Thursday, December 29, 2011

Business Intelligence, Solusi Berbisnis Secara Cerdas

Persaingan dalam dunia bisnis kian hari kian ketat. Layaknya sebuah pertandingan, datangnya pemain baru mendorong pemain lama untuk melakukan sebuah strategi mengalahkan musuh. Bisnis yang dinyatakan sebagai pemenang adalah yang mampu menyediakan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggannya yang seringkali berubah-ubah. Untuk itu dalam menjalankan bisnis, perusahaan dituntut untuk cerdas menentukan strategi bisnis.
Kesalahan dalam menentukan strategi akan berdampak pada tersingkirnya perusahaan oleh pesaing lain yang lebih unggul. Dalam hal menentukan strategi bisnis dibutuhkan suatu dukungan terhadap tersedianya informasi yang akurat dan cepat. Informasi tersebut dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menghasilkan proyeksi bisnis untuk kemudian dianalisa lebih lanjut agar hasilnya dapat dipahami dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Artinya keputusan bisnis yang tepat tergantung dari pengetahuan yang didapatkan dari hasil analisis data kegiatan suatu perusahaan. Pengumpulan data historis dan analisis yang dilakukan secara manual tentu akan membutuhkan waktu lama.
Kini dengan memanfaatkan kemajuan Teknologi Informasi (TI), keputusan dapat dilakukan dengan cepat, tepat sasaran, efisien dan mampu mendorong perusahaan untuk lebih baik. Sistem apa yang mampu mengatasi hal tersebut?
Jawabannya adalah Business Intelligence atau yang disingkat BI merupakan solusi TI guna menyajikan data-data kegiatan bisnis sehingga memudahkan dalam menganalisa dan membuat keputusan secara bijak berdasarkan informasi yang akurat[1]. Business Intelligence muncul pertama kali pada tahun 1989 dan diperkenalkan oleh Howard Dresner dari lembaga riset Gartner Group.
Menurutnya, Business Intelligence adalah rangkaian aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyuguhkan akses data untuk membantu petinggi perusahaan (management executive) dalam pengambilan keputusan[2]. BI mampu memberikan keunggulan kompetitif (competitive advantage) untuk perusahaan melalui pemanfaatan data-data, informasi, dan pengetahuan (knowledge) yang dimiliki oleh perusahaan tersebut sebagai bahan baku dalam proses pengambilan keputusan[3]. BI juga menjanjikan kemampuannya untuk menentukan apa yang diinginkan oleh pelanggan, produk dan pasar. Melihat dari kemampuannya, BI akan membantu sekali dalam bisnis dengan keputusan yang cerdas.
BI merupakan sistem dasar bagi hampir seluruh kondisi yang melibatkan pembuatan keputusan bisnis dan strategi[2]. Namun menurut pendapat saya, bukan berarti BI menjadi objek utama pembuat keputusan dalam bisnis. Akan tetapi keputusan mutlak tetap ada di pihak manajemen. BI hanya digunakan sebagai pendukung dalam memberikan pengetahuan untuk proses mengambil keputusan. Jadi BI secara tidak langsung membantu perusahaan untuk tetap bertahan dalam menghadapi situasi yang penuh tantangan seperti turunnya pendapatan, berkurangnya jumlah pengunjung, merosotnya transaksi penjualan, dan sebagainya. Pada prinsipnya, para manajerlah yang mengambil keputusan terbaik berdasarkan informasi-informasi yang diperoleh dari BI.
Keunggulan BI dibandingkan sistem komputer lainnya adalah kemampuan mengidentifikasi solusi dengan menyediakan informasi yang relevan dan mudah digabungkan dengan pengambilan keputusan serta mampu beradaptasi dengan perubahan[1]. Menurut saya, dengan didukung oleh struktur implementasi BI yang baik, perusahaan dapat beradaptasi dengan cerdas untuk memberikan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. BI juga sering dikaitkan dengan upaya memaksimalkan kinerja suatu perusahaan. BI mampu menilai kinerja bisnis dari berbagai macam sudut padang (multidimensi) sehingga informasi mengenai kinerja bisnis dapat dilakukan dari aspek dan periode kapanpun. Meskipun rumit karena data yang dipakai begitu banyak, akan tetapi hasilnya adalah sebuah analisis yang mendalam dan dari sudut pandang yang lebih luas. Hal ini sangat dibutuhkan baik oleh perusahaan tingkat apapun dan industri apapun untuk tetap unggul dalam persaingan yang makin ketat.
