Wednesday, December 15, 2010

cataplexy: penyakit tidur kronis (bisa tidur 100 kali sehari


Penyakit yang satu ini memang tergolong penyakit yang sangat langka, bayangkan bagaimana aktifitas sehari-hari jika terkena penyakit ini. karena penyakit seperti ini bisa mengakibatkan penderitanya tidur sampai 100X sehari, adalah Claire Allen seorang wanita usia 35 tahun yang menderita penyakit aneh tersebut. Penyakit itu disesebut dengan serangan 'cataplexy' yang merupakan gejala langka narcolepsy (kelainan tidur kronis). Dengan dipicu oleh emosi kuat, seperti rasa takut, terkejut atau tertawa, Claire bisa kehilangan kendali atas tubuhnya dan langsung tertidur cara mendalam meskipun ia sadar apa yang terjadi, sehingga dengan penyakit tersebut Wanita ini bisa tidur 100X sehari.

Setiap serangan berlangsung antara 30 detik sampai lima menit, serangan yang terburuk bisa mencapai 100 kali per hari. Sebuah 'kejutan' ringan atau lelucon yang membuatnya tertawa dapat memicu serangan sehingga membuat dirinya tak berdaya tertidur, bahkan bisa sampai terjatuh di lantai.

Untuk mengatasi serangan ini Claire mengonsumsi obat bernama Xyrem, yang baru dikembangkan untuk membantu para penderita narcolepsy. Claire menggambarkan bagaimana ia kehilangan pertama kemampuan bicara dan penglihatannya sebelum mengonsumsi obat tersebut.

"Serangan disebabkan emosi berlebihan. Tetapi, tertawa adalah pemicu utamanya. Gejala pertama, kepala terasa lemas, dan tak bisa ditahan seperti anak kecil mengantuk yang mencoba untuk tetap terjaga. Setelah enam bulan, terjadi serangan cukup hebat dan tubuh terasa lunglai," kata Claire, seperti dikutip dari Telegraph.co.uk.

"Beberapa tahun lalu, aku berhenti mengonsumsi segala macam opbat. Aku mulai meneliti gejala yang ada, serangan mencapai seratus kali per hari. Aku menemukan serangan terjadi setelah berinteraksi dengan orang lain. Tidak ada rasa sakit tetapi aku tidak bisa bicara dan berkomunikasi tentang apa yang terjadi. Setelah itu dikuti kehilangan penglihatan kemudian tubuh lunglai," ujarnya menambahkan.

Narkolepsi menyebabkan gangguan parah pada pola tidur dan Claire, yang bekerja sebagai seorang peneliti di British Antarctic Survey, terjaga sekitar 20 sampai 30 kali setiap malam. Dengan mengonsumsi Xyrem, Claire dapat tidur panjang selama sekitar tiga setengah jam. Ia pun harus mengonsumsi kembali obat tersebut pada tengah malam untuk bisa cukup tidur.

"Selama lima tahun aku tidur tidak lebih dari satu jam. Jadi, ketika aku tidur lebih dari tiga jam itu merupakan keajaiban. Banyak orang yang mengalami hal ini dan tidak terdiagnosis gangguannya. Dengan mengungkapkan pada publik gejala yang aku alami, semoga bisa membantu," kata Claire.

Peneliti menemukan bahwa narcolepsy dapat menyebabkan ketidakteraturan sel otak yang mengontrol hormon tidur, hypocretin. Diperkirakan 25.000 orang Inggris mengalami narcolepsy dan tidak terdiagnosa.

"Gangguan narcolepsy tidak bisa menunggu lebih dari satu dekade untuk didiagnosis. Kualitas hidup penderitanya bisa sangat terpengaruh jika tidak segera diobati. Mereka menghindari mengemudi. Mereka takut untuk merawat anak mereka sendiri bahkan untuk mandi," kata Dr John Shneerson, dari Papworth Hospital's Sleep Centre dari Cambridge, seperti dikutip dari Telegraph.co.uk.

Claire juga mengatakan ia berhenti mengemudi mobil selama lima setengah tahun setelah terdiagnosis narcolepsy. Pengobatan yang saat ini dijalaninya juga membuatnya bisa tidur lebih normal yang berdampak positif pada pertumbuh rambut dan kukunya.

