Sunday, August 14, 2011

Kebiasaan yang Dapat Merusak Otak


Muslim Muda….Otak adalah organ tubuh vital yang merupakan pusat pengendali sistem saraf pusat. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Muslim Muda…kalian pasti tidak menginginkan otak kalian rusak bukan? (Siapa juga yang mau) otak ini sangat berharga untuk masa depan yang gemilang dunia dan akhirat. Untuk itu perlu mengetahui hal-hal penyebab rusaknya organ berharga ini


1. No Breakfast
Tidak Sarapan/’Adamul Ifthaar
Orang yang tidak sarapan akan menyebabkan tingkat gula darah yang rendah. Hal ini akan menyebabkan asupan nutrisi yang kurang memadai bagi otak sehingga menyebabkan penurunan fungsi otak (Brain Degeneration)


2. Overeating
Makan berlebihan/al-Akluz Zaa’id akan menyebabkan pengerasan arteri otak, yang dapat menyebakan penurunan kekuatan mental.


3. Smoking
Merokok/at-Tadkhin dapat menyebabkan pengerutan otak multiple yang bisa menyebabkan gangguan Alzheimer.


4. High Sugar Consumption
Mengonsumsi gula secara berlebihan/as-Sukrol ‘Aali dapat menyebabkan gangguan absorbsi protein dan nutrisi sehingga menyebabkan malnutrisi yang berhubungan dengan perkembangan otak.


5. Air Pollution
Pencemaran udara/Talawwutsul Hawa’
Otak kita adalah pengkonsumsi oksigen terbesar di tubuh kita. Menghirup udara terpolusi dapat menurunkan suplai oksigen ke otak, sehingga menyebabkan penurunan fungsi efisiensi otak.


6. Sleep Deprivation
Kurang tidur/Qillatun Naum
Tidur akan membantu otak untuk beristirahat. Kurang tidur yang berkepanjangan akan mempercepat kematian sel otak.


7. Head covered while sleeping
Menutup wajah ketika tidur/Taghtiyatul wajh atsna’in naum dapat menyebabkan peningkatan kadar karbondioksida dan menurunkan kadar oksigen yang dapat memberikan efek kerusakan otak.


8. Working your brain During illness
Berfikir keras pada saat sakit/Izhaaqud Dimaagh bil ‘amal atsna’il maradh
Bekerja keras atau belajar pada saat sakit dapat menurunkan efektivitas fungsi otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak.


9. Lacking in stimulating thoughts
Jarang merangsang fikiran/Qillatul Afkaar al-Muhfazah
Berfikir adalah cara terbaik untuk melatih otak kita, jarang merangsang fungsi otak dapat menyebabkan penyusutan otak.


10. Talking Rarely
Jarang bicara/nadiratul kalaam
Perbincangan intelektual dapat mendukung efisiensi kerja otak.
Sumber:  


Sumber: http://amzansederhana.blogspot.com/2011/08/kebiasaan-yang-dapat-merusak-otak.html
read more

