Friday, November 25, 2011

Tips Beasiswa: Menghadapi Wawancara

Beberapa jam terakhir, saya dihubungi beberapa orang terkait seleksi beasiswa Australian Leadership Awards (ALA). Rupanya pengumuman seleksi tahap pertama sudah keluar dan beberapa orang telah dinyatakan lolos ke tahap wawancara. Sebenarnya saya sudah pernah menulis tips wawancara ALA diblog ini tetapi rupanya masih ada yang kurang. Saya akan tambahkan di posting kali ini, mudah-mudahan bermanfaat.
Sebelum lanjut, Anda mungkin bertanya-tanya, apa kualifikasi saya sehingga berani menuliskan tips wawancara ini. Jawaban saya sederhana, saya tidak memiliki kualifikasi resmi. Yang saya tuliskan adalah pengalaman pribadi ketika diwawancarai tiga tahun lalu ditambah hasil bacaan dan ngobrol dengan teman.
Seleksi ALA sangatlah kompetitif. Hanya kandidat luar biasa yang dipanggil untuk wawancara. Oleh karena itu, bersenang hati dan bersyukurlah karena panggilan wawancara itu adalah bentuk lain dari sebuah pengakuan. Kalau ada pengakuan yang patut membuat seseorang senang, maka pengakuan dari ALA adalah salah satunya. Anda telah menyisihkan ratusan atau mungkin ribuan orang hebat lainnya untuk bisa diwawancarai.