"Dokter mengatakan narcolepsy dapat menurunkan pertumbuhan kuku dan rambut karena keduanya tumbuh saat kita tidur. Aku selama bertahun-tahun tidak tidur dengan normal. Aku tetap berharap hidupku kembali normal," kata Claire.


Sumber: http://gratisanlounge.blogspot.com
read more

SUSU FORMULA ANTI DIARE DAN FLU BURUNG


Dosen Institut Pertanian Bogor Rahmat Hidayat berhasil menemukan formulasi anti-flu burung dan anti-diare untuk dicampurkan dan meningkatkan kualitas susu bubuk. Temuan ini adalah salah satu dari 201 riset para dosen IPB yang telah selesai pada tahun 2010.

"Penelitian saya selama satu tahun berhasil menemukan Imunoglobulin Yolk atau Ig-Y antiflu burung dan antidiare yang berasal dari kuning telur," kata Rahmat Hidayat, setelah memaparkan hasil penelitiannya dalam seminar Hasil-Hasil Penelitian IPB Tahun 2010, Senin (13/12/2010) siang. Seminar berlangsung di IPB International Convention Center di Kota Bogor sampai Selasa besok.

Ia menjelaskan, Ig-Y tersebut dihasilkan dalam bentuk spray dry kuning telur, freeze dry kuning telur, dan ekstrak murni. Dalam bentuk tersebut, Ig-Y dimasukkan atau dicampurkan ke susu murni untuk menjadi susu bubuk formula anti-flu burung dan anti-diare.

"Saya sengaja pilih susu dengan tujuan untuk lebih meningkatkan kualitas susu formula bagi anak-anak usia sekolah. Ig-Y ini tidak mengubah rasa, warna, dan bau susu. Namun, dengan Ig-Y ini, kualitas susu ditingkatkan. Kalau sekarang, misalnya, ada susu bubuk formula DH+, maka nantinya akan ada susu bubuk anti-flu burung dan anti-diare," tuturnya.

Untuk anti-diarenya, ia hanya membatasi pada anti-diare yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dan Salmonella enteritidis. Banyak sekali bakteri penyebab diare itu. "Saya fokuskan pada dua jenis bakteri ini sebab bakteri ini yang kerap menyerang anak-anak," katanya.

Ig-Y temuan Rahmat baru teruji dalam penelitian laboratorium dengan ayam sebagai media uji coba. Temuan ini belum diujikan pada manusia sebab untuk tahun pertama penelitian itu, ia memang memfokuskan penemuan Ig-Y dan formula pencampurannya pada susu.

"Proposal untuk penelitian tahun kedua atau lanjutannya sudah saya buat dan ajukan ke sebuah lembaga, tetapi belum mendapat jawaban pasti. Saya memang sedang mencari kemungkinan swasta dapat membantu atau bekerja sama melanjutkan penelitian ini," katanya.

Adapun pembiayaan penelitan tahun pertama yang menghasilkan formula Ig-Y anti-flu burung dan anti-diare tersebut berasal dari Direktorat Penelitian & Pengabdian Pada Masyarakat Direktorat Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional. Dana yang dia terima sebesar Rp 87,5 juta dipotong PPn sebesar 15 persen.


Sumber: http://gratisanlounge.blogspot.com/2010/12/baru-susu-formula-anti-diare-dan-flu.html#ixzz189DoBs1Q
read more

Truvada: Obat Ampuh untuk mengurangi risiko terkena penyakit HIV/AIDS


Selama ini nama HIV (Human immunodeficiency virus) selalu menjadi momok yang sangat menakutkan, karena belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini.

Setidaknya, baru-baru ini, para ilmuwan menemukan sebuah pil yang diklaim bisa mengurangi risiko terkena penyakit HIV secara dramatis. Menurut New York Times, pencegahan HIV dengan menggunakan pil bernama Truvada, berhasil mengurangi infeksi HIV secara dramatis dalam sebuah riset terhadap 2.500 laki-laki.

Melalui sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh New England Journal of Medicine, dari ratusan laki-laki gay yang secara acak diberikan obat ini, ternyata hanya 44 persen di antaranya yang terinfeksi penyakit HIV.