Gliese 581 C - Planet bisa Dihuni



Ketika semua orang menolak kehadiran Alien/ET/mahluk non bumi, sebuah planet yang mirip dengan planet bumi ditemukan di luar tata surya kita dan ini merupakan planet pertama yang memiliki air dan juga bisa menyokong kehidupan di sana, seperti yang telah dikemukakan oleh para ilmuwan.
Seperti yang kita ketahui, air merupakan kunci dari kehidupan. Planet yang telah ditemukan ini berada pada jarak yang tidak terlalu jauh ataupun terlalu dekat dengan bintangnya(matahari) sehingga dapat menjaga airnya tidak membeku ataupun menguap. Penemuan planet ini merupakan peristiwa penting dalam hal pencarian planet dan juga pencarian ET(alien) untuk merubah pandangan kita terhadap tata surya, namun para astronomer masih belum dapat menemukan adanya kehidupan biologis di sana.
“Tujuannya adalah untuk menemukan adanya kehidupan seperti halnya di bumi “, kata Stephane Udry, kepala peneliti di observatorium Jenewa,Swiss. “Setiap kali Anda maju 1 langkah, Anda akan merasa bahagia.”
Planet baru ini kira-kira 50% lebih besar dan 5 kali lebih padat dari bumi kita ini. (lumayan bisa mengatasi kepadatan penduduk). Planet ini diberi nama Gliese 581 C, berdasarkan nama mataharinya Gliese 581 yang terletak sejauh 20.5 tahun cahaya dan ukurannya yang hanya sebesar 1/3 dari matahari kita
Gliese 581 C merupakan planet terkecil di luar tata surya kita yang pernah ditemukan. Jarak terhadap mataharinya kira-kira 15 kali lebih dekat dibandingkan dengan jarak dari bumi menuju matahari kita dan 1 tahun di planet itu sama dengan 13 hari di planet bumi.(jadi bisa lebih sering2 ulang tahun... hehehe ). Karena mataharinya yang lebih dikenal sebagai M dwarf(yang artinya bintang merah kurcaci) sekitar 50 kali lebih redup dari cahaya matahari bumi kita dan juga tidak begitu panas, maka planet-planetnya dapet mengorbit dengan lebih dekat dengan matahari mereka dengan tetap mempertahankan kandungan air di planet mereka masing-masing.
Karena sifatnya yang mirip sekali dengan bumi kita ini, Gliese 581 C menjadi target penting dalam penjelajahan luar angkasa untuk mencari ET, kata anggota team peneliti Xavier Delfosse dari universitas Grenoble di Perancis “Ibaratnya dalam peta harta karun, planet Gliese 581 C kita tandai dengan X”,kata Xavier
Terdapat dua planet lain yang juga mengorbit matahari yang sama. Yang satu mempunyai massa sekitar 15 kali bumi dan mengorbit lebih dekat ke mataharinya daripada Gliese 581 C sendiri dan ditemukan oleh tim yang sama 2 tahun yang lalu. Sedangkan yang lainnya mempunyai massa 8 kali bumi dan ditemukan pada waktu yang hampir sama dengan saat Gliese 581 C ditemukan namun agak sedikit terletak di luar orbitnya
Planet Gliese 581 C mungkin berupa planet berbatu seperti bumi ataupun juga berupa planet yang diselubungi oleh samudra. Diperkirakan suhu planet ini berada antara 0-40o C sehingga bisa dipastikan airnya tidak membeku.
Sumber: http://pemburualien.blogspot.com/2011/08/gliese-581-c-planet-bisa-dihuni.html
read more

Ternyata Al-Qur'an Bisa Menghilangkan Depresi

Muslim Muda…kalau kalian pernah baca artikel di blog Amzan ternyata musik bisa menyebabkan depresi maka paralel dengan tulisan ini ternyata dengan membaca Al Qur’an akan menghilangkan depresi
Membaca Al Qur’an bisa menjadi solusi untuk depresi, ada sebuah cerita yang terkenal akan keutamaan membaca ini. 
Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah area perkebunan area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya.
Setiap pagi sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.
Suatu hari ia bertanya pada kakeknya: ”Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya. Dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya?"
Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, memjawab pertanyaan sang cucu, “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”
Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali.“ Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.
Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya. Kakeknya mengatakan : “Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras.”
Si kakek pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil dan mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi.
Dengan terengah-engah, ia berkata : “Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.
Sang kakek menjawab : “Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu .”
Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam.
”Cucuku, apa yang terhadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupan kamu." 


sumber: http://amzansederhana.blogspot.com/2010/08/ternyata-al-quran-bisa-menghilangkan.html
read more

Wednesday, August 10, 2011

Pasang Iklan









Dunia Sains sudah memiliki pengunjung lebih dari 400 pengunjung setiap harinya. Dunia Sains menawarkan kepada anda yang ingin mempromosikan produk anda untuk memasang iklan di blog ini. Jika anda memasang iklan di blog ini, iklan anda akan dilihat oleh lebih dari 400 orang. Dan produk anda akan semakin terkenal. Tersedia dua model Iklan, yaitu iklan banner yang saat ini kami tawarkan dengan harga sangat murah. Cukup sewa hanya sebesar Rp 10.000/Bulan. Atau iklan text yang hanya Rp 5.000/Bulan.