Secara sederhana, BI bekerja dengan cara mengumpulkan data-data operasional perusahaan dari berbagai macam sumber seperti Customer Relationship Management (CRM), Supply Chain Management (SCM), dan Enterprise Resource Planning (ERP), atau data sumber lainnya. Sumber data tersebut kemudian mengalami proses yang disebut ETL (extract, transform, loading) yaitu dari sumber data dipilih data-data matang, diseragamkan (distandartkan), digabung ke dalam satu database tunggal kemudian dimuat di dalam data warehouse. Selanjutnya di dalam data warehouse terbentuk tabel-tabel fakta dan dimensi. Tabel fakta adalah yang berisikan nilai yang nantinya akan dilaporkan, sedangkan tabel dimensi akan menjadi paramater dari ukuran tersebut. Perpaduan tabel fakta dan dimensi akan membentuk sebuah cube. Cube akan mendefinisikan ukuran (measure) dan dari cube ini akan dilakukan analisa dari berbagai perspektif yang kemudian disebut OLAP (Online Analytical Processing) dan hasilnya dalam bentuk laporan dan query analitik. Selanjutnya, hasil tersebut dapat divisualisasikan ke dalam berbagai media yang diperlukan[4]. Saat ini sudah banyak perusahaan TI yang mengeluarkan aplikasi Business Intelligence untuk kalangan korporat seperti Microsoft, IBM, Oracle, SAP, SAS dan lainnya. Namun, ada pula aplikasi BI open source diantaranya Pentaho, YALE, SpagoBI, OpenI, Palo dan Talend[5]. Aplikasi tersebut juga mendukung berbagai bentuk visualisasi hasil analisa termasuk yang saat ini sedang populer yaitu dashboard. Dashboard berisi komponen-komponen grafis yang dapat membantu manajemen dalam memantau performa bisnisnya.
Cukup hanya melihat layar dashboard dalam hitungan detik sudah dapat diketahui indikator yang bermasalah dan segera melakukan keputusan penyelesaian agar masalah tidak semakin besar. Menurut pendapat saya, menggunakan dashboard lebih menguntungkan karena dashboard lebih cepat mengkomunikasikan informasi yang penting melalui penyajian data dalam bentuk visualisasi dan mudah digunakan. Namun tidak menutup kemungkinan bentuk aplikasi BI lain juga mampu membantu meningkatkan performa bisnis seperti portal, alerts, data mining aplication, dan yang lainnya.
Sampai saat ini, BI cukup banyak diadopsi oleh pelaku bisnis baik di luar maupun di Indonesia. Meskipun investasi untuk menerapkan BI di perusahaan tidaklah sedikit akan tetapi melihat hasil dan keuntungan yang didapatkan akan sangat membantu bisnis untuk tetap bertahan di masa mendatang. Namun perusahaan tetap harus waspada dengan menggunakan aplikasi BI sesuai dengan kapasitasnya. Jika tidak, investasi tersebut akan terbuang sia-sia. Maka hal yang paling utama sebelum mengimplementasikan BI di perusahaan adalah perusahaan tersebut harus memiliki strategi bisnis yang terdefinisi dengan baik. Dengan begitu strategi BI dengan bisnis dapat berjalan dengan selaras sehingga mampu membawa bisnis mencapai tujuannya.
Semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit wawasan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk dapat berbisnis cerdas dengan BI.
Referensi :
[1] http://blog.simetri.co.id/?p=5
[2] http://stevan777.wordpress.com/2008/01/03/paper-business-intelligence
[3] http://www.metrodata.co.id/news/shownews.asp?id=580&cat=8
[4] http://sqlserver-indo.org/blogs/rachmat_hariyanto/archive/2009/02/23/sekilas-tentang-business-intelligence.aspx
[5] http://jsinurat.blog.friendster.com/2007/11/business-intelligence-bi

