Wednesday, November 21, 2012

Perjalanku Ke Bogor

Sore ini seperti biasa jutaan molekul hidrogen dan oksigen menyatu, menjadikat titik-titik air yang jatuh mengguyur kota hujan ini. Aku termenung teringat perjalanan hidupku sampai aku di kota hujan ini. Dua belas tahun yang lalu diriku hanyalah seorang anak kecil yang polos, bahkan sangat polos yang selalu bercita-cita menjadi dokter. Entah mengapa aku mempunyai keinginan menjadi dokter waktu itu. Padahal aku berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Ayahku hanya seorang petani kecil yang menggantungkan hidup dari hasil panen sawah kami. Waktu itu belum pernah terfikir betapa besar biaya untuk menjadi seorang dokter.
Aku mulai mengenyam pendidikan dasar pertama di SD N Mergawati 01. Di sana aku mulai tahu membaca, menulis, dan menghitung. Seiring bergantinya hari, bulan, dan tahun, aku mulai tumbuh dan berkembang disini. Dan akhirnya bisa menyelesaikan pendidikan dasar tepat 6 tahun. Aku berhasil menjadi lulusan terbaik di SD ku waktu itu. Memang hasil itu yang selalu harus ku kejar, menjadi peringkat pertama. Ibuku selalu mengingatkanku akan hal itu. Bahkan walaupun sudah dapat peringkat satu, ibu atau ayah selalu mengomentari kalau ada nilaiku yang turun. Mungkin hal itulah yang menyebabkanku selalu berusaha giat belajar.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar yang pertama, aku melanjutkan di SMP N 1 Kroya yang merupakan SMP favori. Dengan bekal nilai tertinggi, tentu mudah bagiku untuk bisa diterima di sana. Di sana aku mendapat suasana yang benar-benar berbeda dan baru. Tidak ada satu temanpun yang ku kenal sebelumnya. Tidak ada teman SD yang satu SMP denganku. Tapi itu adalah pilihanku, entah kenapa aku ingin melanjutkan disini. Sekuat tenaga aku berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan yang benar-benar baru. Bagiku ini adalah tantangan baru, aku harus bisa membuktikan kalau aku bisa menjadi andalan di sana. Orang tuaku tak henti-hentinya menberiku dukungan pada. Tahun pertama aku jalani dengan susah payah, dan belum berhasil medapat hasil yang maksimal. Tapi aku tetap berusaha dengan giat, untuk menjadi yang terbaik. Usaha yang dilakukan tidaklah sia-sia, di tahun kedua, aku berhasil meraih posisi yang ditargetkan. Bahkan bisa menjadi peringkat pertama di kelas. Karena itu, aku mulai ditunjuk untuk mengikuti beberapa perlombaan. Namun, dari sekian banyak perlombaan yang diikuti belum ada yang berhasil. Dan akhirnya aku menyelesaikan pendidikan SMP di tahun ketiga. Aku kembali berhasil menjadi lulusan terbaik di SMP ku.
Banyak teman-teman yang bertanya akan melanjutkan kemana aku. Dengan nilai yang bagus tentu saja mudah untuk masuk kemana saja. Tapi aku memutuskan untuk masuk di SMA N 1 Kroya. Aku memutuskan masuk disini karena berbagai pertimbangan. Sebelumnya saya pernah berencana untuk melanjutkan ke SMK saja. Karena khawatir tidak bisa melanjutkan ke bangku kuliah. Tentang cita-citaku, aku mulai pesimis waktu itu. Aku sudah tidak berfikir lagi untuk menjadi dokter. Aku mulai menyadari betapa besarnya biaya untuk kuliah menjadi dokter. Aku mulai berfikir, yang terpenting bagiku adalah bisa membahagiakan orang tua. Yang telah bersusah payah membesarkanku, mengasuhku, mendidikku, hingga aku bisa menikmati hidup sampai sekarang. Tetapi, orang tuaku mengatakan padaku untuk tetap pada pilihanku yang pertama, yaitu melanjutkan ke SMA saja. Mereka meyakinkanku bahwa kalau aku bersungguh-sungguh pasti bisa mendapatkan jalan untuk melanjutkan ke bangku kuliah. Oleh sebab itu, aku mulai terus berusaha giat untuk bisa memperoleh nilai bagus dan mendapat beasiswa kuliah. Semangatku mulai terpompa lagi, namun sebenarnya aku masih bingung dan terus berfikir mau jadi apa aku nanti.
Bukan hal yang sulit di SMA untuk menyesuaikan diri, karena kebanyakan teman-temanku melanjutkan di sini. Aku mulai membuktikan kemampuanku di SMA ini. Di akhir tahun pertama aku mendapat kesempatan untuk mengikkuti lomba tingkat provinsi. Sungguh kesempatan langka yang pertama kali ku peroleh, apalagi di tahun pertama. Namun aku masih gagal untuk meraih hasil yang diinginkan. Aku sangat berharap bisa mendapat juara pada perlombaan yang aku ikuti agar mudah mendapat beasiswa kuliah. Tahun kedua, merupakan tahun yang paling berkesan selama SMA. Bisa dikatakan adalah masa terindah SMA. Di tahun kedua aku mendapat tambahan amanah untuk menjadi ketua OSIS. Sebenarnya aku tak percaya dengan amanah yang aku dapatkan. Aku belum pernah menjadi seorang ketua organisasi. Bahkan sebelumnya aku adalah siswa dengan tipe study oriented. Hanya belajar dan belajar, tidak pernah aktif dalam oraganisasi. Namun aku berusaha menjadi yang terbaik untuk orang-orang yang memberi kepercayaan padaku.