Hal pertama yang harus Anda ingat adalah bahwa mewawancara ini sama sekali bukan untuk menghakimi atau menguji Anda, apalagi mencari-cari kelemahan Anda. Sama sekali tidak. Mereka sudah tahu kemampuan dan potensi Anda, makanya Anda dipanggil wawancara. Yang ingin mereka lakukan hanyalah berbicara dalam suasana yang lebih akrab, dari hati ke hati untuk mengkonfirmasi bahwa dugaan mereka terhadap Anda tidaklah salah. Itu saja. Artinya, Anda tidak perlu menjadi orang lain, jadilah diri sendiri, seperti apa yang pernah Anda tulis di berkas lamaran terdahulu. Meski demikian, persiapan tetaplah diperlukan. Saya termasuk orang yang tidak bisa tampil tanpa persiapan, terutama ketika berbicara dengan orang lain dalam suasana yang resmi. Ketika akan presentasi saya selalu persiapan dan bahkan latihan. Ketika akan berdiskusi dengan supervisor, saya mencoba menghafalkan satu atau dua kalimat penting. Ketika akan bertemu pejabat, saya menyiapkan ‘talking points’. Setiap kali mau presentasi di forum internasional, saya belum berhenti berlatih sampai saya bisa melakukan presentasi dalam waktu yang ditetapkan. Saya berlatih dengan stop watch. Bagi saya, bersiap-siap tidak ada salahnya, dan selalu lebih bagus dibandingkan tidak bersiap-siap. Pernah melakukan presentasi di berbagai benua tentu akan membuat seseorang lebih tenang dalam melakukan presentasi tetapi bukan berarti sudah tidak memerlukan persiapan lagi. Wawancara juga demikian.
Saat wawancara ALA tiga tahun lalu, saya menyempatkan diri mengunjungi hotel tempat wawancara sehari sebelumnya. Saya mengukur waktu tempuh dengan taksi dari tempat saya menginap. Saya harus pastikan, saya tahu persis tempatnya, tidak hanya sekedar mengira-ngira. Sehari sebelumnya saya juga cek kembali kemeja, celana kain, sepatu dan kaos kaki, dasi dan semua perangkat pakaian. Yang terutama, saya siapkan kembali berkas-berkas yg akan dibawa. Semua salinan berkas lamaran saya siapkan, termasuk publikasi (paper, buku) yang akan dijadikan bukti saat bercerita tentang kiprah akademik saya.
Saya sempatkan mengingat-ingat kembali apa yang saya tuliskan di berkas lamaran terdahulu. Semuanya mudah karena apa yg saya tulis adalah kebenaran. Saya tidak perlu merekayasa apapun sehingga tidak perlu menghafalkan apapun. Jika ditanya soal kiprah, semuanya ada dalam ingatan saya. Meskipun persiapan harus matang, sekali lagi harus diingat bahwa Anda akan melakukan obrolan santai dengan dua atau tiga orang yang pada dasarnya sudah mengakui kehebatan Anda. Tidak ada yang perlu dirisaukan. Anda akan menghadapi tiga orang yang santun, professional dan sangat menghargai orang lain. Anda adalah kolega sejajar, bukan pesakitan yang akan diinterogasi.
Coba bayangkan, Ada akan bertemu dengan seseorang yang ingin meminta bantuan Anda untuk mengerjakan sesuatu. Orang tersebut menjanjikan imbalan yang sangat menarik jika Anda berhasil menyelesaikan pekerjaan itu. Orang ini sudah mendengar kepiawaian Anda sehingga menaruh rasa hormat sejak awal. Dalam situasi demikian, saya bayangkan Anda akan berada di atas angin karena Anda akan bisa menjawab segala hal yang ingin diketahui orang itu. Tentu tidak ada hal yg tidak Anda ketahui tentang diri sendiri kan? Anda bisa menjelaskan dengan mudah pekerjaan serupa yang sudah berhasil ditangangi, Anda juga bisa sedikit menambah ‘bunga-bunga’ karena pada dasarnya orang yang Anda hadapi bukanlah ahli di bidang yang Anda bicarakan, meskipun memiliki pemahaman yang cukup. Orang pintar menyebut kelompok orang seperti ini sebagai ‘non-expert but intelligent audience’. Singkat kata, anda tampil percaya diri. Sementara itu, Anda pun tetap sopan kepada orang itu dan berusaha tampil prima karena Anda tetap mengharapkan akan mendapatkan pekerjaan itu. Begitulah kurang lebih situasinya ketika Anda wawancara beasiswa ALA.
Saat masuk ruangan, tersenyumlah yang wajar sambil mengangguk sopan. Jika memungkinkankan, dekati pewawancara dan bersalaman sambil menatap matanya lekat saat mengucapkan salam “Hi, I am Andi, how are you doing?” Bayangkanlah Anda bertemu dengan calon kolega atau partner bisnis. Anda ingin tampil percaya diri, santun, dan hangat. Jangan lupa ucapkan “nice to meet you” atau “welcome to Indonesia” jika Anda tahu mereka tidak tinggal di Jakarta. Pengalaman saya tiga tahun lalu sangat positif. Pewawancaranya ramah dan hangat. Saya merasa tidak canggung menambahkan sedikit kelakar “it might be a bit too hot for you in Jakarta. You have just passed winter in Australia, right?!”. Intinya, ini adalah pertemuan orang-orang berkedudukan setara, saling menghormati dan menghargai. Di ruangan itu, tidak ada pemberi sedekah dan penerima berkah. Kedua belah pihak setara.
