari ketergantungan zat. Kunci utama yang harus dipahami bahwa dalam kasus ketergantungan zat mengandung beberapa unsur yang harus diperhatikan, antara lain fisik, psikologis, dan sosial. Oleh karenanya kombinasi tiga komponen itu harus terlibat dalam proses penyembuhan. Fisik terkait dengan toleransi zat yang dirasakan dalam tubuh (misalnya sakaw), sehingga harus ada sebuah terapi untuk mengatasi hal ini. Misalnya penggunaan obat-obatan substitusi. Namun dalam penggunaannya harus dikendalikan agar tidak menimbulkan efek sekunder, misalnya menjadi ketergantungan dengan obat subtitusi. Terapi perilaku seperti kontrol diri atau kognitif terapi dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian obat-obatan substitusi untuk membantu managemen minum obat, menurunkan dosis pemakaian, termasuk mengubah dimensi kognitif seseorang tentang harapan atau ekspektasi dari penggunaan obat, juga persepsi yang salah jika obat tertentu akan dapat menimbulkan efek tertentu. Harapan atau ekspektasi seseorang akan obat tertentu yang dikonsumsi ternyata memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap efek obat tersebut ke tubuh seseorang (Nevid, 2003).
Aspek psikologis mencakup dimensi kognitif seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa ada ekspektasi atau harapan dari pengguna zat akan efeknya, kemudian dimensi psikologis lain seperti masalah yang dihadapi sebelumnya atau konsekuensi yang didapatkan dari penggunaan zat. Misalnya saat menggunakan zat seseorang sedang menghadapi masalah tertentu, dan setelahnya ia menjadi lebih lega. Sehingga ia mengaitkan narkoba dengan terselesaikan masalahnya. Hal ini dapat membuat ketergantungan semakin meningkat sebab adanya konsekuensi positif yang didapatkan dari perilaku menggunakan zat. Padahal sebenarnya hanya pelampiasan emosi yang membuat kondisi psikologis seseorang menjadi lebih baik, lebih tenang, sehingga ia dapat berfikir lebih baik dan memecahkan masalahnya. Saat kondisi normal, seseorang kerap kali memendam masalahnya dan emosinya karena akan menimbulkan dampak buruk ketika dikeluarkan. Misalnya rasa marah, kecewa, benci. Saat menkonsumsi alkohol misalnya, efek intoksikasi (mabuk) didapatkan, dan dalam kondisi ini seseorang merasa bebas mengemukakan apa saja yang ada dalam benaknya. Proses katarsis atau meluapkan emosi-emosi negatif terjadi pada tahap ini, sehingga wajar jika setelahnya seseorang merasa lega dan mampu berfikir lebih jernih. Jika kita memahami hal ini, maka tanpa perlu minum alkohol pun kita dapat mengeluarkan emosi negatif kita dengan cara yang lebih sehat.
Dimensi terakhir yang perlu diperhatikan adalah faktor sosial, mencakup keluarga, masyarakat sekitar, atau teman-teman.  Ada tidak keterkaitan antara penggunaan narkoba dengan masalah yang sedang dihadapi dengan keluarga atau teman-temannya. Misalnya konflik dengan orangtua menyebabkan ia selalu merasa tertekan dan melampiaskannya pada narkoba. Jika demikian, maka konflik dengan orangtua perlu diselesaikan juga sebagai bagian dari proses terapi. Atau pengaruh teman atau lingkungan sangat besar terhadap proses penyembuhan, maka perlu menciptakan lingkungan baru untuk meminimalisir pengaruh buruk dari lingkungan. Hal lain yang terjadang terkait dengan pecandu adalah riwayat perilaku negatif seperti pencurian, yang sarat akan stigma di masyarakat. Sehingga dalam proses penyembuhan yang dijalaninya terjadang mantan pecandu ini masih mendapatkan stigma ini. Misalnya anggota keluarga membuat pernyataan bahwa mereka harus berhati-hati jika menaruh barang berharga, sebab ada si X yang mantan pecandu. Hal ini terkadang juga dapat menurunkan mental pecandu yang mulai belajar memperbaiki diri. Oleh karenanya kerjasama yang baik dan dukungan dari lingkungan akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada proses kesembuhan yang sedang dijalani oleh seseorang dengan ketergantungan zat.
Lalu apa yang dapat kita lakukan agar terhindar dari penyalahgunaan zat? Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orangtua, atau pendidik.
1. Ciptakan komunikasi yang harmonis antara anak dengan orangtua. Jangan terlalu mengatur dan menuntut anak, melainkan mengarahkan dan membimbingnya.
2. Berikan perhatian dah kasih sayang yang cukup pada anak.
3. Ciptakan suasana yang harmonis.
4. Jadilah teladan yang baik bagi anak.
5. Pendekatan yang ramah, terbuka dan saling percaya.
6. Penerimaan tanpa syarat, sehingga akan membuat anak lebih terbuka menyampaikan aspirasinya.
7. Tanamkan pendidikan agama.

Sedangkan bagi remaja itu sendiri, hal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi terjerat dalam lingkaran narkoba adalah:
1. Memahami apa itu Narkoba, sebagai upaya pencegahan bukan untuk mencoba.
2. Kontrol diri yang kuat, sehingga bisa mengendalikan diri dengan baik saat berteman dengan siapa saja.
3. Hati-hati dalam memilih teman.
4. Mengenali potensi dan kelemahan diri, agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sebagai upaya menutupi kelemahan diri dengan cara yang positif.
5. Mengisi waktu luang dengan kegiatan positif.
6. Menemukan strategi koping atau cara pemecahan masalah yang tepat. Diskusi dan berbagi dengan teman atau orang yang dipercaya, untuk mendapatkan wacana atau wawasan baru dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
Semoga bermanfaat..