from netsains.com
read more

Laboratorium Visi

Bukan Kaki  Kita yang Menggerakkan  Kita Tapi Pikiran Kita
(Pepatah Cina Kuno)
Seorang teman dari Jerman pernah mengatakan kepada saya bahwa orang Jerman memegang sebuah pepatah tentang tiga hal: pertama, apabila seseorang kehilangan hartanya, ia tidak kehilangan apa-apa dari hidupnya. Kedua, apabila seseorang kehilangan kesehatannya, ia kehilangan separuh dari hidupnya. Dan ketiga, apabila seseorang kehilangan karakternya, ia kehilangan seluruh dari hidupnya.
Belajar dari pepatah tersebut, tanpa kita sadari Tuhan  sedang membawa kita kedalam proses pembentukkan karakter, oleh karena itu melalui tempaan pengalaman hidup permasalahan sebenarnya hanya waktu untuk menunggu sampai karakter kita terbentuk. Dalam tempaan hidup ini tanpa kita sadari kita telah belajar tentang banyak hal, mulai dari kesabaran, kelemah lembutan, penguasaan diri dan ketaatan, hingga tata nilai positif lainnya. Tentunya keberhasilan melalui semuanya itu tidak terlepas dari mimpi atau harapan yang inigin kita capai, inilah yang kita kenal sebagai visi. Visi membuat kita mempunyai motivasi dan tidak mudah kecewa, sedangkan pembentukan karakter mempersiapkan kita untuk melayani lebih baik bila visi kita itu tercapai.
Bagi seseorang, visi seperti tonggak nun jauh di horison yang mendorong kita untuk terus berlari tahap demi tahap hingga mencapainya. Visi menantang kita untuk hidup pada saat ini sejalan dengan visi tersebut. Visi, dengan demikian, dapat menjadi daya dorong yang kuat untuk hidup lebih bijaksana, lebih tekun, tertib dan mau bekerja keras. Seorang raja yang arif pernah mengatakan, “Kalau tidak memiliki visi, kita akan hidup secara liar.” Visi adalah sesuatu yang berharga menuntut komitmen dan pengorbanan. Pertanyaannya: Bersediakah kita terus mengejar visi kita – berapapun harganya? Pada titik itu kita akan menyadari bahwa bukan lagi kita yang membentuk visi tersebut, namun visi itulah yang akan membentuk kehidupan kita.
Dinamika Pola pikir
Sebagaimana kita ketahui bersama, pola pikir seseorang akan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Secara khusus Jhon Naisbit dalam bukunya Mindset (2007) menyebutkan “Di tatanan makro, ada orang-orang yang memiliki pola pikir bahwa dunia ini sedang berada dalam periode “ benturan peradaban”, dan mereka melihat segalanya dalam benturan peradaban. Sebagian lainnya, melihat dunia dalam bingkai pola pikir periode pikir ekonomi panjang  determinisme ekonomi dunia. Berbeda-beda tergantung pola pikir kita. Hasilnya: kesimpulan yang berbeda pula. Intinya ada pada bagaimana kita menerima informasi. Itulah kuncinya”
Dari keterangan Naisbit kita dapat memperoleh kesimpulan bahwa pemikiran seseorang akan sangat dipengaruhi bagaimana cara ia berfikir dan menerima informasi. Ada banyak orang/tokoh yang berhasil karena fikirannya tidak dipengaruhi oleh cara berfikir orang-orang pada masanya atau lingkungannya.  Contohnya Albert Einstein, awalnya saat belajar fisika di Polytechnikum, Zurich. Disertasinya ditolak, satu-satunya lulusan diangkatannya yang ditolak mendapatkan pekerjaan akademis. Menurut dosennya ia pintar tapi tidak cukup mendengarkan orang lain. Lewat usaha yang keras, akhirnya di awal tahun 1902, ia diterima sebagai guru sekolah di