Saat dipersilakan duduk, duduklah dengan rileks tanpa menjadi sembrono. Tegakkan posisi badan, sebaiknya tidak bersandar jika sandaran kursinya miring. Namun jika sandaran kursinya tegak, silakan sedikit bersandar agar tidak terlihat tegang. Ucapkan terima kasih sambil tetap menebar senyum wajar. Secara bergantian tatap ketiga pewawancara Anda. Umumnya mereka akan memulai dengan mengucapkan terima kasih dan menjelaskan maksud dan proses wawancara tersebut. Sampaikan terima kasih atau sekedar mengangguk dengan mantap. Saya pribadi biasanya menempatkan kedua tangan di atas pangkuan, bukan di atas meja, dengan jari-jari terjalin satu sama lain.
Saya ingatkan kembali, Anda sedang ngobrol hal penting dengan kolega Anda. Anda tidak sedang diuji. Kondisikan bahwa Anda adalah seorang yang ahli sesuatu, dan kolega Anda ini juga ahli sesuatu yg tidak persis sama dengan keahlian Anda. Kenyataannya memang demikian. Pewawancara ini biasanya adalah profesional AusAID dan atau diplomat kedutaan Australia untuk Indonesia di Jakarta. Tentu saja sangat mungkin mereka tidak tahu persis bidang yang akan Anda pelajari. Meski demikian, mereka tentulah orang yang cerdas dan intelek. Bukankah sangat menyenangkan berbicara dengan orang yang pintar dan baik hati dengan keahlian yang bebeda dengan Anda? Dengan kemampuan yang dimiliki, Anda bisa memberikan sesuatu dalam percakapan dan sekaligus bisa mendapatkan banyak hal dari lawan bicara. Singkatnya, Anda bisa saling mengisi dengan pewawancara. Demikianlah suasana wawancara beasiswa ALA. Tidak ada yang perlu dirisaukan.
Detil pertanyaan yang muncul saat wawancara ALA sudah pernah saya tuliskan di blog ini.Silakan lihat lagi untuk mengingatkan.
Saat ditanya sesuatu, jawablah dengan tepat dan kembangkan sedikit jika Anda mengetahui aspek lain yang terkait. Pengembangan ini bisa membawa pewawancara mengikuti interestAnda sehingga selanjutnya jadi lebih mudah. Bagaimana jika ada pertanyaan yang benar-benar tidak Anda ketahui jawabannya? Jangan panik, kejujuran adalah yang utama. Katakan saja Anda tidak tahu. Anda misalnya bisa mengatakan ”I am sure this is a really relevant questionUnfortunately, I have no idea about itI might have missed that, to be honest. However, I will be grateful if you kindly give me some clues.” Setelah diberi sedikit petunjuk, Anda mungkin punya gambaran lebih jelas. Jika tetap kabur, Anda katakan saja terus terang. “I am really sorry, but it does not ring a bell to me.” Jika Anda kreatif, Anda pasti bisa sedikitngeles, misalnya. “Honestly, I don’t know about that one but I have some knowledge about other related aspect which I can explain, if you don’t mind.” Tunggu reaksinya. Kemungkinan Anda akan dipersilahkan jika menunjukkan kesungguhan dan wajah yang meyakinkan.
Jika Anda memang dipanggil wawancara dan semua berkas lamaran Anda siapkan sendiri dengan sungguh-sungguh, Anda tidak akan mengalami banyak kesulitan dalam wawancara. Jikapun ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan baik, jumlahnya pasti sangat minimal. Yang jelas, Anda tidak akan mengatakan “I am sorry, I don’t know that” pada pertanyaan pertama. Jika tragedi ini terjadi, saya sarankan untuk mengingat lagi seberapa banyak bantuan yang Anda terima ketika mengisi formulir.
Dalam menjawab pertanyaan, akan sangat bagus jika Anda berhasil menunjukkan kesan bahwa Anda paham betul persoalan itu. Misalnya, Anda bisa mengutip angka statistik yang kebetulan Anda ketahui, atau menyebut nama orang atau negara atau kota secara spesifik ketika menjelaskan. Tentu lebih baik lagi jika Anda bisa menunjukkan hasil studi Anda yang terkait pertanyaan atau studi dosen Anda atau jurnal yang pernah dibaca terkait topik yang dibicarakan. ”An article by Schofield published ini Journal X offers a good insight concerning the issue” atau Anda bisa mengatakan ”my observation on traditional traders in Malang revealed that…” atau ”Coincidently, I have published an article concerning this issue” Anda tidak harus tahu sangat detil semua hal, tetapi menyisipkan satu atau dua informasi detil akan membawa kesan yang positif. Jangankan dalam wawancara, dalam obrolan atau komunikasi biasa saja, seseorang akan terkesan jika Anda bisa mengutip informasi kecil dengan rinci/detil. Beberapa waktu lalu, ada seseorang yang mengirimkan email pada saya. Orang ini mengutip kalimat yang pernah saya tulis di blog sekitar 3 tahun lalu, untuk mengingatkan saya pada satu hal. Saya sangat terkesan dengan email tersebut.
Jika saya bicara soal materi wawancara, saya bisa saja tidak berhenti menulis karena sangat banyak kemungkinannya. Satu hal yang pasti, wawancara ini bukanlah ujian benar dan salah. Yang mewawancarai Anda bukan penjahat, mereka adalah kolega yang menaruh hormat pada Anda dan menganggap Anda setara. Anda pun semestinya memperlakukan mereka demikian. Orang yang percaya diri akan tampil sopan dan penuh rasa hormat tanpa menjadi mengemis dan menghamba. Selamat berjuang, Kawan!