Aku mulai merasa lebih bermakna, ketika sekolah tidak hanya belajar saja. Memang tugas utama kita adalah belajar, namun pengalaman organisasi seperti itu sangat berharga bagiku. Pengalaman yang tidak bisa didapatkan di kelas. Hal tersebut memberiku tantangan yang begitu besar. Aku harus bisa membegi waktu untuk belajar dan organisasi. Bukanlah hal yang mudah, tapi aku berhasil melakukannya. Satu hal yang membuatku bisa melakukan ini, janganlah mengecewakan orang-orang yang sudah memberi keperrcayaan padamu. Itu yang selalu aku ingat, aku tidak mau mengecewakan orang tuaku dengan turunnya nilaiku dan aku juga tidak mau mengecewakan teman-teman serta bapak ibu guru yang memercayaiku menjadi ketua OSIS. Hal lain yang menghiasi hari-hariku ditahun kedua dan menjadikannya indah yaitu aku bisa mengikuti berbagai macam perlombaan ditengah kesibukanku belajar dan berorganisasi. Itu merupakan tantangan lain yang harus aku hadapi. Tapi hal itulah yang membuat semua lebih bermakna. Perlombaan yang aku ikuti membuatku bisa berkeliling ke beberapa kota selama tahun kedua, sungguh hal yang mengasikkan. Memang aku belum mendapat hasil yang maksimal, namun setidaknya aku bersyukur bisa merasakan suatu hal yang belum tentu orang lain rasakan.
Saat masuk tahun ketiga masih ada satu hal yang selalu terfikirkan. Bagaimana aku bisa melanjutkan pendidikanku? Di kelas aku mulai mendapat wawasan baru dari guru BK, dan aku mulai melirik sekolah tinggi kedinasan. Selain biaya gratis, lulusannya juga akan ditempatkan. Memang itu yang aku cari, bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Namun dalam benak ini sebenarnya terfikir, bidang mana yang sesuai denganku. Aku merasa kurang cocok dengan bidang-bidang itu. Tetapi aku buang fikiran itu jauh-jauh, yang terpenting adalah bisa membehagiakan orang tua. Di kebimbangan itu, ada seorang yang memberikan support pada ku. Beliau adalah seorang guru di SMA ku dan sekaligus salah satu pembina OSIS. Aku memang sangat dekat dengan beliau. Beliau menceritakan betapa keras perjuangannya dulu saat kuliah. Hal tersebut memotivasiku, bahwa dengan keterbatasan bukan berarti tidak mungkin menggapai keinginan kita. Sejak itu aku mulai belajar soal-soal ujian masuk sekolah tinggi kedinasan yang aku dapat dari beliau dan juga internet.
Seiring berjalannya waktu, aku mendapat info lain tentang beasiswa bidik misi. Beasiswa yang ditujukan untuk lulusan SMA yang ingin melanjutkan kuliah dan mempunyai keterbatasan biaya. Aku sangat tertarik dengan beasiswa tersebut, karena bebas memilih perguruan tinggi dan jurusan. Aku mulai meninggalkan keinginanku untuk melanjutkan di sekolah tinggi kedinasan. Dari semakin banyak info yang ku dapat, aku mulai memutuskan untuk memilih mengambil Ilmu Gizi di Institut Pertanian Bogor. Entah kenapa aku sudah tidak tertarik lagi untuk menjadi dokter. Menurut pemikiranku itulah bidang ggizi yang sesuai denganku. Lomba Kader Kesehatan Remaja yang pernah aku ikuti menginspirasi untuk mengambil di jurusan Ilmu Gizi.
Di akhir tahun ketiga aku mendaftarkan diri di Institut Pertanian Bogor dan mengambil jurusan Ilmu Gizi melalui jalur SNMPTN Undangan. Dua bulan kemudian aku mendapat dua kabar gembira. Kabar yang pertama aku lulus SMA, dan yang kedua aku diterima di Institut Pertanian Bogor jurusan Ilmu Gizi. Kabar yang sungguh menggembirakan bagiku dan orang tuaku. Itulah buah dari usaha dan do’a selama ini yang ku lakukan. Memang benar, apa yang kita lakukan sekarang akan kita petik hasilnya nanti.
Sampailah aku di kota hujan ini, mulai mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Dari 5000 lebih pendaftar SNMPTN Undangan yang memilih Ilmu Gizi di IPB, aku berhasil menjadi salah satu jari 70-an orang yang diterima. Sungguh tak terduga sebelumnya. Dan aku telah menentukan pilihan yang tepat, karena jurusan Ilmu Gizi IPB adalah yang terbaik se-Indonesia. Aku benar-benar bangga bisa masuk disini, masuk dengan biaya Rp 0,- di perguruan big five Indonesia. Aku sudah tidak mengkhawatirkan lagi masalah biaya kuliah, bahkan untuk biaya hidup sudah ditanggung tiap bulannya. Yang harus ku fikirkan tetap menjaga kepercayaan dari orang-orang yang telah memercayaiku. Dan bagaimana aku bisa bermanfaat untuk negeri ini yang telah membiayai pendidikanku.
Keberhasilan ini bukanlah akhir dari perjuanganku, tetapi merupakan awal dari perjuangan baruku. Aku masih memiliki mimpi-mimpi besar lainnya yang akan aku gapai dengan perjuangan, keyakinan, dan do’a. Aku ingin lebih berarti lagi, tidak hanya sebagai mahasiswa yang study oriented yang hanya mengejar IP 4,00. Terlalu sempit jika hanya itu yang diperjuangkan. Aku ingin lebih dari itu. Aku akan kehilangan waktu-waktu indah saat kuliah jika hanya itu yang dikejar. Aku ingin mengikuti event-event Internasional sehingga bisa merasakan matahari di belahan bumi lain, merasakan budaya-budaya di belahan bumi lain selagi masih menjadi mahasiswa. Aku juga ingin bisa bermanfaat tidak hanya untuk orang tua, dan orang dekatku saja. Namun lebih luas daripada itu, aku ingin bermanfaat untuk semua orang dan bisa memperbaiki negeri ini. Insya Allah terwujud. Amin.....
                                                                        Bogor, dibawah rintikan hujan senja Oktober
                                                                        Angga Rizqiawan
read more

