
Mengikuti
milis beasiswa sekaligus menerima banyak sekali pertanyaan seputar
beasiswa mengingatkan saya betapa informasi tentang beasiswa luar negeri
untuk pasca sarjana (S2 dan S3) sebenarnya masih sangat minim
(sekaligus berharga) bagi banyak sekali orang Indonesia.
Saya tentu saja bukanlah seorang pakar dalam hal beasiswa, hanya
sebagai salah satu saja dari sedikit orang Indonesia yang beruntung.
Saya pernah menulis tentang
beasiswa di
blog ini dan mendapat cukup banyak tanggapan. Seiring perkembangan dan
respon dari kawan-kawan pemburu beasiswa saya akan tuliskan beberapa hal
lain yang mudah-mudahan bisa membantu. Tulisan ini juga diikuti dengan
berbagai tulisan lain yang daftarnya bisa dilihat di bagian akhir
halaman ini. Dengan menekuni berbagai tulisan tersebut, semestinya
pembaca akan mendapat gambaran yang lengkap seputar beasiswa luar
negeri. Silakan ikuti saya di twitter @madeandi untuk berbagi tips
sederhana dan praktis soal beasiswa luar negeri.
Beasiswa luar negeri itu apa sih?
Beasiswa yang kita bicarakan di sini adalah untuk
sekolah di luar negeri yang diberikan umumnya oleh pemerintah negara
yang bersangkutan. Dalam bahasa yang sederhana, ini adalah komitmen
suatu negara untuk pembangunan Internasional. Australia, misalnya
mepunyai agen pemberi beasiswa bernama AusAID, Amerika sendiri memiliki
USAID dan seterusnya.
Intinya, ada kemungkinan bagi kita untuk belajar di suatu negara
dengan biaya dari negara tersebut. Kalau mau belajar ke suatu negara
dengan biaya sendiri atau orang tua tentu bisa juga. Tetapi itu tidak
akan kita bicarakan di sini.
Kalau Anda berpikir negara pemberi beasiswa itu baik hati, mungkin
benar demikian. Jika Anda berpikir mereka rela berkorban memberikan uang
kepada rakyat dari negara lain, mungkin tidak sepenuhnya benar.
Pertama, semua uang beasiswa itu dihabiskan di negara yang bersangkutan
(uang sekolah, makan, sewa rumah, transportasi dan lain-lain), jadi
uangnya tidak ke mana-mana. Kedua, dalam situasi normal, uang beasiswa
ini tidak sampai ke negara kita dalam bentuk tabungan, kecuali melakukan
siasat tersendiri. Intinya secara finansial, negara pemberi beasiswa
bisa jadi tidak rugi apa-apa.
Kenali Diri sendiri
Sebelum jauh-jauh tentang beasiswa, sebaiknya kita mengenal diri kita
sendiri terlebih dahulu. Ada beberapa pertanyaan penting yang harus
dijawab sebelum mencari beasiswa yang sesuai:
1. Apa latar belakang pendidikan saya?
Latar belakang pendidikan jelas berpengaruh terhadap tersedianya
beasiswa untuk Anda. Beasiswa Fulbright, misalnya, tidak menyediakan
beasiswa untuk jurusan teknik (ps. Sejak 2008 kalau tidak salah, teknik
juga bisa) .
2. Apakah saya sudah bekerja?
Tidak sedikit pemberi beasiswa mensyaratkan penerima beasiswa harus
sudah bekerja. Namun demikian ada juga beasiswa yang diberikan kepada
lulusan baru.
3. Jika sudah bekerja, di bidang apa saya bekerja dan apakah ini sesuai dengan latar belakang pendidikan saya?
Banyak orang mengalami kesulitan mencari beasiswa yang tepat karena
bidang kerjanya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Seringkali dalam kasus semacam ini orang harus menitikberatkan salah
satu dari keduanya dalam menentukan beasiswa. Tentu saja akan lebih
lapang jalannya jika pendidikan dan pekerjaan Anda Sesuai.
4. Seberapa bagus penguasaan bahasa asing saya?
Ini adalah hal yang tidak bisa ditawar. Perlu diingat bahwa untuk
melamar beasiswa harus ada bukti sah penguasaan bahasa asing seperti
sertifikat IELTS dan TOEFL untuk Bahasa Inggris.