From netsains.com
read more

Studi ke Luar Negeri: Go West or Go East?

Negara-negara barat (Amerika Utara dan Eropa Barat) selama ini menjadi tujuan utama untuk studi. Berdasarkan statistik, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Jerman masih merupakan tujuan utama bagi mahasiswa asing untuk studi. Keempat negara tersebut adalah negara barat (Tiga, jika kita menghitung Australia sebagai British Commonwealth, yang kepala negaranya Ratu Inggris). Namun, tahukah anda? Akhir-akhir ini terjadi peningkatan jumlah mahasiswa asing juga ke negara-negara asia timur? Tahukah anda, bahwa China adalah negara memiliki jumlah publikasi internasional bidang bioteknologi paling banyak di dunia? Tahukah anda, bahwa mulai banyak ilmuwan dari negara barat, yang justru memilih untuk bekerja di negara-negara asia timur?
Bangsa-Bangsa Asia Timur: Kebangkitan menuju nomor satu
Saya mendefinisikan Asia Timur sebagai bangsa yang secara geografis berada di asia timur, yaitu Jepang, China, Taiwan, dan Korea. Kendala bahasa adalah nonsens jika kita termotivasi. Bahasa-bahasa asia timur juga sudah mulai populer, bahkan bahasa mandarin sudah diajarkan di sekian banyak sekolah menengah. Film-film asia timur, seperti film Korea, sudah sangat populer di tanah air. Sementara itu, di Korea Selatan, Hongkong, Taiwan atau Jepang, mereka sudah menawarkan kelas internasional dalam bahasa inggris. Hal ini penting, sebab mahasiswa tidak harus berfokus menggunakan bahasa lokal dalam konteks akademis, namun cukup menggunakan bahasa inggris yang memang sudah dipelajari sejak sekolah menengah. Sekarang, juga sudah banyak orang Eropa atau Amerika yang bekerja di negara asia timur, sehingga kemungkinan berinteraksi dengan mereka juga besar. Satu hal yang memang jarang diinformasikan ke publik, bahwa negara-negara asia timur pun juga telah berhasil memperoleh nobel dalam bidang sains. Lulusan negara-negara asia timur pun tetap dapat berkompetisi di pasar global, dan tetap dapat bekerja di tanah air ataupun negara barat lain. Saya memiliki data ‘Trends in biotech literature 2009-2010′ yang menunjukkan betapa China dan negara asia timur lain sudah mulai setara dengan barat dalam kualitas riset. Silahkan mention akun twitter saya, dan jurnal tersebut akan saya kirim.
Hegemoni kependidikan barat: Akankah berakhir?
Kedepannya,sangat mungkin tidak ada lagi hegemoni barat atau timur. Semua bekerja sama dan dunia menjadi multipolar. Juga demikian dalam kependidikan. Studi ke asia timur akan menjadi salah satu pilihan utama, karena menawarkan kualitas yang sama dengan barat, dan menawarkan situasi ‘feels at home’ karena minimnya ‘cultural shock’. Kendala bahasa tidak akan terlalu bermasalah, karena popularnya bahasa/budaya asia timur di Indonesia. Berdasarkan informasi mutakhir, GDP China adalah nomor 2 dunia. Kekuatan ekonomi China sudah secara praktis mengalahkan negara barat lain, dengan US sebagai perkecualian. Hal ini secara langsung menjadikan studi ke China menjadi opsi menarik, karena funding riset mereka juga sangatlah besar. Satu hal yang merupakan nilai tambah, adalah menguasai bahasa Mandarin. Sebagai salah satu bahasa resmi PBB, maka menguasai Bahasa Mandarin akan membuka peluang untuk bekerja di badan dunia. Menguasai Bahasa Mandarin akan membuka cakrawala pergaulan, karena merupakan akses komunikasi kepada lebih dari 1 milyar orang penuturnya. Pemerintah RRC juga telah mendirikan Institut Konfusius, yang merupakan pusat budaya China. Indonesia pun juga telah memiliki institut tersebut, dan informasi mengenai pendidikan RRC dapat diperoleh disana. Jepang juga telah memiliki Japan Foundation, yang berfungsi sama dengan Institut Konfusius. Sementara itu, berhubung ada permintaan dari market, beberapa universitas mulai membuka program studi sastra korea. Iklim studi yang ideal adalah tempat yang memiliki kualitas riset bagus, dan minimnya potensi ‘cultural shock’. Negara-negara asia timur menawarkan keduanya. Kemiripan budaya antara Indonesia dengan China, Korea, atau Jepang merupakan salah satu faktor yang mesti dipertimbangkan dalam meminimalkan ‘cultural shock’.