From netsains.net
read more

Friday, May 11, 2012

Antusiasme dan Kejenuhan Belajar

Atas kegalauannya seorang teman menulis di akun facebooknya “Bapak/ibu saya seorang guru SD dan punya masalah besar yang sangat mendesak untuk diselesaikan, mohon bantuan, karena saya juga dalam taraf belajar: hari ini dari 37 anak di kelas hanya 16 anak saja yang mengerjakan PR. Saya merasa marah akan hal tersebut namun tidak dapat berbuat banyak. Saya minta nasehat kira-kira apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi masalah tersebut. hal ini memang sudah sering saya alami namun biasanya hanya 1 atau 2 anak saja. Namun hari ini, saya rasa sudah amat keterlaluan. Mohon pendapat dari rekan-rekan seperjuangan”. Bagi guru muda ini alasan pemberian PR adalah agar siswa mau belajar di rumah karena biasanya anak hanya belajar jika ada PR atau mau ulangan saja. Selain itu juga untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawabnya.
Sebagai pendidik, kita tentu sering menjumpai kejadian yang serupa tetapi mempertanyakan apa yang menjadi penyebabnya itu tentu persoalan lain. Entah harus menganggapnya biasa atau mengharukan hingga pengalaman ini harus dibagi seorang guru melalui media sosial seperti facebook. Meski berbagi dalam jejaring social seperti facebook menjadi hal yang wajar, tetapi tetap saja hal ini menjadi sesuatu yang tidak biasa. Sebab sejauh ini jarang sekali seorang guru yang berbicara tentang anak didiknya, tentang mengapa siswa tidak berprestasi baik, tentang mengapa siswa selalu ramai atau tidur dikelas, hingga tentang mengapa siswa selalu meninggalkan kelas untuk sekedar membeli sesuatu dikantin sekolah. Dibandingkan dengan berkeluh kesah tentang kesejahteraan, kinerja teman guru, belanja terbaru, ataupun cerita kesuksesan keluarganya.
Perilaku siswa tentu tidak bisa dipisahkan dari kebiasaan pembelajaran di sekolah, karena itu seorang guru harus peduli terhadap apa yang dialami serta perubahan yang terjadi pada siswanya. Kerapkali para guru tidak menyadari bahwa jebakan rutinitas seperti duduk, diam, mendengarkan dan menulis, tuntutan standar keberhasilan belajar yang tinggi, tugas rumah yang menumpuk dan perilaku introvert malu bertanya kepada guru padahal belum bisa, merupakan rutinitas setiap hari di sekolah. Dengan siswa yang memiliki kebutuhan dan kemampuan belajar yang berbeda, membiarkan pembelajaran menjadi monoton dan tidak bervariasi tentu bukan hal yang manusiawi. Kalau sudah begini, sudah pasti yang akan dialami siswa adalah kejenuhan belajar. Tanpa melihat umur dan status, secara manusiawi hal ini dapat menimpa siapa saja termasuk siswa.
Istilah kejenuhan atau burn out pertama kali dikemukakan oleh Herbert J. Freudenberg pada tahun 1974. Secara harfiah, arti jenuh ialah padat atau penuh sehingga tidak mampu lagi memuat apapun. Selain itu, jenuh juga dapat berarti bosan. Freudenberg menggambarkan seseorang yang mengalami kejenuhan terlibat secara somatis dengan fungsi tubuhnya, seperti secara terus menerus merasa kehilangan energi dan sangat lelah, tidak mampu menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu yang berarti, menderita sakit kepala berkepanjangan, mengalami gangguan pencernaan, gangguan tidur, hingga sesak nafas. Perilaku seseorang yang mengalami kejenuhan ditunjukan dengan begitu mudah cepat marah, mudah terluka dan menjadi frustrasi.
Dalam pembelajaran di sekolah, siswa sering mengalami kelupaan dan terkadang juga mengalami peristiwa negatif lainnya yang disebut jenuh belajar atau dalam bahasa psikolog lazim disebut learning plateau (baca: pletou).  Kejenuhan belajar ialah rentang waktu tertentu yang digunakan untuk belajar, tetapi tidak mendatangkan hasil. Seorang siswa yang mengalami kejenuhan belajar merasa seakan-akan pengetahuan dan kecakapan yang diperoleh dari belajar tidak ada kemajuan. Sehingga siswa yang bersangkutan menjadi pesimis terhadap keberhasilan belajarnya, hingga tidak jarang menghukum diri sendiri atas ketidak mampuannya tersebut. Kondisi inilah yang kemudian dikenali sebagai gejala keletihan siswa.
Menurut Cross (1974) dalam bukunya The Psychology of Learning, keletihan siswa dapat dikategorikan menjadi tiga macam, yakni: 1) keletihan indera siswa; 2) keletihan fisik siswa; 3) keletihan mental siswa. Khusus untuk penyebab keletihan mental siswa, terdapat empat factor antara lain; 1) Karena kecemasan siswa terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh keletihan itu sendiri; 2) Karena kecemasan siswa terhadap standar keberhasilan bidang studi tertentu yang dianggap terlalu tinggi, terutama ketika siswa tersebut sedang merasa bosan terhadap bidang studi tersebut; 3) Karena siswa berada ditengah situasi kompetitif yang ketat dan menuntut kerja intelektual yang berat; 4) Karena siswa mempercayai konsep kinerja akademik yang optimum, sedangkan dia sendiri menilai belajarnya sendiri hanya berdasarkan ketentuan yang ia bikin sendiri (self-imposed)
Robert, M. Gagner (dalam Lamudji, 2005), menyebutkan bahwa untuk membuat pembelajaran berpengaruh positif pada siswa dan tidak menimbulkan kejenuhan, dapat dilakukan dengan pemberian motivasi. Membangkitkan motivasi dalam diri peserta didiknya agar semakin aktif belajar, perlu dibangun guru melalui dua jenis motivasi, yakni motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. dorongan serta gairah yang timbul dari dalam peserta didik itu sendiri, misalnya mendapat manfaat praktis dari siswaan, mendapat penghargaan dari teman atau guru, hingga ingin mendapat nilai yang baik sebagai bukti “mampu berbuat” merupakan bentuk dari motivasi intrinsik. Sedangkan, dorongan yang mengacu kepada faktor-faktor luar yang turut mendorong munculnya gairah belajar, seperti lingkungan social atau kelompok, lingkungan fisik yang memberi suasana nyaman, tekanan, kompetisi, termasuk fasilitas belajar yang memadai dan membangkitkan minat adalah bentuk motivasi ekstrinsik
Siswa yang Berhasil
Sekolah merupakan misi yang dilaksanakan untuk mencapai bermacam-macam  keinginan siswa  atas pengetahuan dasar, wawasan, peningkatan kemampuan dan pengetahuan yang mendalam (Perkin dalam Sopiatin, 2010).  Sekolah yang berhasil adalah sekolah yang memiliki visi dan misi, keyakinan dan nilai-nilai, tujuan serta objek serta faktor kritis keberhasilan. Sedangkan kualitas sekolah dapat dilihat dari kualitas  input,  kualitas proses, kualitas outcome, dan adanya jaminan mutu terhadap pengguna. Sekolah bermutu merupakan harapan dari semua pihak, sehingga tidak mengherankan jika setiap siswa berlomba untuk dapat diterima disekolah tersebut. Sekolah yang mempunyai kualitas pelayanan pendidikan yang baik dan dapat memberikan kepuasan terkait dengan prestasi belajar siswa.
Seperti halnya musisi, penari ataupun pemain golf, tentu tidak dapat berhasil apabila mereka tidak mempraktekkannya, selain dari membaca ataupun mendengarkan dasar-dasar dan teknik-teknik khusus dalam kelas.  Agar  mencapai keberhasilan dan kesuksesan, siswa harus mampu mengatur dirinya dalam belajar untuk memenuhi tuntutan-tuntutan yang ada agar bisa menjadi siswa yang berhasil dalam pendidikannya. Pengaturan diri dalam hal akademis ini disebut dengan academic self management, suatu strategi pembelajaran yang digunakan oleh siswa untuk mengontrol faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajarannya (Dempo, 2004). Sehingga menjadi tugas guru untuk membekali siswa dengan kemampuan “self-management”, sebagai teknik memodifikasi perilaku untuk merubah perilaku diri sendiri. Tidak hanya membelajarkan apa yang seharusnya dipelajari, tetapi juga membelajarkan bagaimana belajar.
Mengajarkan siswa untuk mampu mengawasi kinerjanya sendiri (self-monitoring) merupakan langkah awal, membentuk siswa yang bertanggung jawab pada perilaku dan sekaligus tahapan untuk menjadi “agents of change” (Hanson, 1996; Porter, 2002; Rutherford, Quinn, & Mathur, 1996).  Self-monitoring sendiri didefinisikan sebagai praktek pengamatan dan pencatatan akademik dan perilaku sosial seseorang (Hallahan & Kauffman, 2000; Rutherford, Quinn, & Mathur, 1996; Vaughn, Bos, & Schumm, 2000).   Apabila self monitoring seseorang telah terbentuk, maka tahapan selanjutnya adalah penguasaan self management untuk mengelola kemampuan tersebut. Self-management bertujuan untuk mengajarkan kepada siswa bagaimana mengatur proses pembelajarannya atau mengefektifkan perilakunya. Kembali pada deskripsi permasalahan diawal tulisan ini, maka menjadi penting bagi seorang guru untuk merubah pola berfikirnya tentang siswa yang berhasil.
Siswa yang berhasil bukanlah mereka yang mengetahui sesuatu lebih dari yang lain, tetapi mereka yang memiliki strategi yang efektif dan efisien untuk mengakses dan menggunakan pengetahuan, memotivasi diri sendiri dan dapat memonitor atau mengubah perilaku ketika pembelajaran itu tidak terjadi. Sebab sistem pendidikan formal tidak menjamin siswa untuk sukses. Kesuksesan bukan hanya sekedar kemampuan akademis, tetapi juga kemampuan diri (personal skill) yang baik.  Siswa yang drop-out bukan karena dia memiliki kemampuan yang di bawah rata-rata, tetapi karena dia tidak dapat mengatur dirinya, dalam hal pendidikan. Oleh sebab itu sebagai catatan akhir tulisan ini, seorang guru tidak boleh berputus asa untuk mencari “sejuta cara” agar siswanya menjadi orang-orang yang berhasil dengan mandiri dalam belajar.