5. Seberapa bagus nilai/IP saya?
Hampir semua beasiswa reguler mensyaratkan IP di atas 2.75. Jika Anda
kurang beruntung, sebaiknya segera pikirkan peluang lain beasiswa
non-reguler.
Menguasai Bahasa Asing
Banyak orang bertanya, bagaimana sih caranya agar menguasa bahasa asing
(terutama Inggris) dengan baik? Menurut saya pribadi, tidak ada
sim salabim kalau
kita berbicara masalah ini. Hanya ada satu cara, kenali dan sadari
kelemahan bahasa asing kita dan percayalah bahwa itu hanya bisa
diperbaiki dengan belajar sungguh-sungguh. Menjadikan mimpi bersekolah
di luar negeri sebagai motivasi adalah sesuatu yang positif. Mempelajari
bahasa asing sebagai sesuatu yang
fun, tanpa beban, dan tidak mengikat akan menjadikan segala sesuatunya terasa lebih mudah.
Jangan berkecil hati kalau baru saja Anda sadari hari ini bahwa Anda
tidak mengerti hampir 85 % ketika anda membaca tulisan atau mendengar
percakapan berbahasa Inggris. Anda tidak sendiri. Saya memiliki kawan
yang luar biasa, bertransformasi dari seorang yang kemampun bahasa
Inggrisnya mengenaskan menjadi seseorang yang fasih berucap dan terampil
dalam menulis berbahasa Inggris. Dia belajar dan berusaha keras.
Anda mungkin menganggap terlalu berlebihan jika saya katakan kawan
saya ini berlangganan The Jakarta Post dan membacanya dengan didampingi
kamus. Dia harus membolak balik halaman kamus hampir setiap setengah
menit. Jangan panik, ini adalah hal biasa yang, saya yakin, dilakukan
juga oleh orang-orang yang kita kenal terlajur hebat dan mumpuni. Kawan
saya mengatakan, dia tidak menemukan cara yang lebih ampuh dari ini.
Berjuang dan berusaha adalah jawabannya. Sehari satu kata, jauh lebih
baik daripada tidak sama sekali. Anda dan saya mungkin sama skeptik-nya,
tetapi itulah kenyataannya. Tolong berikan saya cara yang lebih ampuh
dari berusaha keras dan menjadikan optimisme sebagai bahan bakar yang
tidak terbandingkan!
Mencari dan Mencari
Kalau Anda bertanya, bagaimana saya mendapatkan beasiswa, saya akan
jawab “dengan mengejarnya!”. Akan Tetapi, Anda mungin tidak perlu
tersesat dan terjerumus di berbagai lubang buntu seperti kebanyakan
orang sebelum mendapatkan beasiswa yang diharapkan. Saya akan memberikan
satu tip.
Tentukanlah dulu bidang ilmu yang ingin dipelajari. Setelah itu,
tentukan beberapa kemungkinan negara tujuan Anda belajar. Jika bidang
ilmu Anda tidak populer seperti halnya bidang ilmu saya, Anda akan lebih
“mudah” karena tidak terlalu banyak pilihan. Setelah menentukan negara,
coba Anda selidiki apakah negara tersebut menyediakan beasiswa.
Bagaimana cara mencarinya? Gampang sekali! Coba lebih sering jalan-jalan
di
dunia maya dan akrab-akrablah dengan
Pak Google. Dengan mengetikkan
scholarship Australia indonesia di Google, misalnya, Anda akan mendapatkan informasi beasiswa Australia untuk orang Indonesia. Ini hanya sekedar contoh.
Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengikuti forum diskusi di dunia maya, seperti milis beasiswa (
beasiswa@yahoogroups.com) dan sejenisnya. Hal utama yang semestinya tidak anda lupakan adalah mengunjungi situs
DIKTI,
website perwakilan negara asing di Indonesia, situs perwakilan RI di
berbagai negara dan universitas-universitas besar di Indonesia. Belum
tahu alamatnya? Coba tanyakan pada
Pak Google. Sebagai tambahan, pengumuman beasiswa populer seperti
AusAID,
STUNED, dan
FULBRIGHT,
misalnya, biasanya akan diiklankan di media masa nasional. Tetap pasang
mata dan telinga, berusahalan menjadi peka terhadap informasi semacam
ini.