Untuk pasang iklan, anda harus memesan minimal selama 2 bulan. Iklan anda akan ditampilkan selama dua bulan terhitung sejak iklan anda ditayangkan. Untuk pemesanan,


1. Kirim SMS ke 085 726 071 083

2. Kirimkan banner iklan anda melalui email ke ar_qia@yahoo.com
read more

Belajar dari Puntadewa


Dikisahkan bahwa Prabu Puntadewa didatangi seekor burung emprit yang meminta perlindungan kepadanya karena hendak dimakan oleh burung elang yang lebih perkasa. Si burung emprit yang ketakutan bersembunyi di balik punggung Prabu Puntadewa ketika burung elang datang. Elang pun menagih agar diberi burung emprit pada Prabu Puntadewa.
Namun karena sudah berjanji untuk melindungi si burung emprit, Prabu Puntadewa menawarkan dirinya untuk dimakan oleh sang burung elang. Untuk mengganti emprit Prabu Puntadewa rela dipotong daging tubuhnya oleh burung elang. hingga seberat burung emprit. Hingga akhirnya setelah semua bagian tubuh Prabu Puntadewa hingga hanya tersisa tubuh dan kepalanya, belum juga berat dagingnya menyamai burung emprit. Hingga akhirnya Prabu Puntadewa pun berniat memotong kepalanya agar tubuhnya bisa dimakan burung elang. Namun, tidak dinyana ternyata burung emprit adalah jelmaan Dewa Indra dan burung elang adalah jelmaan Bathara Guru yang ingin menguji Prabu Puntadewa.
Dari kisah diatas kita disuguhkan betapa komitmen seringkali diuji dengan beragam hal. Dalam dunia nyata dapat kita lihat betapa mudahnya persahabatan putus karena penghianatan, betapa mudahnya terjadi perceraian saat perselingkuhan terjadi, betapa mudahnya pertengkaran saat tidak dipenuhinya sebuah janji atau hal-hal sepele lainnya. Semua ini lahir dan disebabkan lantaran satu kata yakni “komitmen”. Betapa kita diajarkan bahwa sosok yang berintegritas adalah pribadi yang memegang teguh komitmen kemanusiaannya.
Pada jaman dahulu, “resi” digunakan untuk mengganti sebutan “guru”, namun tidak jauh beda dengan sekarang sosok resi dan guru kerapkali dianggap sebagai sosok yang serba tahu, pinunjul dan kaya ilmu. Namun berbeda dengan guru, resi merupakan manifestasi guru yang mampu menampilkan citra diri kemanusiaan dalam perilaku dan tutur kata. Hingga apa yang disabdakan seorang resi tidak terbantahkan dan harus dilaksanakan. Untuk menampilkan citra diri yang mencerminkan kemanusiaannya maka setiap orang harus mengakui hakekat dirinya di dalam masyarakat. Atau lebih tepatnya, tentang bagaimana peran fungsi yang harus dijalankan seseorang dimasyarakat, itulah arti hakekat diri. Seperti kita tahu, seorang pemain bola tidak akan bermain hebat, jika ia tidak mengakui bahwa dirinya memang dilahirkan untuk bermain bola. Disini kita belajar tentang pentingnya penerimaan diri sebelum melaksanakan sesuatu.
Hakekat Guru
Mengenal hakekat guru tidak jauh beda dengan mengenal hakekat pemain bola. Untuk menampilkan kemanusiaannya maka seorang guru harus mengakui terlebih dahulu keberadaannya sebagai “pelayan pendidikan” atau “abdi pendidikan”. Sebagai seseorang yang sangat akrab dengan dengan kehidupan siswanya. mengenal siswanya sebagai pribadi yang haus akan sentuhan nilai-nilai kearifan, kejujuran, kesabaran dan motivasi diri. Disini profesi guru tidak boleh dianggap sebagai pilihan kedua, tetapi sebagai panggilan diri untuk melawan ketidaktahuan siswa. Persoalan pendidikan tidak hanya seputar anak bodoh dan tidak bodoh, tetapi lebih pada akar ketidak tahuan setiap pribadi siswa tersebut tentang model kemanusiaan itu sendiri.