From netsains.net
read more

Belajar Cara Dewasa

Terkadang, kebiasaan-kebiasaan kurang baik seperti menunda-nunda pekerjaan, membuang-buang waktu, menganggap remeh, dan beragam kebiasaan kurang baik lainnya masih saja melekat dalam diri kita, meskipun sudah memasuki atmosfer perkuliahan. Berbagai alasan selalu diutarakan ketika mengalami masa-masa sulit seperti lupa mengerjakan tugas, atau tugas yang diberikan tidak dikerjakan secara maksimal pada saat dikumpulkan. Padahal, waktu penyelesaian tugas yang diberikan oleh sang Dosen atau asisten lebih lama dari proses penyelesaian tugas normalnya. Sepertinya hal itu sudah tidak asing lagi dalam penglihatan kita, bahkan sudah menjadi tradisi ketika tugas diberikan dalam tenggat waktu yang cukup lama, kita mengerjakannya hanya beberapa hari bahkan satu hari menjelang tenggat waktu tersebut. Padahal, kebiasaan tersebut bisa berpotensi menyebabkan tugas-tugas yang kita tunda-tunda bertumpuk dalam 1 tenggat waktu yang sama. Dampaknya, tugas tidak terselesaikan dengan maksimal, padahal tenggat waktu yang diberikan sebenarnya menguntungkan mahasiswa.
Seharusnya, setiap kebiasaan-kebiasaan keliru yang pernah kita lakukan dahulu bisa dijadikan pelajaran dan pengalaman yang berharga sebagai warning agar kita tidak pernah melakukannya kembali. Tapi, terkadang apa yang kita ucapkan dan kita rencanakan sulit untuk kita praktikkan jika kita tidak memiliki keinginan yang kuat untuk merubahnya. Tentunya, keinginan kuat itu harus diiringi dengan usaha dan kerja keras dalam mengikuti irama dari pergerakan hati yang menginginkan suatu perubahan besar. “Change one thing, change everything,” mengulas kembali pepatah dari sebuah film yang dibintangi oleh Ashton Kutcher berjudul The Butterfly Effect, bahwa Setiap 1 perubahan yang kita lakukan bisa memberikan potensi yang luar biasa terhadap perubahan komponen-komponen lainnya.
Tidak selamanya kita berada di pangkuan seorang ayah atau ibu, merengek dengan banyak permintaan, dan hidup penuh dengan ketergantungan. Tapi, kita akan dilepas untuk hidup dan berpetualang di alam bebas dengan permasalahan yang beragam, tapi penuh dengan khazanah kehidupan. Dari petualangan tersebut kita diberikan kesempatan untuk memetik buah sebagai reward, dan kualitas buah yang kita rasakan tergantung dari seberapa besar usaha yang telah kita lakukan. Jika hari ini kita pemuda, esok kita menjadi orang tua. Maka, mulailah untuk memikirkan bagaimana menjalankan mesin waktu yang kita miliki, agar kelak mampu melakukan pendaratan yang optimal. Salah satunya adalah dengan belajar cara dewasa.
Belajar cara dewasa bukan berarti kita harus melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Tapi, kita berusaha untuk disiplin dan tepat waktu dalam berkompetisi menggugurkan tanggungjawab yang telah kita sepakati, dan bisa menerima kekalahan dengan hati yang lapang. Salah satu contoh yang paling sederhana adalah tugas yang harus kita selesaikan sebagai seorang mahasiswa, misalnya. Seorang pemenang akan memanfaatkan waktu yang ada seoptimal mungkin dan selalu mencoba untuk menyelesaikan tugasnya. Ketika dia gagal, maka dia menerima kekalahannya dengan lapang dada, bukan berusaha memikirkan alasan apa yang tepat untuk membela kegagalannya, apalagi bersikap tidak jujur dengan hasil pekerjaan orang lain. Ingatlah kutipan dari ilmuwan kondang, Albert Einstein bahwa “A person who never made a mistake never tried anything new.”
Belajar cara dewasa dalam memahami proses adalah tugas utama dari seorang mahasiswa, agar suatu saat kelak mampu menjalankan tri dharma perguruan tinggi. Sudah seharusnya kita membangun fondasi yang kuat dalam mempersiapkannya. Fondasi tersebut tidak akan terbentuk jika kita tidak berani mencobanya. Jika kita tidak berani mencoba, maka kita tidak akan tahu di mana titik kelemahan kita. Poin yang paling krusial adalah mampu mengetahui di mana titik kelemahan kita. Mengapa demikian? Setiap manusia pasti memiliki kelemahan dan kelebihan, karena itu kita harus mengetahui di mana letak dari kedua bagian tersebut, hal itu sangat berguna untuk menjadikan keduanya bermanfaat.
Kita bisa belajar dari cerita tentang dua buah tempayan yang bisa berjalan, diadopsi dari pepatah Cina. Salah satu dari tempayan sebut saja tempayan A, sedikit retak dan memiliki lubang kecil di beberapa bagian tubuhnya, sedangkan tempayan lainnya sebut saja tempayan B, terlihat utuh. Setiap hari kedua tempayan tersebut diperintahkan oleh majikannya untuk membawa air dari sungai. Sebelum kedua tempayan itu mencoba melaksanakan tugasnya, tidak ada satu pun dari mereka yang tahu titik kelemahannya masing-masing. Tapi, setelah keduanya mencoba dan terus mencoba, perlahan-perlahan mereka mengetahuinya. Tempayan A mulai menyadari bahwa jumlah volume air yang ia bawa selalu kurang dari kapasitas seharusnya, sedangkan tempayan B dengan bangga bisa membawakan majikannya air sesuai dengan kapasitas seharusnya. Apakah karena kelemahan yang dimiliki oleh tempayan A menjadikan tempayan A tidak unggul dari tempayan B? Tempayan A sama unggulnya bahkan bisa lebih unggul dari tempayan B! Mengapa demikian? Belajar cara dewasa berarti belajar untuk bisa menerima kelemahan dan menjadikannya senjata untuk menjadi pemenang. Setelah menyadari kekurangannya, tempayan A mengambil jalur lain yang baru saja ditaburi benih-benih bunga oleh majikannya. Beberapa lama kemudian, benih-benih itu tumbuh kembang menjadi bunga cantik yang bisa dipetik dan dijadikan hiasan di dalam rumah majikannya. Ada keunggulan tersendiri yang dimiliki oleh tempayan A, tapi tidak dimiliki oleh tempayan B.
Belajar cara dewasa melatih kita untuk menjadi seorang pemenang yang kuat dengan pemikiran-pemikiran besar. Apabila kita tidak dibiasakan untuk belajar cara dewasa, berinisiatif memahami bidang yang kita tekuni, dan membangun insting dengan memperbanyak latihan memecahkan permasalahan-permasalahan di dalamnya. Maka, tidak akan ada ketertarikan dan rasa ingin tahu yang besar terhadap bidang yang kita tekuni. Bagaimana kita membangun sebuah pemikiran besar? Pemikiran besar itu berawal dari ketertarikan dan rasa ingin tahu yang besar terhadap permasalahan yang kita hadapi. Ketertarikan dan rasa ingin tahu itulah yang mengantarkan kita dalam sebuah pertanyaan yang kadang terdengar bodoh. Namun, siapa yang tahu bahwa pertanyaan bodoh kita ternyata menjadi sebuah pemikiran besar yang bisa merubah peradaban dunia.  “Any intelligent fool can make things bigger and more complex. It takes a touch of genius – and a lot of courage to move in the opposite direction.” kutipan dari Albert Einstein ini mewakili banyak kisah-kisah para ilmuwan yang nama besarnya tidak sebesar kisah hidupnya. Karya-karya luar biasa yang membesarkan nama mereka, dan karya-karya luar biasa itu berawal dari mencoba.

From netsains.net
read more

Sunday, May 6, 2012

Tips Menjalani LDR (Long Distance Relationship)

Sobat dunia sains,,, sedikit intermeso, dunia sains bagi-bagi tips buat sobat dunia sains yang menjalani LDR. Soalnya admin juga menjalanni LDR.hehehehe,,,,,,yuk simak,,,,


Pria dan wanita sama-sama memiliki kesulitan ketika harus menjalani perpisahan, khususnya menjalani hubungan jarak jauh. Dibutuhkan komitmen serius untuk memilih menjalani hubungan yang terpisah jarak dan waktu. Karir, sekolah, dan keluarga bisa menjadi faktor pemisah antara sepasang kekasih. Namun jangan berpikir bahwa hubungan jarak jauh tak akan pernah berhasil.

Menurut penelitian dari Center for the Study of Long-Distance Relationships, hubungan jarak jauh pasti gagal hanyalah sebuah mitos. Bahkan ditemui di Amerika, lebih dari 700.000 pasangan LDR akhirnya menikah. Semua tergantung kepada bagaimana Anda dan pasangan menyikapi keadaan ini. Tidak ada yang berkata bahwa menjalaninya akan mudah, namun tidak juga mustahil. Kelima tips di bawah ini mungkin bisa membantu.

1. Jelaskan ekspektasi sejak awal

Jangan bertele-tele, rencanakan masa depan sejak dini. Menurut Dr. Greg Guldner, direktur Center for the Study of Long-Distance Relationships, yang membedakan antara pasangan yang berhasil dan tidak berhasil menjalani LDR adalah: peraturan dasar. Dr. Guldner menjelaskan, sekitar 70% pasangan LDR yang tidak mengatur perjanjian sejak mula, rata-rata putus hubungan setelah 6 bulan. Tentunya yang terpenting untuk dilakukan adalah membicarakan peraturan dasar, seperti: apakah hubungan ini eksklusif atau terbuka? Setiap berapa kali sehari memberikan kabar, lewat e-mailkah, lewat SMS-kah? Kapan jadwal bertemu?

2. Ekspresikan Diri
Pasangan yang tinggal berdekatan saja sering mengalami kesulitan untuk bertemu dan mengekspresikan cinta kasih mereka. Jadi, bayangkan bagaimana sulitnya pasangan LDR untuk bertatap muka apalagi bersentuhan. Dr. Gary Chapman, penulis The Five Love Languages for Singles mengatakan, “Penting untuk mengetahui cara membuat pasangan kita merasa dihargai dan dicintai. Terlebih lewat kata-kata. Misalnya, ‘Jika kamu ada di sisiku saat ini, aku akan memberimu ciuman di keningmu’." Ia juga menyarankan untuk saling berbagi kisah yang dihadapi sehari-hari kepada pasangan. Ini perlu dilakukan untuk menjaga kedekatan, sehingga ketika Anda dan pasangan bertemu ada hal-hal yang bisa diceritakan dan menghindari keadaan yang membuat Anda merasa seperti orang asing.

Tak hanya lewat e-mail, surat konvensional pun sama serunya untuk membuat hubungan Anda terasa lebih personal dengan membaca goresan tangannya. Selipkan potongan surat kabar yang lucu atau puisi karangan Anda yang ditulis di atas daun. Anda bisa lebih kreatif melalui surat konvensional.

3. Nikmati kebebasan Anda
Hidup terlalu berdekatan dengan pasangan pun bisa jadi hal yang menyulitkan untuk masing-masing bisa bertumbuh secara pribadi maupun profesional. Hidup terpisah memang sulit, namun memberikan ruang kita secara pribadi untuk bertumbuh tapi tetap berada dalam sebuah hubungan. Seiring waktu berjalan, Anda akan saling mempelajari sikap dan sifat pasangan, hingga pada akhirnya jika memutuskan untuk hidup bersama, hal ini bukan lagi menjadi sebuah "pengorbanan" namun sebuah kompromi.