Schauffhausen dan diterima sebagai penguji hak paten di Bern. Dalam masa pengasingan, pada tahun 1905 Einstein menulis surat kepada temannya pakar matematika Conrand Habicht, temannya guru sekolah di Schauffhausen. Kepada temannya, Conrand Habicht ia meminta agar temannya mengirim disertasinya, sebagai balasannya ia akan mengirim 4 makalah.  Makalah pertama berhubungan dengan sinar radiasi dan sifat-sifat energi cahaya, (kedua) penentuan ukuran atom yang sebenarnya, (ketiga) tentang ukuran massa 1/1000 mm. keempat tentang hukum elektrodinamika. Setiap tahunnya Einstein  mengirim  makalah.  Pada  saat  ia  mengirim  rumus E = MC², ia mengatakan “kira-kira apakah Tuhan akan tertawa, pasalnya ia secara bercanda sedang membuatku tersesat”. Akhirnya dengan rumus ini Einsten berhasil dikenang namanya hingga saat ini.
Mengapa Albert Einstein berhasil?  Mindset!, ia bebas berimajinasi menghubungkan titik-titik yang orang lihat tidak memiliki hubungan serta bersedia untuk dikejutkan oleh hasil apapun yang muncul. Ia fokus pada substansi, bukan ego. Einstein memiliki  mindset yang benar-benar original dan tidak terpengaruh. Dari sini lahir ide- ide besar yang mengguncang dunia.
Kisah lainnya adalah Isacc Newton, terlahir dalam kamar sempit tanpa mengenal seorang ayah. Pada masa kecilnya ia termasuk orang yang was-was, kesepian dan tersisihkan. Sebagai remaja Newton muda belum tahu berbuat apa atau melakukan apa, tetapi ia jelas tidak ingin mengembalakan domba atau membajak sawah. Sebuah pekerjaan yang lazin di dikerjakan pada saat itu. Pada tahun 1661 ia di terima di Cambridge University. Pada saat itu universitas Cambridge mengelompokkan mahasiswanya dalam tiga  kategori yakni (1)  Noblemen; mahasiswa kaya yang bisa memperoleh gelar tanpa ujian yang sulit. (2)  Pensioners: mahasiswa yang bertujuan untuk bekerja pada gereja dan (3)  Sizars: mahasiswa yang memperoleh fasilitas dengan cara melayani mahasiswa lainnya, megerjakan pekerjaan rumah tangga, menunggu mereka saat makan dan makan makanan yang tersisa. Newton masuk kategori subsizar. Newton merasakan belajar sebagai bentuk obsesi; tujuan mulia; pelayanan kepada Tuhan dan sekaligus hal yang membanggakan. Tiga hal yang menarik hatinya adalah Uang, Belajar dan Kesenangan. Namun pada kenyataannya tidak banyak uang dan kesenangan yang ia miliki. Walupun begitu
Newton belajar dengan keras, ia tidak terpengaruh dengan kondisi yang ada. Ia membaca karya Aristoteles yakni Organon dan Nicomachean Ethics, mempelajari tentang gerak, membaca karya ilmuwan dan filosof perancis yakni Rene Descartes dan Astronom Italia yakni Galileo Galilei. melalui proses perenungan yang panjang dan berfikir ulang Newton banyak sekali menghasilkan karya baru dan merubah paradigma lama dan sangat berpengaruh bagi kemajuan manusia, bahkan Albert Einsten menuliskan komentarnya di Smithsonian Annual Report tahun 1927 terhadap peringatan 200 tahun kematian Isacc Newton: “  arti penting prestasi newton bukan hanya terletak pada peletakan basis yang logis bagi mekanika, lebih dari itu menjadi dasar program bagi semua penelitian teoritis dibidang fisika”.Pelajaran apa yang bisa kita tarik? Newton berhasil juga karena merubah mindsetnya. Ia tidak puas hanya menjadi ordinary man  pada saat itu yakni mengembalakan domba atau membajak sawah. Ia punya cita-cita besar.
Dalam semua kisah keberhasilan ini, dapat kita tangkap bahwa dinamika pola pikir turut membentuk visi, mentalitas dan karakter seseorang dalam menjalani hidup. Seseorang yang berhasil adalah mereka yang dapat memunculkan ketiga hal tersebut dalam tindakan. Kemampuan inilah yang diidentifikasikan oleh Prof. Zainuddin Maliki sebagai “resilent behavior”, perilaku yang melekat beserta nilai yang diyakini dalam sikap dan tindakan.