Positioning Indonesia
Indonesia sebaiknya konsisten dengan kebijakan ‘outbreeding’. Kebijakan ini, selama ini telah diterapkan berbagai PTN/S, dalam rangka menyekolahkan staff pengajarnya ke luar negeri. Apa maksudnya ‘outbreeding’? Ia adalah kebijakan untuk menyekolahkan staff ke seluruh dunia, dan tidak terkonsentrasi ke satu negara saja. Seluruh dunia juga berarti menyekolahkan ke dalam negeri juga. Kuliah di dalam negeri pun bukan berarti ‘kurang prestisius’, karena ternyata peringkat dunia beberapa perguruan tinggi lokal juga sudah bagus. Kebijakan ‘outbreeding’ ini sebaiknya konsisten, dalam arti tidak menganakemaskan lulusan dari satu negara tertentu, namun memandang semua setara. Tujuan diberlakukannya kebijakan ini adalah supaya ilmuwan Indonesia memiliki latar belakang pendidikan yang heterogen, sehingga diharapkan supaya mereka dapat saling bekerja sama, sambil membawa perspektifnya masing-masing. Diversitas perspektif akan sangat menguntungkan dalam pendidikan/riset, sebab akan semakin banyak opsi pilihan yang bisa diambil dalam menyelesaikan suatu masalah.
Namun,  walaupun sejauh ini secara kebijakan kependidikan, Indonesia masih terhitung konsisten melakukan ‘outbreeding’, tapi pendapat publik bahwa ‘barat itu lebih baik’ memang masih sukar dipatahkan. Hal ini ironis, mengingat stigma itu sama sekali tidak mengacu pada kualitas pendidikan/riset secara obyektif, tapi lebih merupakan budaya. Dalam konteks memburu beasiswa, hal ini bisa jadi sangat kontraproduktif. Bisa jadi pendapat ekstrim, ‘harus sekolah ke barat’ dipegang teguh, sampai tawaran beasiswa ke asia timur atau dalam negeri ditolak. Akhirnya, malah sama sekali tidak dapat beasiswa karena tidak taktis dalam membaca peluang. Mencari beasiswa haruslah taktis, dalam arti jika ada peluang yang baik, ambillah peluang itu. Sebaiknya, kita jangan berjudi dengan beasiswa, karena itu akan merugikan diri kita sendiri. Seorang intelektual ada baiknya tidak berpikir, ‘saya lulusan mana’, namun lebih berfokus dalam mempersiapkan karya-karya berikutnya dalam rangka mencerahkan publik. ‘Lulusan mana’ itu tidak lebih hanyalah fasilitator, bukan tujuan. Saya percaya publik kita sudah semakin kritis, karena karya nyata para intelektual yang mereka tunggu, dan bukan sekedar ‘prestise’ lulusan mana belaka. Ada baiknya kita obyektif saja, bahwa cara mengukur kompetensi ilmuwan adalah dari publikasinya. Database Scopus, ISI, DOAJ, Google Scholar, atau yang lainnya bisa dicek, seberapa banyak ilmuwan negara-negara asia timur yang telah mempublikasikan karya ilmiahnya. Saya yakin sekali kuantitas dan kualitasnya tidak kalah dengan negara-negara barat. Bahkan dalam beberapa bidang keahlian, publikasi ilmuwan Indonesia telah dicatat juga di database tersebut. Contoh saja Prof Sangkot Marzuki dari Lembaga Eijkmann, yang berhasil mencetak 100 lebih publikasi pada database Scopus. Mari kita jadikan parameter yang ilmiah untuk mengukur kompetensi keilmuan, bukan berdasarkan mitos atau prasangka belaka. Prasangka bahwa ‘roti, keju, dan mentega’ lebih baik daripada ‘nasi, ketela  dan mie/ramen’ haruslah disingkirkan jauh-jauh. Sains modern sama-sama menghargai ‘roti’, ataupun ‘nasi’, selama mereka memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.
Terima kasih Kepada Theo Tochary.,Msc, Phd Student di Tokyo Institute of Technology, Tokyo, Jepang, atas konsultasinya selama ini.