4. Buat jadi lebih menyenangkan
Anda bisa membuat keadaan lebih menyenangkan dengan membuat kejutan-kejutan untuk si dia. Bisa dengan memberikan hadiah-hadiah yang dikirimkan sewaktu-waktu. Ini penting untuk membuat ia merasa bahwa Anda memikirkan dia. Namun perlu diingat: beri jarak waktu. Jangan sampai ia merasa Anda membombardirnya. Berikan hadiah-hadiah yang dibuat personal, seperti buku yang sudah lama ingin ia baca, video berisi pesan, cokelat yang Anda buat sendiri, foto Anda berdua, liontin kunci, puisi buatan Anda sendiri, perhiasan bergrafir, bunga berisi pesan, dan lainnya. Semakin personal hadiah yang Anda buat, semakin besar dampak yang akan diterima oleh si dia.

Siapa yang tak suka kejutan manis? Kejutan bisa jadi menyenangkan karena tak disangka-sangka dan melambangkan betapa si pemberi kejutan sangat memerhatikan orang itu. Coba: buat iklan di koran nasional atau koran lokal tempat si dia yang isinya betapa Anda sangat menyayangi dia. Atau buat perjalanan mendadak ke tempatnya. Atau buat video pesan yang menyatakan perasaan Anda dengan cara tersendiri. Atau kirimkan hadiah ke rumahnya saat ia sedang mengunjungi Anda, hingga begitu ia sampai di rumahnya, hadiah tersebut sudah menunggunya. LDR bisa berhasil jika Anda dan pasangan bersedia menyiapkan waktu dan usaha untuk membuatnya berjalan baik.

5. Percayalah
Memang, LDR tidak mudah, namun berlama-lama berpikiran negatif hanya akan menghabiskan energi. Daripada berkeluh-kesah karena tak pernah bertemu, lebih baik membicarakan hal-hal menarik untuk Anda berdua. Semakin Anda bersikap bahagia terhadap hubungan Anda dan dia, kebahagiaan pun akan menghampiri Anda. Dr. Guldner berkata, kegagalan LDR umumnya hanya kesalahpahaman. Pasangan putus hubungan karena banyak hal. Dari 10 tahun riset yang dilakukannya, jarak bukan salah satu alasan utama penyebab retaknya hubungan. Malah jarak justru bisa membuat hati semakin dekat karena saling merindu. Pakar hubungan yang kerap tampil dalam Oprah Winfrey Show, Dr. Phil, mengatakan bahwa jika memang benar-benar mencintai seseorang, Anda akan rela untuk mengarungi segalanya untuk bisa bersama-sama dengannya.
read more

Beberapa Sekolah Tinggi Kedinasan yang sedang Membuka Pendaftaran

  Bagi sobat dunia sains yang akan lulus SMA dan masih bingung hendak melanjutkan sekolah ke mana, tak ada salahnya melirik sekolah kedinasan. Sekolah kedinasan yang rata-rata berada di bawah lembaga pemerintah baik departemen maupun non-departemen, sedang membuka pendaftaran.

Dari wikipedia, ada belasan sekolah kedinasan. Namun tak semuanya membuka pendaftaran mahasiswa baru. Sekolah kedinasan ini memang ada yang membuka peluang untuk ikatan dinas dan ada yang tidak. Namun dari segi biaya, memang lebih murah dari sekolah tinggi atau universitas swasta.

Seperti yang dikatakan Kepala Puskom Publik Kemenhub Bambang S Ervan. Sekolah kedinasan di bawah Kemenhub memang ada biayanya alias tidak gratis.

"Tetap ada biaya, tapi tidak sebesar yang di luar karena ada subsidi dari pemerintah. Itu nanti biaya masuk ke penerimaan negara," jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan ketika berbincang dengan detikcom, Selasa (10/4/2012).

Kemenhub membawahi 17 sekolah kedinasan di bidang transportasi, di antaranya yakni Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) di Cibitung, Bekasi; Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara; dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) di Curug, Tangerang. Semua sekolah itu sedang membuka pendaftaran mahasiswa baru.

Bagi Anda atau kerabat Anda yang lulusan SMA, silakan cari persyaratan pendaftaran dari sekolah-sekolah kedinasan itu. Dari penelusuran detikcom, berikut sekolah kedinasan yang sedang membuka pendaftaran:

Kemenkominfo

Sekolah Tinggi Multi Media Training Center (ST MMTC) di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo). Lokasi kuliah di Yogyakarta. Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id atau www.pmb.mmtc.ac.id.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

1. Sekolah Tinggi Pariwisata (STP). Lokasi kuliah di Bandung. Pendaftaran online di http://pmb.stp-bandung.ac.id/

2. Akademi Pariwisata (Akpar) Medan. Lokasi kuliah di Medan, Sumatera Utara. Informasi pendaftaran di http://akparmedan.ac.id/

3. Akademi Pariwisata (Akper) Makassar. Lokasi kuliah di Makassar, Sulsel. Informasi pendaftaran di http://akparmakassar.ac.id/in/index.php

4. Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali. Lokasi kuliah di Nusa Dua, Bali. Informasi pendaftaran di http://news.stpbali.ac.id/2011/03/penerimaan-mahasiswa-baru-tahun-2012/stp-2012/
Kementerian Perhubungan

Ada 17 sekolah kedinasan di bawah Kemenhub yang tersebar di Indonesia. Informasinya bisa dilihat di http://bpsdm.dephub.go.id. Beberapa di antaranya adalah:

1. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Lokasi kuliah di Marunda, Jakarta Utara. Informasi pendaftaran online di http://sipencatar.stipjakarta.ac.id:81/
2. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI). Lokasi kuliah di Curug, Tangerang. Informasi pendaftaran online di http://www.stpicurug.ac.id/info_sipencatar/

3. Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Lokasi kuliah di Cibitung, Bekasi. Informasi pendaftaran di http://sttd.ac.id/?sttd=18
Kementerian Kesehatan

Ada 33 Poltek Kesehatan di bawah Kemenkes. Informasi pendaftaran murid baru terkompilasi dalam situs Kemenkes, http://www.bppsdmk.depkes.go.id/index.php?option=com_content&view=category&id=39&Itemid=67

Kementerian Perindustrian

1. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (ST3), Bandung, Jawa Barat. Informasi pendaftaran bisa didapatkan di http://stttekstil.ac.id/pmb.php
2. Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI), Jakarta. Lokasi kuliah di Cempaka Putih, Jakarta. Informasi pendaftaran di http://www.stmi.ac.id/index.php?action=generic_content.main&id_gc=138

3. Akademi Teknologi Kulit (ATK), Yogyakarta. Lokasi kuliah di Sewon, Bantul DIY. Informasi pendaftaran bisa dicek ke http://www.atk.ac.id/index.php?offset=7

4. Akademi Kimia Analis (AKA), Bogor. Lokasi kuliah di Tanah Baru, Bogor. Informasi pendaftaran di http://www.atk.ac.id/index.php?offset=7

Kementerian Pertanian

Kementan membawahi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian di beberapa kota seperti Medan-Sumut, Magelang-Jateng, Gowa-Sulsel, Malang-Jatim dan Bogor-Jabar. Informasi pendaftaran dan ragam jurusan bisa dilihat di situs http://bppsdmp.deptan.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=407:penerimaan-mahasiswa-baru-stpp-ta-20122013&catid=70:pengumuman-bppsdmp&Itemid=207
Kementerian Sosial

Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS), Bandung, Jawa Barat. Informasi pendaftaran bisa dilihat di situs http://www.stks.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=114:pmb-stks-2012&catid=36:pengumuman&Itemid=63

Lembaga Sandi Negara

Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Bogor, Jawa Barat. Lokasi kuliah di Ciseeng, Bogor. Informasi pendaftaran di http://stsn-nci.ac.id/pendaftaran-spmb-2012-gelombang-ii/
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Akademi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (AMKG), Tangerang. Lokasi kuliah Pondok Betung, Bintaro, Tangerang, Banten. Informasi pendaftaran bisa dilihat di situs http://amg.ac.id/site/berita_detail/288

Badan Pusat Statistik (BPS)

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) di bawah Badan Pusat Statistik (BPS). Lokasi kuliah di Jakarta. Pendaftaran online di www.stis.ac.id.

Badan Tenaga Nuklir Nasional

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN), Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pendidikan ini tanpa ikatan dinas. Informasi pendaftaran bisa dilihat di http://www.sttn-batan.ac.id/

Lembaga Administrasi Negara

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara - Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN), Bandung, Jawa Barat. Info pendaftaran bisa dilihat di situs http://www.stialan.ac.id/


From detik,com
read more

Tuesday, March 27, 2012

Ten questions a scholarship fighter should not ask

Saya percaya, there is no such thing as a stupid question. Meski demikian, saya juga tahu bahwa memang there is such a thing as an annoying question. Meskipun memang tidak ada pertanyaan bodoh, pertanyaan yang ‘ngeselin’ itu ada :)
Sejak tahun 2005 saya sering berdiskusi soal beasiswa luar negeri dengan para pemburu beasiswa. Sekitar dua tahun terakhir, saya malah mendapat beberapa undangan untuk secara formal berbagi soal beasiswa luar negeri. Bagi saya, kesempatan berbagi selalu menyenangkan. Meski saya selalu senang berbagi, saya sering mengingatkan para pemburu beasiswa itu bahwa ada banyak sekali informasi yang bisa diperoleh sendiri. Modalnya adalah ketekunan dan kemauan mencari. Semua informasi teknis dan umum pasti dimuat di website beasiswanya. Hal pertama yang harus dicari, dan ini boleh ditanyakan, adalah alamat website resmi sebuah beasiswa. Sebenarnya bisa ditanyakan keapda Pak Google juga.

Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang menurut saya sebaiknya dicari sendiri jawabannya. Jika tidak dalam keadaan sangat prima, pertanyaan semacam ini bisa membuat sang ditanya jadi kesal karena dengan jelas-jelas menunjukkan kemalasan penanya. Hal ini terutama jika pertanyaan disampaikan lewat email dan artinya penanya memilki akses internet.
  1. Syarat TOEFL/IELTS beasiswa X berapa sih?
  2. Formulir beasiswa X dikirim ke mana sih?
  3. Apa saja syarat untuk melamar beasiswa X?
  4. Kapan waktu pendaftaran beasiswa X?
  5. Berapa syarat IP untuk mendaftar beasiswa X?
  6. Bidang ilmu apa saja yang dicakup oleh beasiswa X?
  7. Formulir diisi rangkap berapa sih?
  8. Biar lolos beasiswa X gimana caranya?
  9. Kalau memasukkan formulirnya telat dikit, masih boleh nggak?
  10. Saya bakal diterima nggak ya?
Meski pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak disarankan untuk ditanyakan ke orang lain, semua itu tentu tetap boleh ditanyakan jika Anda kebetulan sedang menghadiri sebuah seminar atau lokakarya beasiswa yang menurut Anda asing. Lebih jauh lagi, jika ada yang menjelaskan beasiswa tertentu dan tidak memberikan informasi dasar seperti di atas, kemungkinan presentasinya perlu direvisi :) Dalam keadaan tertentu, pertanyaan apapun memang boleh saja ditanyakan. Cara bertanya akan membedakan respon yang akan Anda terima.
Inti dari tulisan ini adalah bahwa beasiswa luar negeri haruslah dikejar dengan semangat yang sangat besar. Ingatlah bahwa ada ribuan anak manusia di tanah air kita yang memenuhi syarat formal sebuah beasiswa. Tanyakanlah secara serius pada diri sendiri, mengapa Anda yang lebih layak dari orang lain? Jenis pertanyaan saya kepada orang lain sedikit banyak bisa menjadi indikator kualitas perjuangan saya. Saya kira Anda setuju dengan ini. Dalam hal ini saya setuju dengan Andrea Hirata bahwa nasib berpihak pada para pemberani. Selamat berjuang!

From netsains.net
read more

Informasi Lengkap Beasiswa Luar Negeri

Mengikuti milis beasiswa sekaligus menerima banyak sekali pertanyaan seputar beasiswa mengingatkan saya betapa informasi tentang beasiswa luar negeri untuk pasca sarjana (S2 dan S3) sebenarnya masih sangat minim (sekaligus berharga) bagi banyak sekali orang Indonesia.
Saya tentu saja bukanlah seorang pakar dalam hal beasiswa, hanya sebagai salah satu saja dari sedikit orang Indonesia yang beruntung. Saya pernah menulis tentang beasiswa di blog ini dan mendapat cukup banyak tanggapan. Seiring perkembangan dan respon dari kawan-kawan pemburu beasiswa saya akan tuliskan beberapa hal lain yang mudah-mudahan bisa membantu. Tulisan ini juga diikuti dengan berbagai tulisan lain yang daftarnya bisa dilihat di bagian akhir halaman ini. Dengan menekuni berbagai tulisan tersebut, semestinya pembaca akan mendapat gambaran yang lengkap seputar beasiswa luar negeri. Silakan ikuti saya di twitter @madeandi untuk berbagi tips sederhana dan praktis soal beasiswa luar negeri.

