Wednesday, August 17, 2011

Indonesia Masih Gunakan HFC-134a

Tidak dapat kita pungkiri, lapisan ozon semakin menipis. Tak hanya para ahli lingkungan, dalam sektor apapun para ahli juga merasa bertanggung jawab untuk terus berupaya menciptakan teknologi yang ramah lingkungan. Terutama zat atau senyawa kimia yang biasa digunakan untuk menopang beroperasinya suatu mesin. Bahan mesin pendingin yang ada pada mobil, contohnya.
Baru-baru ini Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, atau yang lebih dikenal dengan sebutan U.S. EPA, telah menyetujui pokok persoalan terkait dengan bahan pendingin mobil.
HFO-1234yf merupakan hidrokarbon fluorinated, atau yang memiliki nama lain 2, 3, 3, 3-Tetrafluoropropene, senyawa kimia baru inilah sebagai pengganti HFC-134a. Seperti dilansir dari berita U.S EPA, ketika mobil yang telah menggunakan HFO-1234yf ini digunakan, dapat mengurangi efek buruk ke lingkungan dan potensi pemanasan global (GWP) dapat dikurangi hingga 99,7% dibanding dengan senyawa yang sebelumnya digunakan, yaitu HFC-134a.
HFO-1234yf merupakan yang pertama di kelas baru refrigerant, potensi pemanasan global 335 kali lebih sedikit dibandingkan dengan HFC-134a dan masa hidup di atmosfer 400 kali lebih pendek. Hal ini dikembangkan untuk membantu produsen mobil memenuhi peraturan Eropa yang berlaku tahun 2011 dimana semua platform mobil baru yang akan dijual di Eropa diharuskan menggunakan refrigerant dalam sistem AC dengan GWP di bawah 150. Dan HFO-1234yf memiliki 4 GWP. Ini berarti pembuat mobil tidak perlu membuat modifikasi signifikan dalam lini perakitan dan mengakomodasi desain produknya.
Sebelum menggunakan HFC-134a, bahan refrigerant mobil menggunakan CFC-12, sebuah gas rumah kaca dan gas yang dapat menipiskan lapisan ozon. Berlubangnya stratosfer terutama lapisan ozon menunjukkan semakin tingginya radiasi sinar UV yang masuk ke permukaan bumi. Selain menghangatkan, radiasi UV memiliki beberapa efek, termasuk kanker kulit, katarak, menurunnya sistem imun, dan penuaan dini serta mengeriputnya kulit. Karena alasan inilah, penting sekali memeriksa index UV dan selalu ingat untuk mengenakan topi, kacamata dan sunscreen.
Bagaimana dengan Indonesia?

Sumber: netsains.com

0 comments:

Post a Comment

Adds

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More