Namun, menurut Dr Anthony Fauci, Kepala Divisi National Institute of Health, yang melakukan survei tersebut, pil tersebut 90 persen lebih efektif bagi para pria gay yang benar-benar meminum pilnya secara jujur setiap hari. "Angka itu sangat tinggi," kata Dr Fauci, yang dalam riset ini bekerja sama dengan Bill and Melinda Gates Foundation.

Pil bernama Truvada itu dijual begitu mahal di Amerika Serikat, yakni sekitar US$12.000 (Rp 107 juta) hingga US$14.000 (Rp125 juta). Tapi versi generik dari Truvada sudah tersedia di negara-negara dunia ketiga, dan dijual hanya seharga 40 sen (sekitar Rp1.500) untuk setiap pil.

Sayangnya, walaupun perusahaan kesehatan dan asuransi akan membayar klaim obat untuk HIV bagi orang-orang yang telah terinfeksi penyakit ini, namun hingga kini belum ada kebijakan untuk menutup klaim obat pencegah HIV, bagi orang-orang yang belum terinfeksi.

Selain itu kelemahan dari pil ini adalah efek samping yang ditimbulkannya. Pil ini ternyata dapat menyebabkan pusing-pusing dan rasa mual yang signifikan. Selain itu, para peneliti mengkhawatirkan penyebaran penggunaan Truvada untuk tujuan preventif malah justru memicu tipe HIV lain yang lebih kebal.

Sebab, bila seseorang terinfeksi dan ia terus meminum Truvada, maka virus yang diidapnya bisa justru tumbuh menjadi virus yang kebal terhadap Truvada dan virus itu bisa menyebar ke orang lain.

Sumber: http://gratisanlounge.blogspot.com
read more

BrainPort: Alat Bantu Penglihatan Bagi Orang Buta


Para peneliti dari Kementrian Pertahanan Inggris melakukan sebuah terobosan baru untuk membantu para tuna netra. Mereka membuat suatu alat yang memungkinkan seorang tuna netra bisa melihat, meski lewat lidah.

Alat yang diberi nama BrainPort itu merupakan penemuan terbaru Kementrian Pertahanan Inggris yang masih dalam tahap ujicoba. Alat ini memiliki kamera yang terpasang pada kacamata yang tersambung dengan perangkat sensor di lidah.

Cara kerjanya, kamera akan mengirim sinyal gambar ke otak lewat sensor yang terpasang di lidah. Penggunanya akan mendapat gambaran dari sinyal-sinyal tersebut hingga membentuk sebuah gambaran yang disebut penglihatan. Bisa dibilang alat ini membantu tuna netra melihat lewat lidahnya.

David Rathband, seorang polisi asal Inggris yang juga menjadi salah satu partisipan dalam ujicoba alat ini mengatakan kalau dirinya sangat senang karena bisa melihat lagi. Meski harus terbiasa untuk merasakan sinyal dan gambaran yang diberikan oleh perangkat tersebut.

“Aku sangat senang dilibatkan dalam penelitian ini. Kini aku senang bisa melihat istri dan anakku lagi,” ucap pria berusia 42 tahun ini.

Kesaksian David menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus mengembangkan alat ini. Apalagi David sudah bisa mengidentifikasi bentuk objek.

“Meski senang dengan peralatan yang bisa membuat saya bisa melihat lagi, tapi saya tetap tidak mau terlalu berharap untuk bisa melihat seperti sedia kala,” ucap David.

David kehilangan penglihatannya ketika ditembak oleh buronan terkenal Raoul Moat. Ratusan serpihan peluru membuat matanya tak berfungsi lagi ketika David ditembak oleh Raoul dengan senapan jenis shotgun.

Alat ini juga telat merubah hidup seorang tentara Inggris bernama Craig Lundber. Craig kehilangan penglihatannya akibat ledakan bom di Irak. Ia juga menjadi orang Inggris pertama yang mencoba perangkat ini.

“Aku bisa kembali membaca dan berjalan tanpa tongkat lagi,” imbuh Craig.

Sumber: http://gratisanlounge.blogspot.com/2010/12/brainport-alat-bantu-penglihatan-bagi.html#ixzz189AwIY1e
read more

Tuesday, December 14, 2010

PETA KROMOSOM MANUSIA

















































Source: http://genomics.energy.gov/gallery/chromosomes/gallery-01.html
read more

Adds

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More