Beasiswa luar negeri itu apa sih?
Beasiswa yang kita bicarakan di sini adalah untuk sekolah di luar negeri yang diberikan umumnya oleh pemerintah negara yang bersangkutan. Dalam bahasa yang sederhana, ini adalah komitmen suatu negara untuk pembangunan Internasional. Australia, misalnya mepunyai agen pemberi beasiswa bernama AusAID, Amerika sendiri memiliki USAID dan seterusnya.
Intinya, ada kemungkinan bagi kita untuk belajar di suatu negara dengan biaya dari negara tersebut. Kalau mau belajar ke suatu negara dengan biaya sendiri atau orang tua tentu bisa juga. Tetapi itu tidak akan kita bicarakan di sini.
Kalau Anda berpikir negara pemberi beasiswa itu baik hati, mungkin benar demikian. Jika Anda berpikir mereka rela berkorban memberikan uang kepada rakyat dari negara lain, mungkin tidak sepenuhnya benar. Pertama, semua uang beasiswa itu dihabiskan di negara yang bersangkutan (uang sekolah, makan, sewa rumah, transportasi dan lain-lain), jadi uangnya tidak ke mana-mana. Kedua, dalam situasi normal, uang beasiswa ini tidak sampai ke negara kita dalam bentuk tabungan, kecuali melakukan siasat tersendiri. Intinya secara finansial, negara pemberi beasiswa bisa jadi tidak rugi apa-apa.
Kenali Diri sendiri
Sebelum jauh-jauh tentang beasiswa, sebaiknya kita mengenal diri kita sendiri terlebih dahulu. Ada beberapa pertanyaan penting yang harus dijawab sebelum mencari beasiswa yang sesuai:
1. Apa latar belakang pendidikan saya?
Latar belakang pendidikan jelas berpengaruh terhadap tersedianya beasiswa untuk Anda. Beasiswa Fulbright, misalnya, tidak menyediakan beasiswa untuk jurusan teknik (ps. Sejak 2008 kalau tidak salah, teknik juga bisa) .
2. Apakah saya sudah bekerja?
Tidak sedikit pemberi beasiswa mensyaratkan penerima beasiswa harus sudah bekerja. Namun demikian ada juga beasiswa yang diberikan kepada lulusan baru.
3. Jika sudah bekerja, di bidang apa saya bekerja dan apakah ini sesuai dengan latar belakang pendidikan saya?
Banyak orang mengalami kesulitan mencari beasiswa yang tepat karena bidang kerjanya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Seringkali dalam kasus semacam ini orang harus menitikberatkan salah satu dari keduanya dalam menentukan beasiswa. Tentu saja akan lebih lapang jalannya jika pendidikan dan pekerjaan Anda Sesuai.
4. Seberapa bagus penguasaan bahasa asing saya?
Ini adalah hal yang tidak bisa ditawar. Perlu diingat bahwa untuk melamar beasiswa harus ada bukti sah penguasaan bahasa asing seperti sertifikat IELTS dan TOEFL untuk Bahasa Inggris.
5. Seberapa bagus nilai/IP saya?
Hampir semua beasiswa reguler mensyaratkan IP di atas 2.75. Jika Anda kurang beruntung, sebaiknya segera pikirkan peluang lain beasiswa non-reguler.
Menguasai Bahasa Asing
Banyak orang bertanya, bagaimana sih caranya agar menguasa bahasa asing (terutama Inggris) dengan baik? Menurut saya pribadi, tidak ada sim salabim kalau kita berbicara masalah ini. Hanya ada satu cara, kenali dan sadari kelemahan bahasa asing kita dan percayalah bahwa itu hanya bisa diperbaiki dengan belajar sungguh-sungguh. Menjadikan mimpi bersekolah di luar negeri sebagai motivasi adalah sesuatu yang positif. Mempelajari bahasa asing sebagai sesuatu yang fun, tanpa beban, dan tidak mengikat akan menjadikan segala sesuatunya terasa lebih mudah.
Jangan berkecil hati kalau baru saja Anda sadari hari ini bahwa Anda tidak mengerti hampir 85 % ketika anda membaca tulisan atau mendengar percakapan berbahasa Inggris. Anda tidak sendiri. Saya memiliki kawan yang luar biasa, bertransformasi dari seorang yang kemampun bahasa Inggrisnya mengenaskan menjadi seseorang yang fasih berucap dan terampil dalam menulis berbahasa Inggris. Dia belajar dan berusaha keras.
Anda mungkin menganggap terlalu berlebihan jika saya katakan kawan saya ini berlangganan The Jakarta Post dan membacanya dengan didampingi kamus. Dia harus membolak balik halaman kamus hampir setiap setengah menit. Jangan panik, ini adalah hal biasa yang, saya yakin, dilakukan juga oleh orang-orang yang kita kenal terlajur hebat dan mumpuni. Kawan saya mengatakan, dia tidak menemukan cara yang lebih ampuh dari ini. Berjuang dan berusaha adalah jawabannya. Sehari satu kata, jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Anda dan saya mungkin sama skeptik-nya, tetapi itulah kenyataannya. Tolong berikan saya cara yang lebih ampuh dari berusaha keras dan menjadikan optimisme sebagai bahan bakar yang tidak terbandingkan!
Mencari dan Mencari
Kalau Anda bertanya, bagaimana saya mendapatkan beasiswa, saya akan jawab “dengan mengejarnya!”. Akan Tetapi, Anda mungin tidak perlu tersesat dan terjerumus di berbagai lubang buntu seperti kebanyakan orang sebelum mendapatkan beasiswa yang diharapkan. Saya akan memberikan satu tip.
Tentukanlah dulu bidang ilmu yang ingin dipelajari. Setelah itu, tentukan beberapa kemungkinan negara tujuan Anda belajar. Jika bidang ilmu Anda tidak populer seperti halnya bidang ilmu saya, Anda akan lebih “mudah” karena tidak terlalu banyak pilihan. Setelah menentukan negara, coba Anda selidiki apakah negara tersebut menyediakan beasiswa. Bagaimana cara mencarinya? Gampang sekali! Coba lebih sering jalan-jalan di dunia maya dan akrab-akrablah dengan Pak Google. Dengan mengetikkan scholarship Australia indonesia di Google, misalnya, Anda akan mendapatkan informasi beasiswa Australia untuk orang Indonesia. Ini hanya sekedar contoh.
Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengikuti forum diskusi di dunia maya, seperti milis beasiswa (beasiswa@yahoogroups.com) dan sejenisnya. Hal utama yang semestinya tidak anda lupakan adalah mengunjungi situs DIKTI, website perwakilan negara asing di Indonesia, situs perwakilan RI di berbagai negara dan universitas-universitas besar di Indonesia. Belum tahu alamatnya? Coba tanyakan pada Pak Google. Sebagai tambahan, pengumuman beasiswa populer seperti AusAIDSTUNED, dan FULBRIGHT, misalnya, biasanya akan diiklankan di media masa nasional. Tetap pasang mata dan telinga, berusahalan menjadi peka terhadap informasi semacam ini.
Perhatikan dan Kuasai Persyaratan
Dengan membaca persyaratan beasiswa di website mereka, anda seharusnya sudah paham betul apa saja persyaratannya. Perhatikan hal penting seperti IP dan nilai kemapuan bahasa Inggris (e.g. TOEFL dan IELTS) agar Anda bisa memutuskan dari awal. Dalam website beasiswa reguler, seluruh informasi sudah termuat. Masalah biasanya muncul ketika Anda tidak mampu memahami secara utuh apa yang disyaratkan. Tanyakan kepada teman kalau terjadi hal seperti ini. Ingat, Anda harus aktif dan sungguh-sungguh. Saya pribadi akan dengan senang hati membantu orang seperti Anda.
Menghubungi Calon Pembimbing
Banyak orang mengirimkan email kepada saya, bagaimana cara menghubungi calon pembimbing/supervisor pertama kali. Saran saya, kita harus memahami bahwa orang yang akan kita hubungi adalah akademisi. Hal utama yang akan membuatnya tertarik tentu saja isu akademik. Cobalah kunjungi website jurusan yang Anda minati di suatu universitas. Di sana, hampir pasti ada daftar dosen termasuk ketertarikan bidang penelitiannya dan tentu saja emailnya. Jika memungkinkan, saya sarankan Anda untuk membaca publikasi yang ditulis oleh dosen yang bersangkutan agar anda benar-benar mengenal konsep pemikirannya. Anda masih bermasalah dengan Bahasa Inggris? Well, Anda tahu apa yang harus dilakukan untuk menjadikannya tidak masalah :) .
Setelah mengenal aktivitas penelitiannya, cobalah kirimkan email. Ingat, akademisi ini secara umum adalah orang yang sangat sibuk sehingga tidak sempat berbasa-basi. Tulislah email yang sopan, singkat dan langsung mengenai sasaran. Ingatlah bahwa mereka adalah orang yang sibuk sekali. Mungkin Anda merasa cukup canggung karena tidak yakin dengan bahasa tulis Anda. Jangan lupa mintalah kepada teman yang Bahasa Inggrisnya lebih baik untuk memeriksa sebelum dikirimkan. Untuk email pertama kali, sebaiknya tidak langsung berisi permohonan atau pertanyaan yang menyita konsentrasi. Komentari saja dulu tulisan dan publikasinya dan tunjukkan ketertarikan Anda akan bidang yang dia tekuni. Selanjutnya tunggu tanggapan dan bersiaplah untuk meneruskan atau mengubah strategi.
Rekomendasi
Hampir semua beasiswa mensyaratkan Anda harus menyerahkan surat rekomendasi. Rekomendasi ini penting bagi institusi barat karena secara umum rekomendasi semacam ini bisa dipercaya. Orang pertama yang bisa dimintai rekomendasi adalah mantan pembimbing skripsi S1. Bagaimana cara mendapatkannya, Anda tentu lebih tahu karena telah mengenal mereka secara baik. Satu hal, cukup banyak dosen di Indonesia yang tidak mau pusing menuliskan rekomendasi sendiri tetapi meminta Anda menuliskan draftnya dan kemudian dosen tersebut mengoreksi dan menyempurnakannya. Belajarlah membuat surat rekomendasi yang baik, masuk akal dan sekaligus ”menjual”.
Jika sudah bekerja, rekomendasi bisa didapatkan dari atasan Anda sendiri dengan mengajukan permohonan yang baik. Rekomendasi dari atasan tentu saja akan bersifat lebih profesional karena cenderung menitikberatkan pada kemampuan kerja Anda, bukan kemampuan akademik, kecuali jika Anda memang bekerja di dunia akademik.
Persyaratan Administrasi Berbahasa Asing
Pada umumnya, persyaratan ijasah, transkrip nilai, KTP dan akte kelahiran diminta dalam bahasa asing (umumnya Inggris). Mau tidak mau Anda harus menerjemahkan semua dokumen tersebut. Ijasah dan tanskrip nilai tentu dengan mudah bisa diterjemahkan di fakultas Anda sendiri dengan mengikuti prosedur administrasi standar yang berlaku.
KTP dan akte kelahiran bisa diterjemahkan di lembaga penerjemah bersertifikat seperti pusat bahasa di sebuah universitas, jurusan bahasa asing yang ada di kota Anda, atau kantor perwakilan Indonesia kalau Anda sedang berada di luar negeri. Masing-masing penerjemahan tersebut tentu saja mengharuskan Anda membayar biaya jasa dan administrasi. Bersiap-siaplah dengan sejumlah uang.
Percayalah, Ini Adalah Soal Kepribadian!
Saya selalu meyakini bahwa perjuangan apapun adalah sebuah ujian sesungguhnya terhadap kepribadian kita. Anda pasti menyadari, banyak orang yang ketika di sekolah dulu biasa-biasa saja kemampuan akademiknya tetapi akhirnya mencapai kesuksesan karir dan finansial yang mengagumkan, jauh melebihi si kutu buku dan juara umum di sekolah Anda. Banyak orang yang mengatakan keberuntungan berpihak pada orang-orang semacam ini. Saya pribadi tidak menampik keberuntungan ini tetapi di atas semua itu saya mempercayai apa yang namanya kepribadian, personality, terlebih perilaku, attitude yang baik.
Kepribadian yang baik ini akan dengan jelas terbaca dari kesungguhan Anda berusaha mencari informasi, kesantunan dan keseriusan bahasa tulis Anda ketika menghubungi calon pembimbing dan pemberi rekomendasi, termasuk cara Anda menghadapi birokrasi Indonesia yang sering berbelit untuk urusan administrasi. Sehebat-behatnya dan seprofesional-profesionalnya orang barat, mereka adalah juga manusia. Kepribadian dan sentuhan kemanusiaan dalam kadar yang tepat diikuti dengan pembuktian akademik dan keterampilan yang baik akan membuatnya tunduk bertekuk lutut kepada Anda. Anda jangan tersenyum dulu,saya tidak hanya berteori.
Akhir kata, saya ingin tegaskan lagi bahwa Anda yang membaca tulisan saya sampai akhir adalah salah satu orang yang punya niat dan sungguh-sungguh. Saya memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa jika Anda tetap menjaga semangat Anda seperti sekarang ini, suatu saat Anda akan menggapai mimpi bersekolah di luar negeri. Mendapatkan beasiswa bukanlah sesuatu yang tidak mungkin bagi orang yang berniat seperti Anda.
Satu hal terakhir, hukum Tuhan bekerja maha sempurna. Tidak ada satu halpun terjadi di luar kesadaran-Nya. Selamat berjuang kawan!
—–
Daftar beasiswa
Australia
New Zealand
The Netherlands
United States of America
United Kingdom
Germany
Japan
Asia
Sweden
Beasiswa Luar Negeri 101
  1. Berburu beasiswa ke luar negeri
  2. Sekali lagi tentang beasiswa
  3. Memenuhi syarat tetapi tidak lulus seleksi. Mengapa?
Beasiswa Australia
Saya membuat kategori khusus terkait Beasiswa Australia karena saya memperoleh beasiswa dari Australia untuk S2 dan S3, sehingga informasi yang saya kuasai terkait Australia lebih baik dibandingkan negara lain :)
  1. Broadcast yourself by publishing
  2. Australian Development Scholarship
  3. Contoh lamaran ADS
  4. Australian Leadership Awards
  5. Tips wawancara ADS
  6. Contoh pertanyaan wawancara ADS
  7. Master by Research vs Master by Coursework
  8. Tips IELTS dan Wawancara ADS
  9. Persiapan ke Australia dengan beasiswa ADS
  10. Pengalaman hidup di Australia
  11. Wollongong Menyapa - Panduan bagi Pendatang Baru di Australia
  12. Seks bebas di Australia?
  13. Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia di Wollongong
  14. Childcare di Australia
  15. Mencari rumah/akomodasi di Australia
Tentang Persyaratan Beasiswa
  1. Contoh Proposal Riset
  2. Contoh CV
  3. Tips belajar bahasa Inggris
  4. Membuat Personal Statement/Statement of Purpose
  5. Menghubungi calon pembimbing
  6. Mendapatkan Surat Rekomendasi
  7. Contoh Surat Rekomendasi
Tips dan Trick
  1. Tips Menghadapi Wawancara
  2. Tips Presentasi
  3. Tips menulis
Motivasi Beasiswa
From netsains.net
read more