Pentingnya Sebuah Visi
Seseorang yang hidup dengan tujuan, atau dengan kata lain dia memimpin dirinya sendiri dengan baik adalah orang yang memiliki Visi, Mentalitas dan Karakter. Semua itu merupakan sesuatu yang dibentuk dan saling berhubungan satu sama lainnya. Seseorang akan dianggap benar-benar jujur dengan visi hidupnya apabila visi itu termanifestasi dalam karakternya. Kita ambil contoh seorang mahasiswa yang mengatakan dirinya anti-korupsi tapi sering memakai sandal milik teman kosnya tanpa izin, meminjam buku tanpa niat untuk mengembalikan (bahkan menghilangkannya), dan tidak mengerjakan ujian semester dengan jujur. Dan lebih jauh, manusia hidup di dunia, semuanya pasti ingin bahagia. Namun bahagia yang seperti apa, terkadang sebagian dari mereka tidak tahu. Sebuah organisasi dalam menjalankan aktivitasnya, tidak akan tercapai dan sukses tanpa adanya visi. Begini, visi itu adalah pandangan ke depan. Mau melakukan apapun itu, harus ada visi. Ibarat kamu mau ke sekolah, memakai jalur A. Maka, jangan sekali – kali beralih ke yang lain guna mencapai ke sekolah.
Visi bukan kata bijak para filsuf, bukan pula kalimat rumit yang harus dirumuskan. Ia hanyalah media/alat ukur bagi sebuah individu atau kelompok, untuk mencapai tujuan tertentu. Bagaimana kaitannya dengan mental individu ? jika seorang anak berbuat nakal, berbuat onar terhadap temannya. Orang tua akan meluruskan tindakan anak tersebut, begitu pun manusia dalam menjalani hidup. Dia akan berbuat dan bertindak sesuai visi yang dibuat. Artinya, individu atau kelompok itu. Tidak akan terjerumus hidupnya, karena telah memiliki visi masing – masing. Visi dibuat bisa kapan saja. Tak peduli umur, status sosial, tingkat pendidikan dan lain – lain. Seperti kata Jusuf Kalla“lebih cepat , lebih baik”. Cara membuat visi tidak perlu rumit memikirkannya, cukup dengan beberapa langkah : Kamu ingin dikenal sebagai apa ?, Tentukan apa yang menjadi keahlianmu, carilah pendukungnya dan mulailah membentuk visi. Dan terkait dengan itu semua, satu sisi yang sangat penting Anda sikapi dalam memegang teguh prinsip hidup Anda yaitu visi hidup yang didasarkan atas prinsip-prinsip kebenaran.
Proses aksi, reaksi dan refleksi haruslah benar-benar dilaksanakan oleh seorang pribadi. Kegiatan yang melalui proses perenungan yang panjang dan berfikir ulang atas semua yang terjadi. Sebab, ibarat sebagai sebuah laboratorium, kehidupan memberikan peluang yang luar biasa besar bagi setiap orang untuk menjadi apa yang ingin dicapainya. Pengalaman hidup pada hakikatnya hanyalah deposito kekayaan yang seharusnya menambahkan kebijaksanaan seseorang sebagai seorang manusia. Modal inilah yang terpenting disaat seseorang harus mengasah pola pikirnya yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sehingga ia mampu menjadi sosok ideal sebagaimana dia inginkan. Diakhir tulisan ini saya ingin mengutip pepatah Jepang tentang visi, untuk sekedar mengingatkan kita semua bahwa visi tanpa tindakan adalah mimpi disiang bolong dan tindakan tanpa visi adalah mimpi buruk. Biarlah visi kita terealisasi oleh tindakan kita, dan biarlah tindakan kita dipimpin oleh visi kita. Keberhasilan kita dimasa mendatang, sangatlah dipengaruhi oleh “Apa yang kita pikirkan hari ini”.