From netsains.com
read more

Sejarah Baru Evolusi Primata

Sebuah pohon filogenetik baru berhasil menyelesaikan banyak masalah klasik dalam taksonomi primata. Genom primata memiliki perbedaan yang luar biasa dalam keragaman dan memberikan konteks yang menarik untuk menafsirkan evolusi manusia. Analisis filogenetik dilakukan oleh para peneliti internasional untuk menentukan asal-usul, evolusi, pola spesiasi, dan fitur unik dalam divergensi antara garis keturunan primata genom.Sejarah evolusi primata tersebut telah dipublikasikan pada 17 Maret di PLoS, dengan fitur akses terbuka pada jurnal Genetics.
Para autor melakukan sequencing terhadap region gen terhadap 54 dari 186 spesies primata .Analisis tersebut menggambarkan pentingnya menyelesaikan filogeni primata dengan menggunakan pendekatan genomik komparatif skala besar. Pola evolusi spesies , urutan gen  dan adaptasi berhubungan tidak hanya untuk organisasi genom manusia dan sensitivitas penyakit genetik, tetapi juga untuk munculnya zoonosis global (patogen manusia yang berasal dari reservoir penyakit non-manusia  ). Itu juga berpengaruh untuk genomik komparatif mamalia, dan primata taksonomi untuk  konservasi spesies.
Sampai saat ini, tersedia data genetik molekuler diterapkan untuk primata yang informatif, tapi lingkupnya terbatas dan dibatasi untuk  hanya khusus pada subset taksa. Sekarang, sebuah tim penelitian internasional dari AS, Brasil, Perancis dan Jerman, telah memberikan gambaran yang sangat kuat dari modus divergensi hirarki, dan tempo yang mengatur garis keturunan primata yang sangat berbeda. Temuan tersebut menggambarkan peristiwa dalam evolusi primata dari kuno untuk terakhir dan menjelaskan kontroversi taksonomi banyak. Spesiasi berlangsung, evolusi retikular, garis peninggalan kuno, tingkat ketimpangan distribusi evolusi dan genetik yang berbeda insersi /delesi antara garis keturunan primata direkonstruksi ditemukan.
Para autor mengatakan: “Kemajuan dalam teknologi biomedis manusia, termasuk fokus pada perubahan gen, ketahanan/ kerentanan terhadap penyakit menular, kanker, dan mekanisme rekombinasi dan plastisitas genom, tidak dapat secara memadai diinterpretasikan tanpa Resolusi filogeni spesies primata yang memadai. Data tersebut menyediakan kerangka validasi penting dalam penafsiran, pengembangan dan penemuan dasar-dasar genetik adaptasi manusia dan penyakit. “Diterjemahkan dari SciencedailySumber gambar:
Filogeni molekuler dari 61 genera primata, dua genera Dermoptera, dan satu genus Scandentia dan berakar dengan Lagomorpha. (Kredit: Polina Perelman, Warren E. Johnson, Kristen Roos, Hector N. Seuánez, Julie E. Horvath, Miguel Moreira PM, Bailey Kessing, JoanPontius, Melody Roelke, Yves Rumpler, Maria Paula C. Schneider, Artur Silva, Stephen J.O’Brien, Jill Pecon-Slattery Sebuah filogeni molekuler Primata Hidup PLoS Genetics, 2011;7 (3):.. e1001342 DOI: 10.1371/journal.pgen.1001342)