Sunday, February 26, 2012

Tersenyumlah Ketika Berurusan Dengan Pasang Surut Kehidupan

Selama hidup kita yang panjang dan tidak terduga, kita mengalami pasang surut yang dapat menjadi pengalaman dan menentukan perjalanan sisa hidup kita. Hidup ini begitu menakjubkan, bagaimana dalam sekejap nasib berubah menjadi baik atau buruk, atau terkadang beruntung dan kurang beruntung.  Yang pasti, semua orang mengalami yang namanya pasang surut kehidupan dan inilah yang membuat kita sadar indahnya dan layaknya menjalani hidup yang hanya sekali ini. This is why life is worth living !
Secara bertahap, saat kita beranjak dewasa dan bijaksana, kita akan memahami akan kebutuhan mengalami hal buruk dalam hidup untuk menghargai kualitas sebuah kebaikan dan merasakan emosi yang dialami. Emosi memiliki kesamaan dengan Ilmu Pengetahuan, Matematika dan lain sebagainya. Semua serba mungkin. Kemungkinan tidak terbatas adalah yang terbaik dan terburuk dalam hidup kita akan selalu hadir secara berkelanjutan. Kita harus memahami hal ini, bahwa baik dan buruk harus hadir untuk menciptakan keseimbangan. Dan, Ilmu Pengetahuan (red. Pendidikan) merupakan alat terbaik yang dapat kita gunakan untuk menerima surut dan menghargai pasang dalam kehidupan.
Meskipun proses berfikir diri sendiri merupakan cara yang paling ampuh untuk memahami dan hidup dalam kondisi pasang surut, tidak terduga dan tidak terkendali, saya mencermati cara lain yang dilakukan sebagian besar orang untuk menyikapi pasang surut mereka. Banyak orang menggunakan hobi untuk memindahkan pikiran mereka dari hal buruk, biasanya dengan melakukan kegiatan santai, produktif dan positif. Meskipun ini merupakan cara yang paling umum untuk merasa lebih baik, namun terkadang bisa dikatakan tidak menyelesaikan masalah. Seorang bijak pernah berkata, keluarga adalah segalanya, karena disanalah sebenarnya kita bisa meminta kekuatan untuk mengatasi segala masalah kehidupan atau berbagi kebahagiaan di kala kita senang.
Banyak motivator ulung terkenal yang percaya akan adanya keseimbangan kosmis di Alam Semesta yang merespon energi positif dan negatif dari diri kita. Seseorang yang berfikiran positif akan menerima kehidupan positif dan yang negatif akan lebih negatif dalam hidup, sebagaimana kita melihat sebagai baik dan buruk. Ini berarti bahwa hal buruk akan terjadi pada diri kita jika kita berfikir bahwa itu akan terjadi atau jika secara umum kita tidak senang, antusias atau optimis. Rasa kecewa akan dirasakan lebih dalam ketika secara negatif kita sudah tidak berfikiran positif.
Menjelaskan hubungan antara Alam Semesta, Manusia, dan baik buruknya kehidupan akan memakan waktu lama, mungkin seumur hidup seorang manusia dan tidak akan ada jawaban pasti. Namun, memahami keseimbangan sederhana dalam pasang surut kehidupan dan itu mutlak diperlukan, akan membantu kita untuk menghadapi tantangan hidup atau apapun yang hidup lemparkan untuk kita.
Tulisan didedikasikan untuk semua yang tengah berada di tengah kesulitan, kebahagiaan. Kakek saya pernah bilang “Jangan tertawa terlalu kencang ketika bahagia, dan jangan menangis terlalu dalam ketika sedih. Karena dibalik tawa ada tangis dan dibalik tangis ada tawa”.

From netsains.net
read more

Menjelaskan Cinta Secara Biokimia (Bagian Kedua)

Hari ini, 14 Februari, merupakan hari yang diperingati banyak orang sebagai “Valentine’s Day” atau hari Valentine yang sering dikaitkan dengan cinta dan kasih sayang. 14 Februari lebih sering dirayakan oleh mereka yang berpasangan dan sedang dimabuk asmara. Namun apa itu cinta? Cinta seringkali dikaitkan dengan istilah chemistry. Ya, chemistry dengan arti harfiah “kimia”. Ternyata pernyataan ini tidak sepenuhnya salah karena beberapa senyawa kimia tertentu memang berperan dalam proses terbentuknya perasaan ini. Begitu pula yang terjadi di antara pasangan yang mengalami cinta yang romantis, tidak luput dari pengaruh berbagai senyawa kimia di dalam tubuh, terutama di dalam otak. Setelah artikel sebelumnya membahas mengenai love at first sight serta maternal love & unconditional love, berikut adalah bentuk perasaan cinta lainnya yang dapat dijelaskan secara ilmiah.
Romantic Love (Cinta Romantis)
“Cinta yang romantis adalah candu,” terang Helen E. Fisher, seorang antropolog biologis Rutgers University. Menurutnya, sistem otak untuk cinta yang romantis telah berevolusi sejak jutaan tahun silam dimana leluhur kita untuk memfokuskan energi mereka pada kecocokan dengan orang lain pada suatu waktu tertentu. Karena hal inilah mungkin sebagian besar orang merasa sakit ketika ditolak cintanya. Fisher juga menerangkan bahwa sistem otak tersebut kemungkinan bertujuan agar seseorang mendapat kembali cintanya karena energinya fokus tercurahkan untuk hal tersebut.
Sistem otak yang bertanggungjawab terhadap perasaan tersebut adalah dopaminergic subcortical system, nama ini pertama kali diperkenalkan oleh Stephanie Ortigue dari Syracuse University. Sistem ini dapat aktif apabila terdapat pengaruh senyawa kimia penyebab euphoria semisal kokain. Ternyata, sistem ini juga diketahui menjadi aktif secara signifikan apabila seseorang mengalami cinta yang romantis. Ortigue juga menerangkan bahwa sistem ini dapat memotivasi seseorang untuk mendapatkan cinta yang diinginkannya. Melalui penjelasan ini terlihat nyata bahwa ternyata cinta memang tidak hanya urusan hati tetapi juga dipengaruhi oleh otak.

Broken Heart (Patah Hati)
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa cinta yang romantis memang dipengaruhi oleh sistem pada otak yang disebut dopaminergic subcortical system. Sistem ini memfokuskan energi kita untuk mendapatkan cinta yang kita inginkan. Namun pada kenyataannya tidak semua hal terjadi sesuai dengan yang kita inginkan, termasuk dalam hal cinta. Kemungkinan yang terjadi bisa saja berupa penolakan dan pemutusan hubungan yang berakhir dengan perasaan “patah hati”.
Studi mengenai aktivitas otak dari orang yang mengalami patah hati dilakukan oleh Helen E. Fisher dan timnya dari Rutgers University. Fisher dan timnya memindai 15 otak partisipan yang berusia setara, yakni duduk di bangku kuliah, 10 wanita dan 5 pria. Semua memiliki pengalaman sedang putus cinta tapi masih mencintai mantannya. Rata-rata hubungan percintaan mereka adalah 2 tahun, dan sudah putus sekitar 2 bulan. Partisipan juga mengatakan bahwa mereka menghabiskan lebih dari 85 persen waktu terjaga mereka untuk memikirkan kenapa mereka ditolak pasangannya.
Pada eksperimen tersebut, partisipan diminta memandang foto mantan kekasihnya dan mereka juga ditanyai mengenai semua kenangan yang dialami bersamanya. Mereka juga diminta memandang foto anggota keluarga dan orang-orang terdekatnya. Beberapa fakta yang terungkap adalah sebagai berikut:
  • Memandang foto mantan menstimulasi bagian otak bernama ventral tegmental area yang terlibat dalam motivasi dan perasaan dihargai. Studi sebelumnya juga menyatakan bahwa bagian ini juga menjadi aktif ketika seseorang sedang jatuh cinta. Ini cukup masuk akal, sebab baik dalam keadaan sedih atau senang, saat kita mencintai seseorang maka kita akan tetap mencintainya.
  • Bagian otak bernama nucleus accumbens dan orbitofrontal/prefrontal cortex juga ikut aktif. Ini adalah bagian otak yang berhubungan dengan kecanduan intens seperti pada kokain dan rokok.
  • Terjadi pula peningkatan aktivitas di bagian otak bernama insular cortex dan anterior cingulated, bagian yang terkait dengan rasa sakit dan rasa susah.
Kabar baik dari para peneliti bagi orang yang sedang patah hati adalah: waktu yang akan menyembuhkan. Hal ini bukanlah pepatah kuno belaka, namun memang terbukti lewat studi. Seiring berjalannya waktu, aktivitas pada bagian-bagian otak tersebut perlahan-lahan menurun yang menunjukkan berkurangnya perasaan patah hati.
Waktu memang dapat menyembuhkan patah hati. Namun obat terbaik sepertinya membiarkan diri kita berada dalam perasaan cinta itu kembali, atau dengan kata lain: jatuh cinta lagi!