From netsains.com
read more

Minyak dan Energi Lain Masih Cukup Menghidupi Dunia

kekiri atau kekanan ?
Krisis minyak atau krisis energi barangkali benar-benar akan terjadi tetapi tidak akan membuat dunia ini kiamat atau kepunahan manusia, yang mungkin akan terjadi adalah “pergeseran cara berpikir manusia“  untuk lebih inovatif dan kreatif dalam penghematan dan pemanfaatan energi. Negara maju saat ini adalah negara boros energi, tapi nanti negara majulah yang paling sedikit kebutuhan energi perkapitanya. Barangkali itulah “survival of the fittest“nya Darwin !

Apakah Indonesia mesti berhemat dari sekarang ? JANGAN BURU-BURU ! Indonesia masih harus maju dulu, perlu memberikann listrik ke seluruh rakyat supaya memiliki daya juang dan daya saing, terutama ketika dunia nanti mulai berlomba menguasai ilmu dan teknologi. Posisi kita saat masih memanfaatkan energi untuk hidup dan bertahan.

Peak oil yg mulai dianggap sebagai mitos

Peak Oil Production (Wikipedia) yg mulai diragukan.
Mungkin anda pernah membaca atau melihat grafik peak oil yg sangat terkenal yg juga dikenal sebagai Hubbert Peak. Ya, grafik itu cukup jeli menggambarkan bagaimana sebuah cara memprediksi bahwa minyak suatu saat akan habis dan yang lebih ditakutkan adalah habis dengan penurunan yang sangat tajam. Penurunan tajam ini mungkin akan membuat dunia kacau balau karena sangat mungkin terjadi perebutan energi dunia dan tentusaja ujungnya peperangan.
Skenario perebutan ini mungkin saja secara diam-diam mungkin dipersiapkan oleh beberapa negara yang haus energi, karena kalau saja terjadi pastilah dunia akan berantakan. Sekali lagi nafsu manusia akan sangat berperan dalam setiap perebutan.
Namun adakah skenario lainnya ? barangkali saja akan terjadi dunia akan tetap damai, walaupun diselingi keributan kecil antara negara yang hanya berupa pergolakan lokal atau mungkin regional.
Yang cukup menarik dari Peak Oil ini adalah bahwa metode ini sepertinya berlaku untuk sesuatu yang sudah diketahui. Atau secara intrinsik mengandung perkiraan berdasarkan atas past history, berdasarkan sejarah penemuan dan produksi dimasa lalu. Tentusaja tidak masuk pemikiran inovasi, kreatifitas, ide serta pemikiran-pemikiran baru yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Apakah ada inovasi serta sesuatu yang belum kita ketahui ? Sebagai contoh, penemuan minyak di Brasil dimana ditemukan minyak dibawah kubah garam, pemanfaatan oil shale di Bakken, juga kalau di Indonesia penemuan-penemuan minyak dibawah lapangan tua di Cepu. Itu merupakan beberapa contoh bahwa di otak explorationist masih ada yang dapat diperas. Hal-hal baru ini tentusaja tidak atau belum masuk dalam perumusan perkiraan produksi dari metode Hubbert Peak.

Penurunan produksi tahun 1980an

Adanya penurunan produksi pada awal tahun 1980an terjadi didunia bahkan di Indonesia. Fakta ini menunjukkan bahwa kalau memang berniat dan mau, dunia ini masih akan hidup dengan lengang ketika mengurangi produksi minyak. Artinya berkurangnya produksi minyak tidak akan mematikan, bukan sebuah kiamat, bahkan terlihat laju peningkatan produksinya dapat direm menjadi landai. Ada satu pembelajaran yang telah terjadi hingga memasuki abad XXI ini.

Tata nilai dunia sudah bukan barbar

Memang kalau kita melihat sejarah dimana jaman dahulu setiap kali terjadi perebutan sumberdaya alam ataupun sumber makanan selalu didahului dengan peperangan. Namun dunia saat ini sudah jauh berbeda dengan jaman dahulu. Di Indonesia saja tata nilai untuk bernegara sudah mengalami perubahan yang sangat dahsyat dengan adanya proses reformasi yang harus dibayar mahal.
Dengan demikian kita tidak dapat dengan serta merta menggunakan kejadian masa lampau akan terulang dengan begitu saja di dunia ini. Perang dunia semestinya bukan lagi menjadi sumber ketakutan dan kekhawatiran. Justru sangat diharapkan kebersamaan manusia di dunia akan menjadikan kesejahteraan akan meningkat.

Bagaimana posisi Indonesia dalam pemanfaatan energi ?

Gambar dibawah ini menunjukkan bagaiaman hubungan antara GDP (perkapita) atau pendapatan perkapita di setiap negara, dibandingkan dengan penggunaan energinya (efisiensinya).
Indonesia saat ini harusnya mengikuti garis kuning. Efisiensi khususnya untuk negeri maju (high productive).
Dengan mudah kita melihat bahwa Indonesia berada dibawah dalam soal produktifitas. Pendapatan perkapita kita rendah. Walaupun masuk dalam G20, itu hanyalah dalam sekala total seluruh negara, namun karena jumlah penduduk di Indonesia ini sangat buanyak maka angka GDP perkapitanya menjadi sangat rendah, atau produktifitasnya rendah.

Lantas Indonesia harus bagaimana ?

Kalau melihat pola negara-negara yg digambarkan bulet dan lonjong, terlihat bahwa negara-negara ini mengikuti sebuah pola dimana meningkatkan produksi lebih tinggi kelasnya ketimbang dalam kelas efisiensi. Negara super hebat semestinya memiliki produktifitas yang tinggi dan efisiensi juga tinggi, didalamnya ada Austria, Switzerland dan Hongkong. Nah, terlihat pada kenyataannya negara-negara yag memiliki produktifitas tinggi yang tercermin pada GDP perkapita tinggi ini namun efisiensinya rendah.
Lingkar kuning yang memperlihatkan Indonesia ini menunjukkan bahwa Indonesia semestinya mengarah dalam peningkatan produktifitas, bukan mengutamakan efisiensi. Ini hanya skala prioritas, bukan berarti mengabaikan penghematan energi. Artinya pakailah energi sesukamu tetapi dipakai untuk hal-hal yang produktif.