From netsains.com
read more

Aplikasi Video Conference Gratis dan Open Source

Homer adalah cross-platform gratis software video conferencing. Ini mendukung jumlah tak terbatas simultan hidup video / audio  chatting. Film serta file audio dapat disajikan dalam setiap sesi chat. Dengan bantuan software ini juga memungkinkan untuk remote mengamati layar desktop. Tidak ada infrastruktur server yang dibutuhkan. Perangkat lunak ini mendukung kualitas suara rendah dan transmisi gambar, serta memakan bandwidth yang berkualitas tinggi transmisi .
Fitur-Fitur Teknis :
Kegunaan

  • Berjalan di bawah Linux/32Bit, Linux/64Bit, Windows/32Bit dan Windows/64Bit (sebagai aplikasi 32 bit)
  • Gratis berbasis Qt GUI dengan user-friendly dialog
  • Mendukung suara gratis / video / teks chatting dengan pengguna lain
  • Kompatibel untuk ponsel berbasis SIP / stasiun / perangkat lunak
  • Mendukung playlist untuk video / audio / pemutaran film / Streaming
  • Bekerja tanpa perlu untuk pusat SIP server (download dan menggunakan out-of-the-box-)
  • Disimpan secara lokal kontak database dalam format XML
  • Memberikan umpan balik jika kontak tersedia
  • Mendukung drag + drop file untuk mentransfer mereka
  • Mendukung drag + drop dari blok teks untuk mengirim pesan instan
Dukungan Jaringan
  • Dukungan untuk IPv4 dan IPv6
  • Aliran dikonfigurasi relay melalui UDP, TCP atau UDPlite transportasi
  • Port Fleksibel tugas untuk NAT lingkungan
  • Desentralisasi sesi manajemen dan transmisi streaming
  • Dukungan untuk jaringan secara simultan beberapa diaktifkan (atas) link
Audio
  • Codec: MP3, G.711 hukum-, G.711 μ-hukum, PCM16 dan AMR
  • Mengabadikan audio lokal melalui ALSA, OSS atau Windows sistem multimedia
  • Output melalui SDL
  • Disesuaikan pengaturan kualitas
  • Siaran file audio lokal: format yang didukung adalah AVI, MKA, MKV, MP3, WAV
Video
  • Codec: H.261, H.263, H.263 +, H.264, MJPEG (tanpa RTP) dan MPEG4
  • Video capture lokal melalui V4L2 (termasuk tv / capture card dengan sinyal masukan beberapa) atau Microsoft VFW
  • Mendukung hingga 10 perangkat menangkap per host
  • Output melalui Qt dengan dukungan mulus zoom dan layar penuh
  • Disesuaikan kualitas dan pengaturan resolusi
  • Siaran screenshot dari segmen layar
  • Broadcast file video lokal: format yang didukung adalah AVI, ASF, DV, MKV, MOV, MPEG, MP4, MP4A, SWF dan WMV
  • Resolusi: dikonfigurasi dari 128 * 96 piksel ke piksel 1408 * 1152, tergantung pada jenis sumber video
  • Merekam video streaming ke disk dalam format file seperti AVI, ASF, DV, MOV, WMV SWF dan
  • Foto dalam format seperti BMP, JPG, PGM, PNG, PPM, XBM dan XPM
Info Lengkap di : www.homer.org
read more

Saturday, November 12, 2011

Jika HPmu kena Air

hallo sobat blogger, bagaimana kabar anda pagi ini?
Pernahkah ponsel Anda nggak sengaja kecebur atau basah lantaran terkena hujan? Tenang, kejadian naas itu bukan akhir dari segalanya. Berikut langkah-langkah untuk menyelamatkan ponsel/hape yang sudah basah kuyup terkena air tersebut.