Perhatikan dan Kuasai Persyaratan
Dengan membaca persyaratan beasiswa di website mereka, anda seharusnya
sudah paham betul apa saja persyaratannya. Perhatikan hal penting
seperti IP dan nilai kemapuan bahasa Inggris (e.g.
TOEFL dan
IELTS)
agar Anda bisa memutuskan dari awal. Dalam website beasiswa reguler,
seluruh informasi sudah termuat. Masalah biasanya muncul ketika Anda
tidak mampu memahami secara utuh apa yang disyaratkan. Tanyakan kepada
teman kalau terjadi hal seperti ini. Ingat, Anda harus aktif dan
sungguh-sungguh. Saya pribadi akan dengan senang hati membantu orang
seperti Anda.
Menghubungi Calon Pembimbing
Banyak orang mengirimkan email kepada saya, bagaimana cara menghubungi
calon pembimbing/supervisor pertama kali. Saran saya, kita harus
memahami bahwa orang yang akan kita hubungi adalah akademisi. Hal utama
yang akan membuatnya tertarik tentu saja isu akademik. Cobalah kunjungi
website jurusan yang Anda minati di suatu universitas. Di sana, hampir
pasti ada daftar dosen termasuk ketertarikan bidang penelitiannya dan
tentu saja emailnya. Jika memungkinkan, saya sarankan Anda untuk membaca
publikasi yang ditulis oleh dosen yang bersangkutan agar anda
benar-benar mengenal konsep pemikirannya. Anda masih bermasalah dengan
Bahasa Inggris?
Well, Anda tahu apa yang harus dilakukan untuk menjadikannya tidak masalah

.
Setelah mengenal aktivitas penelitiannya, cobalah kirimkan email.
Ingat, akademisi ini secara umum adalah orang yang sangat sibuk sehingga
tidak sempat berbasa-basi. Tulislah email yang sopan, singkat dan
langsung mengenai sasaran. Ingatlah bahwa mereka adalah orang yang sibuk
sekali. Mungkin Anda merasa cukup canggung karena tidak yakin dengan
bahasa tulis Anda. Jangan lupa mintalah kepada teman yang Bahasa
Inggrisnya lebih baik untuk memeriksa sebelum dikirimkan. Untuk email
pertama kali, sebaiknya tidak langsung berisi permohonan atau pertanyaan
yang menyita konsentrasi. Komentari saja dulu tulisan dan publikasinya
dan tunjukkan ketertarikan Anda akan bidang yang dia tekuni. Selanjutnya
tunggu tanggapan dan bersiaplah untuk meneruskan atau mengubah
strategi.
Rekomendasi
Hampir semua beasiswa mensyaratkan Anda harus menyerahkan
surat rekomendasi.
Rekomendasi ini penting bagi institusi barat karena secara umum
rekomendasi semacam ini bisa dipercaya. Orang pertama yang bisa dimintai
rekomendasi adalah mantan pembimbing skripsi S1. Bagaimana cara
mendapatkannya, Anda tentu lebih tahu karena telah mengenal mereka
secara baik. Satu hal, cukup banyak dosen di Indonesia yang tidak mau
pusing menuliskan rekomendasi sendiri tetapi meminta Anda menuliskan
draftnya dan kemudian dosen tersebut mengoreksi dan menyempurnakannya.
Belajarlah membuat surat rekomendasi yang baik, masuk akal dan sekaligus
”menjual”.
Jika sudah bekerja, rekomendasi bisa didapatkan dari atasan Anda
sendiri dengan mengajukan permohonan yang baik. Rekomendasi dari atasan
tentu saja akan bersifat lebih profesional karena cenderung
menitikberatkan pada kemampuan kerja Anda, bukan kemampuan akademik,
kecuali jika Anda memang bekerja di dunia akademik.
Persyaratan Administrasi Berbahasa Asing
Pada umumnya, persyaratan ijasah, transkrip nilai, KTP dan akte
kelahiran diminta dalam bahasa asing (umumnya Inggris). Mau tidak mau
Anda harus menerjemahkan semua dokumen tersebut. Ijasah dan tanskrip
nilai tentu dengan mudah bisa diterjemahkan di fakultas Anda sendiri
dengan mengikuti prosedur administrasi standar yang berlaku.