Tugas pemerintah Indonesia dan ESDM

Memang dengan mudah kita melihat bahwa tugas pemerintah Indonesia saat ini terutama dalam bidang ESDM adalah menyediakan energi untuk rakyatnya. Karena penyediaan energi di dalam negeri ini akan memberikan dampak positip lebih banyak ketimbang berusaha menghemat.
Untuk negri-negeri yang sudah memiliki GDP perkapita tinggi tentunya akan lebih mudah melakukan efisiensi dan menghemat, dan mereka akan survive dengan penghematan energi. Tentunya cara global ini tidak harus diikuti Indonesia dengan begitu saja, karena posisi kita berbeda dengan mereka.

From netsains.com
read more

Jangan Anak Tirikan Membaca dan Menulis

“Kecintaan membaca buku dalam bidang apapun, secara awal ditumbuhkan melalui kecintaan membaca karya sastra. Demikianlah pembibitan awal kebiasaan membaca dilakukan di seluruh dunia yan beradab. Latihan menulis yang terus menerus dapat mengantarkan siswa menulis karya sastra, kalau dia berminat, tetapi kalau tidak, dia akan memiliki kemampuan menulis secara umum”
“Dia akan menjadi insan yang cinta sampai adiksi buku, merasa perpustakaan sebagai rumahnya yang kedua, dan mampu menulis dalam bidang profesinya masing-masing. Bila kelak dia menjadi arsitek, pelaku bisnis, guru, spesialis bedah, kepala direktorat, pakar agronomi, komandan resimen, wartawan, pilot antar benua, ibu rumah tangga dan seterusnya, maka dia adalah profesional yang rujukan utamanya buku bacaan dan mampu menulis dalam spesialisasinya masing-masing”
Demikianlah tujuan utama Taufiq Ismail mendirikan RUMAH PUISI-nya (http://rumahpuisi.com/tentang-rumah-puisi/tujuan-rumah-puisi) Apa yang dicita-citakan Taufik Ismail bukan pertama-tama menjadikan siswa penyair atau sastrawan. Menurutnya, itu bukan yang terpenting. Peningkatan budaya baca buku dan kemampuan menulis anak bangsa, itu yang menjadi tujuan utama.
Apa yang dimulai Taufik Ismail sangat tepat dan dengan tepat pula menjawab persoalan substansial dilema pendidikan bahasa dan sastra di tanah air. Mengapa tidak, pendidikan bahasa dan sastra tidak hanya ‘di-anaktiri-kan’ dalam proses pendidikan, tetapi juga kelaziman (budaya) membaca dan menulis yang merupakan elemen vital pendidikan nyaris hilang diterjang oleh kepadatan kurikulum, kegiatan sekolah yang menumpuk, fasilitas perpustakaan yang tidak memadai, serta minimnya kehadiran guru atau tenaga pengajar yang mumpuni dalam bidangnya.
Jika pun ada kegiatan membaca dan menulis dalam proses pendidikan, baik di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, maupun Sekolah Menengah Atas, kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk membaca dan menulis itu sendiri. Kegiatan membaca dan menulis hanya diwajibkan untuk mendukung berbagai pelajaran yang lain. Membacan dan menulis dengan demikian diletakkan sebagai faktor sekunder dalam proses pendidikan. Tidak lebih.
Padahal kegiatan membaca dan menulis adalah kegiatan inteketual yang tidak semudah dan atau tidak segampang dilakukan dan dilazimkan selama ini. Sebab sejatinya membaca tidak hanya sekedar membaca teks, tetapi juga menyertakan penafsiran atasnya. Membaca berarti kita berdialog dengan teks. Demikian juga dengan kegiatan menulis. Menulis tidak hanya menulis seperti dimintai guru untuk kepentingan angka dan nilai atau tugas tertetu, tetapi melampaui itu adalah menuliskan refleksi dan analisis kritis atas teks dan konteks. Menulis dalam artian ini berarti kita menyatakan hasil dialog dan refleksi atas teks dan konteks dalam tulisan.
Bagiku fakta ini –pembiasaan tidak membaca dan menulis yang sesungguhnya- amat meresahkan. Pendidikan yang mengabaikan kegiatan membaca dan menulis sebagai sebagai sebuah kegiatan intelektual dalam sekolah sudah barang tentu akan membentuk pribadi yang miskin analisis kritis dan eksplorasi akademik. Pun pula miskin berimajinasi (jika ditelisik dari sudut padang sastra).
Berbagai fenomena yang muncul dalam dunia pendidikan semisal menyontek, copy paste karangan, tulisan atau skripsi dilakukan oleh peserta didik, serta tindakan plagiat yang dilakukan oleh individu yang disebut akademisi merupakan dampak buruk dari proses pendidikan yang mengabaikan hakikat kegiatan membaca dan menulis dalam proses pendidikan.
Tulisan kecil ini tidak dimaksudkan untuk meng-kritik para pembuat kebijakan dan juga para pelaku pendidikan. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengajukan tawaran evaluatif untuk kita semua. Bahwa kegiatan membaca dan menulis adalah kegiatan vital dalam pendidikan, lantaran itu harus mendapat tempat  yang istimewa dalam kurikulum pendidikan kita.
Jika tidak, maka sudah barangtentu kita masih akan terjebak dalam proses awal sebagaimana dilakukan Taufik Ismail dengan RUMAH PUISI-nya. Padahal sudah separuh abad lebih kita merdeka dan bisa menetukan nasib sendiri secara bebas. Lantas, kapan kita bisa ‘naik kelas’ untuk menjadi bangsa yang produktif karena karya-karya tulis yang hebat, jika hingga kini kita masih berkutat dengan ‘sosialisasi’ membaca dan menulis agar menjadi kebiasaan, budaya dan tradisi yang sehat?
http://krisbheda.wordpress.com/ dan atau http://krisbheda.wordpress.com/2010/10/11/jangan-anaktiri-kan-membaca-dan-menulis/
read more