Berikut 6 langkah mengatasinya yang dikutip dari eHow :

  1. Jangan Panik Donk!
  2. Sepele memang, namun ini benar-benar penting. Biasanya orang yang baru tersadar bahwa perangkat genggam kesayangannya telah tercebur lantas panik. Akibatnya, ia malah tidak berbuat apa-apa, hanya meratapi keadaan.
    Padahal jika tidak panik dan bisa mengendalikan emosi, ia dapat mengambil langkah yang lebih bermanfaat. Segera keluarkan ponsel itu dari zona ‘berbahaya’ dan lakukan tindakan pertolongan pertama.
  3. Keluarkan (copot) Baterainya
  4. Inilah tindakan pertama yang harus dilakukan ketika ponsel Anda tercebur atau basah lantaran kehujanan, keluarkan baterai. Langkah ini harus diambil dengan cepat untuk menyelamatkan sirkuit-sirkuit di perangkat tersebut agar tidak rusak terkena air. Tak lupa, lepas juga segala aksesoris yang melekat pada ponsel, seperti cover dan gantungan kunci.
  5. Keringkan
  6. Ada banyak cara untuk mengeringkan ponsel yang tengah basah. Cara sederhana yang direkomendasikan adalah dengan mengelapnya dengan handuk atau tisu. Jika tidak ada, menggunakan sapu tangan juga bisa menjadi pilihan.
    Hal ini harus dilakukan dengan hati-hati, jangan terlalu banyak menggoyang dan menggerakkan ponsel tersebut. Selain itu, usahakan agar partikel-partikel kecil dari handuk atau bahan yang digunakan untuk mengelap agar tidak tertinggal di bagian dalam ponsel.
  7. Gunakan Vacuum Cleaner jangan gunakan Hair Dryer (Pengering rambut)
  8. Terdengar lucu memang, namun menggunakan alat penyedot debu (vacuum cleaner) dapat bermanfaat untuk mengeluarkan sisa-sisa air di dalam perangkat ponsel Anda.
    Di sisi lain, jangan coba menggunakan hair dryer. Ingat, kedua alat ini (vacuum cleaner dan hair dryer) memiliki cara kerja berbeda. Vacuum beroperasi dengan cara menghisap, sedangkan hair dryer malah bekerja dengan menyemburkan angin. Nah, sifat hair dryer inilah yang berpotensi untuk mendorong sisa-sisa air yang ada di ponsel untuk terjerembab lebih jauh ke bagian dalam perangkat.
  9. Pendam dalam Beras
  10. Simpan ponsel yang habis ‘main basah-basahan’ tersebut pada sesuatu yang dapat menyerap air. Metode yang paling populer adalah menempatkannya di wadah yang berisi beras. Pasalnya, beras memiliki sifat untuk menyerap kelembaban. Ini berlaku pada segala macam jenis beras. Perlu waktu untuk melakukan cara ini, atau akan lebih baik jika ponsel tersebut ‘dikuburkan’ saja semalaman.
  11. Harap Sabar
  12. Setelah semua langkah di atas dilakukan, kini ‘jurus’ terakhir adalah soal kesabaran. Pengguna diimbau untuk tidak langsung kembali menyematkan baterai dan coba menyalakan ponsel tersebut ketika sudah menjalankan cara-cara di atas. Ada baiknya, tunggu setidaknya 24 jam. Satu hal penting terakhir, jangan lantas terburu-buru untuk membeli ponsel baru, sebab biasanya dengan cara-cara di atas banyak ponsel yang basah kuyup bisa terselamatkan. 
     
    from http://www.croya-cyber.com/2011/05/jika-hp-anda-kena-air.html
read more

Adds

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More