KTP dan akte kelahiran bisa diterjemahkan di lembaga penerjemah
bersertifikat seperti pusat bahasa di sebuah universitas, jurusan bahasa
asing yang ada di kota Anda, atau kantor perwakilan Indonesia kalau
Anda sedang berada di luar negeri. Masing-masing penerjemahan tersebut
tentu saja mengharuskan Anda membayar biaya jasa dan administrasi.
Bersiap-siaplah dengan sejumlah uang.
Percayalah, Ini Adalah Soal Kepribadian!
Saya selalu meyakini bahwa perjuangan apapun adalah sebuah ujian
sesungguhnya terhadap kepribadian kita. Anda pasti menyadari, banyak
orang yang ketika di sekolah dulu biasa-biasa saja kemampuan akademiknya
tetapi akhirnya mencapai kesuksesan karir dan finansial yang
mengagumkan, jauh melebihi si kutu buku dan juara umum di sekolah Anda.
Banyak orang yang mengatakan keberuntungan berpihak pada orang-orang
semacam ini. Saya pribadi tidak menampik keberuntungan ini tetapi di
atas semua itu saya mempercayai apa yang namanya kepribadian,
personality, terlebih perilaku,
attitude yang baik.
Kepribadian yang baik ini akan dengan jelas terbaca dari kesungguhan
Anda berusaha mencari informasi, kesantunan dan keseriusan bahasa tulis
Anda ketika menghubungi calon pembimbing dan pemberi rekomendasi,
termasuk cara Anda menghadapi birokrasi Indonesia yang sering berbelit
untuk urusan administrasi. Sehebat-behatnya dan
seprofesional-profesionalnya orang barat, mereka adalah juga manusia.
Kepribadian dan sentuhan kemanusiaan dalam kadar yang tepat diikuti
dengan pembuktian akademik dan keterampilan yang baik akan membuatnya
tunduk bertekuk lutut kepada Anda. Anda jangan tersenyum dulu,
saya tidak hanya berteori.
Akhir kata, saya ingin tegaskan lagi bahwa Anda yang membaca tulisan
saya sampai akhir adalah salah satu orang yang punya niat dan
sungguh-sungguh. Saya memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa jika Anda
tetap menjaga semangat Anda seperti sekarang ini, suatu saat Anda akan
menggapai mimpi bersekolah di luar negeri. Mendapatkan beasiswa bukanlah
sesuatu yang tidak mungkin bagi orang yang berniat seperti Anda.
Satu hal terakhir, hukum Tuhan bekerja maha sempurna. Tidak ada satu
halpun terjadi di luar kesadaran-Nya. Selamat berjuang kawan!
—–
Daftar beasiswa
Australia
New Zealand
The Netherlands
United States of America
United Kingdom
Germany
Japan
Asia
Sweden
Beasiswa Luar Negeri 101
- Berburu beasiswa ke luar negeri
- Sekali lagi tentang beasiswa
- Memenuhi syarat tetapi tidak lulus seleksi. Mengapa?
Beasiswa Australia
Saya membuat kategori khusus terkait Beasiswa Australia karena saya
memperoleh beasiswa dari Australia untuk S2 dan S3, sehingga informasi
yang saya kuasai terkait Australia lebih baik dibandingkan negara lain

- Broadcast yourself by publishing
- Australian Development Scholarship
- Contoh lamaran ADS
- Australian Leadership Awards
- Tips wawancara ADS
- Contoh pertanyaan wawancara ADS
- Master by Research vs Master by Coursework
- Tips IELTS dan Wawancara ADS
- Persiapan ke Australia dengan beasiswa ADS
- Pengalaman hidup di Australia
- Wollongong Menyapa - Panduan bagi Pendatang Baru di Australia
- Seks bebas di Australia?
- Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia di Wollongong
- Childcare di Australia
- Mencari rumah/akomodasi di Australia
Tentang Persyaratan Beasiswa
- Contoh Proposal Riset
- Contoh CV
- Tips belajar bahasa Inggris
- Membuat Personal Statement/Statement of Purpose
- Menghubungi calon pembimbing
- Mendapatkan Surat Rekomendasi
- Contoh Surat Rekomendasi
Tips dan Trick
- Tips Menghadapi Wawancara
- Tips Presentasi
- Tips menulis
Motivasi Beasiswa
From netsains.net