From netsains.net
read more

Sunday, February 19, 2012

Gizi Seimbang pada Remaja dan Dewasa


Prinsip Gizi Pada Wanita Remaja Dan Dewasa

Masa remaja merupakan saat terjadinya perubahan-perubahan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pada masa ini terjadi kematangan seksual dan tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi endokrin. Pada saat proses pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi tubuh.
Periode Adolesensia ditandai dengan pertumbuhan yang cepat (Growth Spurt) baik tinggi badannnya maupun berat badannya. Pada periode growth spurt, kebutuhan zat gizi tinggi karena berhubungan dengan besarnya tubuh.
Growth Spurt :
  • Anak perempuan : antara 10 dan 12 tahun
  • Anak laki-laki : umur 12 sampai 14 tahun.
Permulaan growth spurt pada anak tidak selalu pada umur yang sama melainkan tergantung individualnya. Pertumbuhan yang cepat biasanya diiringi oleh pertumbuhan aktivitas fisik sehingga kebutuhan zat gizi akan naik pula.
Penyelidikan membuktikan bahwa apabila manusia sudah mencapai usia lebih dari 20 tahun, maka pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah terhenti. Ini berarti, makanan tidak lagi berfungsi untuk pertumbuhan tubuh, tetapi untuk mempertahankan keadaan gizi yang sudah didapat atau membuat gizinya menjadi lebih baik. Dengan demikian, kebutuhan akan unsure-unsur gizi dalam masa dewasa sudah agak konstan, kecuali jika terjadi kelainan-kelainan pada tubuhnya, seperti sakit dan sebagainya. Sehingga mengharuskan dia mendapatkan kebutuhan zat gizi yang lebih dari biasanya.

Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Remaja Dan Dewasa

Faktor yang mempengaruhi gizi pada remaja dan dewasa :
Data terbaru dari kesehatan nasional dan survey pengujian ilmu gizi (NHNES) menyatakan bahwa konsumsi energi wanita dari umur 11 sampai 51 tahun bervariasai, dari kalori yang rendah (sekitar 1329) sampai kalori yang tinggi (1958 kalori).
Konsumsi makanan wanita perlu mempertimbangkan kadar lemak kurang dari 30 % dan tinggi kalsium sekitar 800-1200 mg/ hari. Rata-rata RDA kebutuhan kalsium 1000 mg. selain itu, wanita juga harus memperhatikan unsur sodium, cara pengolahan makanan dan para wanita perlu membatasi makanan kaleng atau makanan dalam kotak.

Kebutuhan Gizi Seimbang

Pada anak remaja kudapan berkontribusi 30 % atau lebih dari total asupan kalori remaja setiap hari. Tetapi kudapan ini sering mengandung tinggi lemak, gula dan natrium dan dapat meningkatkan resiko kegemukan dan karies gigi. Oleh karena itu, remaja harus didorong untuk lebih memilih kudapan yang sehat. Bagi remaja, makanan merupakan suatu kebutuhan pokok untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. Kekurangan konsumsi makanan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, akan menyebabkan metabolisme tubuh terganggu.
Kecukupan gizi merupakan kesesuaian baik dalam hal kualitas maupun kuantitas zat-zat gizi sesuai dengan kebutuhan faali tubuh.

Energi

Kebutuhan energi diperlukan untuk kegiatan sehari-hari maupun untuk proses metabolisme tubuh. Cara sederhana untuk mengetahui kecukupan energi dapat dilihat dari berat badan seseorang. Pada remaja perempuan 10-12 tahun kebutuham energinya 50-60 kal/kg BB/ hari dan usia 13-18 tahun sebesar 40-50 kal/ kg BB/ hari.

Protein

Kebutuhan protein meningkat karena proses tumbuh kembang berlangsung cepat. Apabila asupan energi terbatas/ kurang, protein akan dipergunakan sebagai energi.
Kebutuhan protein usia 10-12 tahun adalah 50 g/ hari, 13-15 tahun sebesar 57 g/ hari dan usia 16-18 tahun adalah 55 g/ hari. Sumber protein terdapat dalam daging, jeroan, ikan, keju, kerang dan udang (hewani). Sedangkan protein nabati pada kacang-kacangan, tempe dan tahu.

Lemak

Lemak dapat diperoleh dari daging berlemak, jerohan dan sebagainya. Kelebihan lemak akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak tubuh yang sewaktu- waktu diperlukan. Departemen Kesehatan RI menganjurkan konsumsi lemak dibatasi tidak melebihi 25 % dari total energi per hari, atau paling banyak 3 sendok makan minyak goreng untuk memasak makanan sehari. Asupan lemak yang terlalu rendah juga mengakibatkan energi yang dikonsumsi tidak mencukupi, karena 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori. Pembatasan lemak hewani dapat mengakibatkan asupan Fe dan Zn juga rendah.

Vitamin dan Mineral

Kebutuhan vitamin dan mineral pada saat ini juga meningkat. Golongan vitamin B yaitu vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin) maupun niasin diperlukan dalam metabolisme energi. Zat gizi yang berperan dalam metabolisme asam nukleat yaitu asam folat dan vitamin B12. Vitamin D diperlukan dalam pertumbuhan kerangka tubuh/ tulang. Selain itu, agar sel dan jaringan baru terpelihara dengan baik, maka kebutuhan vitamin A, C dan E juga diperlukan.

Fe / Zat Besi

Kekurangan Fe/ zat besi dalam makanan sehari-hari dapat menimbulkan kekurangan darah yang dikenal dengan anemia gizi besi (AGB). Makanan sumber zat besi adalah sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, hati, telur dan daging. Fe lebih baik dikonsumsi bersama dengan vitamin C, karena akan lebih mudah terabsorsi.

Pengaruh Status Gizi Pada Sistem Reproduksi

Kebutuhan energi dan nutrisi dipengaruhi oleh usia reproduksi, tingkat aktivitas dan status nutrisi. Nutrisi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan. Kekurangan nutrisi pada seorang yang mengalami anemia dan kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk hamil.

Pendidikan Gizi Pada Wanita Remaja Dan Dewasa

Pendidikan gizi pada wanita remaja dan dewasa diperlukan untuk mencapai status gizi yang baik dan berperilaku gizi yang baik dan benar. Adapun pesan dasar gizi seimbang yang diuraikan oleh Depkes adalah:
  1. Makanlah aneka ragam makanan.
    Tidak satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Makan makanan yang mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh baik kualitas maupun kuantitas. Jadi, mengonsumsi makanan yang beraneka ragam menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
  2. Makanlah makanan untuk mencukupi kecukupan energi.
    Setiap orang dianjurkan untuk memenuhi makanan yanng cukup kalori (energi) agar dapat hidup dan beraktivitas sehari-hari. Kelebihan konsumsi kalori akan ditimbun sebagai cadangan didalam tubuh yang berbentuk jaringan lemak.
  3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.
    Ada dua kelompok karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks dan sederhana. Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks berlangsung lebih lama daripada yang sederhana. Konsumsi karbohidrat kompleks sebaiknya dibatasi 50% saja dari kebutuhan energi sehingga tubuh dapat memenuhi sumber zat pembangun dan pengatur.
  4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai ¼ dari kecukupan energi.
    Lemak dan minyak yang terdapat dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin (A, D, E dan K) serta menambah lezatnya hidangan. Mengonsumsi lemak dan minyak secara berlebihan akan mengurangi konsumsi makanan lain.
  5. Gunakan garam beryodium.
    Kekurangan garam beryodium mengakibatkan penyakit gondok.
  6. Makanlah makanan sumber zat besi.
    Zat besi adalah unsur penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi berakibat anamia gizi besi (AGB), terutama diderita oleh wanita hamil, wanita menyusui dan wanita usia subur.
  7. Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya.
    ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, karena mempunyai kelebihan yang meliputi 3 aspek baik aspek gizi, aspek kekebalan dan kejiwaan.
  8. Biasakan makan pagi.
    Bagi remaja dan dewasa makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi belajar dan meningkatkan produktivitas kerja.
  9. Minumlah air bersih yang aman dan cukup jumlahnya.
    Aman berarti bersih dan bebas kuman.
  10. Lakukan aktivitas fisik secara teratur.
    Dapat meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses penuaan.
  11. Hindari minum minuman beralkohol.
    Sering minum minuman beralkohol akan sering BAK sehingga menimbukan rasa haus. Alkohol hanya mengandung energi, tetapi tidak mengandung zat lain.
  12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.
    Selain harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus layak dikonsumsi sehingga aman untuk kesehatan. Makanan yang aman yaitu bebas dari kuman dan bahan kimia dan halal.
  13. Bacalah label pada makanan yang dikemas.
from:http://www.lusa.web.id/gizi-seimbang-pada-remaja-dan-dewasa/
read more

Adds

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More