Arti Name Server dalam Dunia Komputer



Arti name server dalam dunia komputer adalah sebuah program atau komputer server yang mengimplementasikan nama layanan sebuah
protokol . Ini peta untuk manusia lebih mengenal sistem internal, identifikasi numerik, atau penangaan komponen.
ns1 & ns 2 Jenis yang paling menonjol dari name server dalam operasi hari ini adalah name server dari Domain Name System (DNS), salah satu dari dua pokok ruang nama dari internet . Fungsi yang paling penting dari server DNS adalah terjemahan (resolusi) dari memori manusiawi dari nama domain dan nama host ke yang sesuai numerik alamat Internet Protocol (IP), Internet utama yang kedua ruang nama yangdigunakan untuk mengidentifikasi dan menemukan sistem komputer dan sumber daya pada Internet.
Arti Name Server dari DNS
Arti Name Server dari DNS (Domain Name System) Internet mempertahankan dua ruang nama utama, hirarki nama domain dan sistem alamat Internet Protocol (IP). Domain Name System mempertahankan ruang nama domain dan menyediakan layanan terjemahan antara dua ruang nama. Internet server nama mengimplementasikan Domain Name System. Sebuah server nama DNSadalah server yang menyimpan catatan DNS , seperti alamat (A, aaaa) catatan, nama server (NS) catatan, dan mail exchanger (MX) record untuk nama domain (lihat juga Daftar jenis catatan DNS ) dan merespon dengan jawaban atas query terhadap database-nya. Hirarki atas Sistem NamaDomain Internet dilayani oleh root server nama dipelihara oleh delegasi oleh Internet untuk Corporation Ditugaskan Nama dan Nomor (ICANN).
Arti Name Server Resmi
Arti name server resmi otoritatif adalah server nama yang memberikan jawaban dalam menanggapi pertanyaan yang diajukan tentang nama-nama dalam zona . Server nama otoritatif-satunya hanya mengembalikan jawaban atas pertanyaan tentang nama domain yang telah dikonfigurasi secara khusus oleh administrator. Nama server juga dapat dikonfigurasi untuk memberikan jawaban otoritatif untuk beberapa zona queries, sementara bertindak sebagai server nama caching untuk semua zona lainnya. Sebuah nama server otoritatif dapat menjadi server master atau server budak. Sebuah server master untuk zona adalah server yang menyimpan versi definitif dari semua catatan dalam zona itu. Sebuah server budak untuk zona menggunakan mekanisme update otomatis untuk menjaga salinan  identik dari catatan master. Contoh mekanisme tersebut termasuk transfer zona DNS dan protokol transfer
file. DNS menyediakan mekanisme dimana master untuk zona dapat memberitahu semua budak yang dikenal untuk zona bahwa ketika isi dari zona tersebut telah berubah. Isi zona baik secara manual dikonfigurasi oleh administrator, atau dikelola menggunakan Dynamic DNS. Source : http://en.wikipedia.org/wiki/Name_server * Arti Name Server .
Sumber : www.belajaropensource.com
read more

Adds

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More