Untuk itu seorang guru hanya perlu meningkatkan kepeduliannya terhadap siswa saat ingin menampilkan model kemanusiaan tersebut. Sekolah dan kelas harus dimaknai sebagai ruang pertemuan yang “intens”, bukan terkesan “formalistik” seperti hari ini. Betapa banyak guru yang kemudian tidak mengenal siswanya satu persatu dan hanya sebatas nomor absennya belaka. Guru tidak boleh hanya menuntut siswa dengan tumpukan tugas, namun juga memberi ruang penghargaan dengan mengkoreksi tugasnya dengan benar. Dan sesekali memberikan kata-kata magis pembakar semangat disetiap lembar tugas yang dikerjakan. Tidak boleh hanya memarahi siswa saat dia melakukan pelanggaran terhadap aturan yang disepakati bersama, namun juga membangun kepercayaan dan tanggung jawab diri untuk bertindak berdasarkan nilai-nilai yang baik.
Tidak hanya menutup gerbang dan komunikasi saat siswa datang terlambat atau mengalami masalah tetapi juga menjadi teman terbaik bagi siswa yang mampu memberikannya inspirasi. Tidak semata-mata egois dengan urusannya sendiri namun lupa memberikan penjelasan yang cukup atas ketidak tahuan siswa. Ingatlah bahwa bagaimanapun pintarnya muridmu, dia tetapkan anak-anak yang butuh bimbingan guru di sampingnya.
Dalam bukunya, Masyarakat yang Sehat, Fromm menulis, bahaya-bahaya zaman ini adalah perang dan robotisme. Dimana kebahagiaan menjadi identik dengan mengkonsumsi barang-barang dengan model keluaran terakhir, menikmati musik, film-film, kesenangan seks, minuman keras, rokok, dst, lalu teler. Untuk itu guru perlu memberikan arti kebahagiaan bagi para siswanya. Arti harapan yang ditawarkan oleh guru tersebut tidak lain adalah untuk belajar dan terus belajar untuk menghargai hidup dan kehidupan.
Dari kisah Prabu Puntadewa dan burung emprit sebenarnya kita belajar untuk berkomitmen pada kemanusiaan kita sendiri. Betapa ucapan yang sudah diucapkan merupakan komitmen yang sepadan dengan nyawa diri, hingga tidak ada artinya apa yang dimiliki apabila tidak mampu untuk berkomitmen dengan sebenar-benarnya. Betapa kebahagiaan pribadi itu hadir saat pribadi itu mampu membahagiakan orang lain, dengan peduli kita membahagiakan diri sendiri. Konsep ini tampak relevan sekali dengan apa yang coba kita terapkan disekolah kita hari ini sebagai pelayan prima kepada anak didik.
Dalam konsep ini “kepedulian” yang diwujudkan dalam tindakan, menjadi kata kunci pelayanan pendidikan yang baik bagi siswa. Seorang guru harus mampu mengedepankan perhatian (attention) yang ditunjang oleh kemampuan melayani (service ability) dan tampilan layanan (service appearance) yang baik kepada siswanya. Disinilah peran guru untuk memanusiakan siswanya, sebab pendidikan hanya akan bermuara pada satu hal yakni pada kemanusiaan itu sendiri. Kemanusiaan disekolah ditandai oleh relasi yang hidup diantara guru dan siswa, diwarnai dengan keceriaan dan kegembiraan yang tidak berkesudahan. Seperti diawal tahun saat perjumpaan dengan siswa, mereka berkata pada gurunya: ” Bapak, boleh aku minta tolong diajari…bantu aku memahami karena bapak kan katanya guru paling pandai seantero negeri..
from netsains.com
read more

Adds

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More