Tuesday, November 20, 2012

Program Penghitung IMT

Setelah sekian lama vakum, duniasains pengin share lagi nih. Posting kali ini merupakan keinginan saya sejak lama. Saya dari dulu pengin banget yang namanya bisa programing. Dan akhirnya sekarang mulai kesampean, walaupun hanya otodidak dan masih sangat dasar apa yang saya pelajari. Tidak ada salahnya juga sebagai mahasiswa ilmu gizi belajar pemrograman kan? Walaupun terkesan ngga ada hubungannya, tetapi saya pengin hubungin. Pengin buat program sendiri yang bisa memudahkan pekerjaan saya.HEHEHEHE....Lagian ngga ada yang nglarang juga kalau kita belajar berbagai macam ilmu, apalagi untuk saling mendukung ilmu-ilmu yang kita pelajari satu sama lain. Ok langsung saja, ceritanya program pertama saya ini bernama program penghitung IMT. Buat yang belum tahu IMT, IMT merupakan indeks masa tubuh yang digunakan untuk mengukur status gizi seseorang. IMT merupakan hasil perhitungan dari Berat Badan dibagi dengan Tinggi badan dalam meter dan dikuadratkan.
Ini bentuk programnya.

Cara penggunaan program ini sangat mudah, cukup memasukkan tinggi dan Berat badan kemudian tekan proses. Maka IMT anda dan status gizi anda akan keluar di kotak IMT dan keterangan. Bagi yang ingin mendownloadnya silakan download di link berikut ini.
DOWNLOAD NOW
read more

Adds

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More